in

Hal-hal yang Perlu Dimengerti oleh Para Single tentang Pernikahan

Pernikahan adalah tujuan bagi setiap pasangan. Ia menjadi bukti keseriusan seseorang dalam menjalani hubungan. Bagi seorang Muslim, menikah menjadi salah satu ibadah yang menyempurnakan separuh iman. Menikah juga merupakan salah satu sunnah Rasul yang sangat dianjurkan bagi para pemuda dan pemudi beragama Islam.

Meski demikian, tidak banyak pasangan yang mampu menjalani pernikahan dengan baik. Sebagian pasangan memilih untuk berpisah lantaran tidak merasa bahagia. Sebagian yang lain memilih untuk mempertahankan meski tidak merasa nyaman dengan pernikahan yang dijalani. Buat para single, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan untuk memasuki gerbang pernikahan.

( Baca jugaNikah Praktis ala Suhay Salim atau Nikah Mevvah ala Crazy Rich Surabayan? )

Pernikahan Bukan Jalan untuk Menghindar atau Melarikan Diri

Pernahkah kalian terpikir untuk segera menikah hanya karena jengah mendengar pertanyaan “kapan menikah”? Pertanyaan semacam itu biasanya dilontarkan oleh anggota keluarga, saudara, teman atau tetangga dekat. Walau sekadar basa-basi, namun bagi para single, pertanyaan “kapan menikah” menjadi beban yang hanya bisa diselesaikan dengan cara menikah. Maka terjadilah pernikahan prematur yang hanya dijadikan pintu pelarian dari pertanyaan “kapan menikah”. Pernikahan ‘asal jadi’ semacam ini memiliki peluang kegagalan yang tinggi lantaran tak memiliki bekal, landasan mental yang kuat, dan persiapan yang matang.

Bride and groom (Sumber: Pixabay)

Jangan Menikah Karena Merasa Cukup Umur

Banyak orang terdesak untuk segera menikah hanya lantaran usianya cukup matang untuk menikah. Meskipun umur menjadi salah satu tanda kematangan seseorang dalam berpikir, namun tidak ada jaminan bahwa setiap orang yang cukup umur mampu mengemban tanggung jawab sebagai suami/istri.

Sebelum menikah, pastikan bahwa kamu dan calon pasangan sudah siap secara mental dan fisik untuk memikul tanggung jawab masing-masing. Salah satu cara mempersiapkan mental sebagai suami/istri adalah dengan memperbanyak bacaan atau mendengar kajian tentang pernikahan. Sementara persiapan fisik dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi serta melakukan olahraga secara teratur. Hal yang tak kalah penting adalah memeriksakan kesehatan kamu dan calon pasangan ke dokter untuk mencegah penyakit menular serta mengecek kesehatan organ reproduksi masing-masing.

( Baca juga5 Hadiah Pernikahan Anti-Mainstream Ini Jarang Dipikirkan Orang, Yang Mana Pilihanmu? )

Menikah Bukan Hanya Menyatukan Dua Hati, Melainkan Dua Keluarga

Apakah hubungan kalian direstui keluarga calon pasanganmu? Jika tidak, kemungkinan besar kehidupan pernikahan kalian tidak bahagia dan rentan percekcokan. Sebelum memutuskan menikah, baiknya kamu mengenal serta mendekati keluarga calon pasanganmu. Jika kamu gagal mendapatkan hati calon keluarga pasanganmu, maka setelah menikah akan banyak ketidakcocokan antara kamu dan keluarga pasanganmu yang dapat mengusik bahkan menghancurkan biduk rumah tanggamu. Bukan menakut-nakuti, hanya mengantisipasi sejak awal.

Jangan Menikah Hanya Demi Mencari Kenyamanan Hidup

Biasanya, mereka yang menikah untuk mencari kenyamanan hidup cenderung mencari pasangan yang mapan secara ekonomi, memiliki jabatan yang tinggi, atau paling tidak PNS, memiliki rumah, mobil, dan sebagainya. Tidak ada salahnya memilih pasangan yang mapan. Namun kemapanan tidak selalu menjamin kenyamanan. Tidak sedikit orang mempunyai pasangan yang mapan tapi tak bahagia karena selalu disakiti. Maka jangan pernah menikah hanya karena calon pasanganmu mapan secara ekonomi, namun pertimbangkan juga hal-hal lain yang tak kalah penting, seperti kepribadian/akhlaknya, prinsip hidupnya, dan sebagainya.

Berdua lebih kuat (Sumber: Pixabay.com)

Pernikahan Tidak Melulu Soal Bahagia

Menjalani pernikahan ibarat mengarungi samudera. Selain menikmati keindahan pantainya, kalian juga harus siap menghadapi ombak yang bisa datang sewaktu-waktu. Ombak tersebut mampu menggoyahkan, menenggelamkan, dan memecah kapal menjadi dua. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berlayar, setiap calon pasangan wajib mempersiapkan “kapal” yang kokoh serta “nahkoda” dan “awak kapal” yang andal. “Kapal” yang dimaksud berupa perbekalan ilmu, akhlak, materi dan fisik. Sementara “nahkoda” adalah calon suami yang akan memimpin rumah tangga dan “awak kapal” adalah calon istri yang akan mendampingi calon suami.

Menikah Berarti Siap Hidup Berdua Saja

Memutuskan untuk menikah sama artinya melepas pengaruh orangtua dalam kehidupan kita. Kita akan dituntut untuk memutuskan segala sesuatu berdua dengan pasangan, baik itu masalah finansial, pola asuh anak, dan sebagainya. Bukan berarti kalian memutus silaturahmi dengan orangtua. Justru silaturahmi harus selalu dijaga, hanya saja jangan membawa masalah rumah tangga kalian di hadapan orangtua. Belajarlah untuk mandiri dengan memutuskan segala sesuatu berdua dengan pasangan.

Menikah Berarti Membuang Sifat Keras Kepala

Setiap pasangan memiliki prinsip hidup dan nilai-nilai yang berbeda satu sama lain. Hal ini dipicu oleh latar belakang keluarga serta lingkungan masing-masing pasangan. Perbedaan inilah yang kerap kali memicu pertengkaran di dalam rumah tangga. Untuk mengatasinya, buang jauh-jauh sifat keras kepala kalian dan mulailah berdiskusi dengan pasangan mengenai prinsip dan nilai hidup masing-masing. Catat kelebihan dan kekurangan nilai-nilai yang ada lalu tentukan mana yang terbaik.

Mengarungi hidup bersama (Sumber: Pixabay.com)

Pernikahan Bahagia pun Diiringi Konflik

Tidak ada satupun pernikahan yang luput dari konflik. Tapi, justru dengan adanya konflik, kamu dan pasangan akan belajar untuk menyelesaikan suatu masalah dan mengambil hikmah dari permasalahan tersebut. Dengan demikian, kamu dan pasangan bisa bersikap lebih bijak dalam menghadapi konflik serupa di masa mendatang.

Ingatlah bahwa pernikahan bukan sebuah tujuan akhir, melainkan jalan panjang yang penuh lika-liku, yang harus kamu lalui bersama pasangan seumur hidup. Oleh karena itu, penting bagi seorang single untuk mengetahui banyak hal tentang pernikahan sebelum memasuki gerbang pernikahan mereka sendiri.

3 Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hanya Ada 2 Blue Fire di Dunia, Salah Satunya Ada di Banyuwangi

Miris, di Indonesia Prasasti Bersejarah ‘Ditaruh’ di Kandang Kambing