in ,

Zero Waste: Alternatif Gaya Hidup untuk Diri dan Bumi

Mari ubah gaya hidup untuk diri sendiri dan planet kita (Sumber gambar: Chris Zhang on Unsplash)

Kesadaran untuk mengganti gaya hidup biasanya membutuhkan suatu kejadian yang tidak menyenangkan. Lihat saja para vlogger yang membagikan tips membuat bentuk badan ideal atau bagaimana membuat tidur lebih nyenyak tanpa obat tertentu. Entah karena masalah kesehatan atau adanya tekanan dari lingkungan sekitar. Hal itu dikarenakan perubahan gaya hidup tidak semudah kelihatannya, butuh kemauan keras dan sedikit pukulan.

Begitu pula yang dialami oleh penggagas situs goingzerowaste.com, Kathryn. Wanita yang peduli dengan lingkungan ini semula juga memiliki gaya hidup anak muda lainnya. Masih menggunakan aneka bahan kimia di berbagai produk yang digunakan dan plastik untuk kehidupan sehari-hari.

Tiba-tiba ketika dia duduk di bangku kuliah, dia merasakan sakit yang teramat sangat di dada kiri. Untuk mengangkat tangannya saja terasa menyakitkan. Ternyata benar, terdapat beberapa tumor di dada kirinya, namun dia tidak dioperasi sebab dokter mengatakan ada kemungkinan besar tumor itu akan kembali lagi. Kathryn terpaksa harus bertahan dengan rasa sakit itu.

Pemilik blog gaya hidup zero waste Kathryn Kellogg (Sumber gambar: Kathryn Kellog @goingzerowaste)

Kejadian buruk itu membuat Kathryn berpikir tentang apa saja yang selama ini ia masukkan ke dalam dan pada tubuhnya. Dia berasumsi semua yang dia makan itu aman-aman saja. Tidak pernah berpikir tentang kemungkinan penyebab penyakit yang timbul dari produk di sekitarnya seperti produk kecantikan dan pembersih. Padahal kebanyakan produk itu mengandung endrocrine disruptors, yaitu bahan kimia yang dapat menganggu system endokrin pada dosis tertentu, sehingga keseimbangan hormon terganggu.

Karena kegigihannya mengurangi paparan dengan plastik, membuat makanan sendiri, memerhatikan asupan gula dan kafein, membuat produk pembersih sendiri dan memakai produk kecantikan ramah lingkungan, perlahan rasa sakit Kathryn menghilang. Kepindahannya ke pinggir pantai dan melihat banyaknya sampah bertebaran membuatnya berpikir kalau masalah plastik bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan manusia, tapi juga planet bumi.

Kata-kata Kathryn bisa mengingatkan kita akan kejadian pada tahun 2018 yaitu Indonesia dinobatkan menjadi negara penghasil sampah terbesar ke-2, dan juga tragedi memilukan paus mati yang perutnya terisi sampah plastik di Wakatobi. Pembuangan plastik ke laut tentu tidak akan membuat masalah persampahan selesai, justru dampaknya bisa ke mana-mana, lho! Belum lagi tidak semua daerah di Indonesia memiliki truk pengangkut sampah.

Oleh sebab itu perubahan mesti dimulai dari diri sendiri. Nah, Kathryn punya 10 tips buat pemula seperti kita yang ingin turut membuat perubahan bagi diri sendiri maupun planet yang kita tinggali ini.

1.’Keromantisan’ Sapu Tangan

Jadi nih, Kathryn menganggap membawa sapu tangan itu ‘agak romantis’. Sapu tangan bisa dipakai untuk mengelap tangan yang basah, mengelap air mata, menutup hidung kalau sesenggukan (gara-gara nonton film sedih kali, ya), atau bahkan membungkus camilan. Lagipula sapu tangan bisa dipakai lagi dan lagi, tidak seperti tisu yang sekali digunakan langsung dibuang.

2.Kain Katun Tenun

Kain katun tenun untuk membersihkan peralatan (Sumber gambar: shakerworkshops.com)

Siapa yang kalau disuruh lap piring atau gelas masih pakai tisu? Mending pakai woven cotton clothes atau kain katun tenun yang mantul banget buat kegiatan lap-mengelap. Kata Kathryn, dulu dia benci banget disuruh ngelap piring dengan handuk.

Bukannya airnya terserap tapi justru nyebar ke permukaan. Tetapi dengan kain ini, airnya cepat terserap. Kain ini juga bisa digunakan untuk mengelap meja dapur, menghilangkan debu (husss huss, sana!), dan membungkus roti lapis.

 

3.Ganti Tempat Penyimpanan

Siapa yang suka menyimpan makanan di plastik? Semua pada angkat tangan, nih. Memang budaya menyimpan makanan di plastik sudah mendarah daging, susah dihilangkan. Alasannya sih pasti lebih ringan, mudah dibawa, kalau sudah jelek bisa dibuang. Jadi tambah sampah plastik lagi, deh.

Kathryn punya cara yang lebih bermanfaat. Meski katanya plastik yang kita gunakan BPA free, nyatanya tidak seratus persen aman. Coba deh pakai kaca atau stainless. Bukan hanya kedua bahan itu mudah didaur ulang, makanan atau minumanmu juga jadi enggak terkontaminasi. Kathryn sendiri suka menggunakan kotak bekal logam yang ringan dan kokoh.

4.Pakai Tumbler Keren

Bawa minum sendiri? Kenapa enggak? Selain membantu mengurangi jumlah sampah plastik kemasan air minum yang menjadi salah satu sampah plastik paling populer, kamu juga bisa tampil kece dengan aneka tumbler keren. Tetapi jangan pakai tumbler plastik. Tumbler stainless jauh lebih awet dan aman.

5.Diet Kantung Plastik

Akhir-akhir ini kebijakan diet kantung plastik sudah diberlakukan di berbagai daerah seperti Balikpapan dan Bogor. Tas-tas kain disediakan di dekat kasir supaya orang yang lupa membawanya dapat membelinya untuk meletakkan barang belanjaan. Kebijakan ini tentu membuat orang mau tidak mau belajar untuk membawa kantung belanja sendiri.

6.Belanja di Pasar Petani

Ketika belanja di pasar swalayan atau pasar tradisonal, produk yang dijual sudah dikemas ke dalam plastik. Rasanya susah sekali ya menghindari plastik. Tapi kalau di dekat rumahmu ada pasar petani yang menjual langsung produknya alias belum dikemas, kamu bisa membawa kantung belanja dari kain demi mengurangi sampah plastik.

7.Ganti Alat Kebersihan

Sarung tangan loofah (Sumber gambar: ocado.com)

Jika menggunakan spons, biasanya akan sering diganti karena cepat rusak. Bakteri juga menyukai tempat lembap, begitu juga dengan kain. Namun jika kain sering dicuci dan dijemur, sinar matahari bisa membunuh bakteri. Loofah juga bisa dijadikan alternatif yang baik.

8.Sikat Gigi Bambu

Beberapa toko yang peduli terhadap lingkungan sudah menyediakan sikat gigi bambu bagi kita yang ingin mengganti sikat gigi plastik. Bayangkan nih, setiap 3 bulan sekali kita harus mengganti sikat gigi. Ada begitu banyak orang di dunia ini dan sampahnya akan menumpuk. Hii!

9.Setop Aluminium Foil

Kain moldable waxed (Sumber gambar: myfreelifeplastic,com)

Beberapa orang yang hobi memasakan mungkin akan kesulitan berhenti memakai aluminnium foil. Tetapi ini dapat diganti dengan kain moldable waxed, di mana orang Mesir-lah yang pertama kali menggunakan teknik ini. Alas silicon juga bisa digunakan kalau kamu menggunakan pinggan panas.

10.Pengomposan

Pengomposan merupakan langkah penting dalam gaya hidup zero waste. Kamu bisa melakukannya di halaman belakang rumah. Teknis mengompos bisa dipelajari dari berbagai sumber. Jika kamu minim menggunakan plastik, tentu sisa pembuangan rumah tangga banyak yang bisa dikomposkan. Mengapa hal ini penting? Karena nyatanya di TPA (Tempat Pembuangan Akhir), sampah-sampah yang semestinya bisa dikomposkan susah terurainya. Makanan bentuknya masih sama seperti ketika dibuang. Udara tidak bersikulasi dengan baik untuk membuat sampah-sampah organik itu terurai dengan baik.

Gimana, nih? Tertarik untuk mencoba gaya hidup zero waste? Mencoba gaya hidup ini bukan berarti harus langsung sempurna, ya. Tahap demi tahap harus dilalui agar menjadi biasa dan kemudian menyeluruh. Yang patut diketahui, perubahan sekecil apa pun berguna bagi kita dan planet bumi.

 

(Sumber gambar utama: unsplash)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Selain Nostalgia, Ada Apa di Balik #10yearChallenge di Media Sosial?

Pertemuan ‘Minyak’ dan ‘Air’ di Kampung Atas Air Balikpapan