in

Viral Gaji 8 Juta, Ini Realitas Jadi Mahasiswa UI

Buat kamu yang bertanya-tanya: “Memangnya mahasiswa UI itu seperti apa?”

ui , universitas indonesia

Beberapa hari lalu, dunia maya sempat dihebohkan dengan berita seorang fresh graduate  Universitas Indonesia (UI) yang menolak diberi gaji sebesar delapan juta rupiah. Hal ini menjadi perbincangan hangat para warganet, tak luput mereka juga langsung menggeneralisasi dan memiliki stigma negatif terhadap lulusan UI maupun mahasiswa UI.

Pihak UI dalam akun Instagramnya @univ_indonesia merespons fenomena yang muncul ini dengan menampilkan data yang diolah oleh Tracer Study UI, data tersebut berisikan gaji rata-rata yang diterima oleh lulusan UI. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa gaji yang diterima oleh lulusan UI sangat beragam sehingga hal ini sangat tergantung pada kompetensi dan kapabilitas yang dimiliki oleh masing-masing alumni.

ui , universitas indonesia
Seperti apa realitas menjadi mahasiswa UI?

Lantas, bagaimana realitas menjadi mahasiswa UI? Apakah dengan menjadi mahasiswa UI seseorang pantas protes apabila digaji delapan juta rupiah ketika menjadi fresh graduate? Berikut adalah beberapa fakta apabila menjadi mahasiswa di UI.

1.Memiliki Persaingan yang Tinggi

Sudah bukan menjadi rahasia umum apabila UI merupakan salah satu kampus favorit di Indonesia yang memiliki tingkat keketatan tinggi dengan daya tampung yang tergolong sedikit. Realitas ini menjadikan persaingan ilmu di UI sangat tinggi sehingga menimbulkan stigma bahwa budaya menyontek dan plagiat adalah hal yang tidak lazim. Bahkan, ketika Orientasi Belajar Mahasiswa (OBM), para dosen telah mewanti-wanti para mahasiswa baru untuk tidak melakukan plagiarisme karena dapat dengan mudah terdeteksi. Para dosen akan langsung menindaklanjuti secara tegas dengan memberikan nilai E pada tugas mahasiswa tersebut.

( Baca juga: 7 Alasan Mengapa Sarjana di Indonesia Masih Banyak yang Menganggur )

2.Memiliki Kesempatan Belajar Seluas-luasnya

UI menyediakan fasilitas yang sangat lengkap bagi para civitas akademikanya. UI menyediakan bus kuning, TransJakarta, sepeda kuning, perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara dengan kumpulan buku yang lengkap, akses jurnal gratis, ditambah dengan fasilitas komputer gratis di ‘kebun apel’ (sebutan untuk tempat mengakses Apple iMac secara gratis). Tidak hanya itu, melalui situs beasiswa.ui.ac.id, UI juga menawarkan berbagai beasiswa baik beasiswa yang berupa biaya pendidikan atau beasiswa untuk merasakan kesempatan berkuliah di luar negeri. Tidak ada alasan bagi mahasiswa UI untuk malas belajar apabila melihat fasilitas yang sudah diberikan pihak UI.

3.Anti Aksi Tanpa Substansi

Pernahkah kamu melihat kajian-kajian yang diunggah oleh pihak BEM di UI? Untuk ajakan aksi, pihak BEM selalu merilis kajian substantif terlebih dahulu sebelum melakukan aksi (demonstrasi). Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa UI ini dilaksanakan secara matang dengan mengolah kajian isu dan menyebarkan formulir jajak pendapat terhadap mahasiswa untuk menjaring aspirasi. Misalnya, pada isu Secure Parking yang akhir-akhir ini juga ramai diperbincangkan warganet. Mayoritas warganet berpendapat bahwa mahasiswa UI takut untuk membayar parkir, padahal sistem Secure Parking dan parkir di tiap fakultas adalah dua hal yang berbeda.

ui , universitas indonesia
Secure parking di kampus UI (Sumber: kumparan.com/Ferry Fadhlurrahman)

Dengan adanya sistem Secure Parking, pengendara motor akan dikenakan biaya ketika memasuki kawasan UI. Untuk biaya parkir, akan berbeda lagi tarifnya di tiap fakultas. Jadi, secara tidak langsung pengendara motor akan membayar parkir sebanyak dua kali. Padahal, pengendara motor bukan hanya civitas akademika UI, melainkan juga para pengendara ojek mitra kampus dan ojek online yang sering keluar masuk kampus UI untuk mencari nafkah sehingga memberatkan bagi mereka dan warga sekitar. Isu seperti ini adalah isu substantif yang dibawa untuk aksi. Jadi, ini bukan sekadar aksi yang dilaksanakan untuk kepentingan golongan-golongan tertentu.

( Baca juga: Ketika Pekerjaan Tak Butuh Ijazah, Haruskah Kita Kuliah? )

4.Memiliki Kesempatan Mengikuti Banyak Komunitas

Di lingkungan UI terdapat banyak komunitas/Badan Otonom dan Semi Otonom/Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menjaring minat dan bakat para mahasiswanya. Mahasiswa UI tidak perlu khawatir untuk menentukan wadah yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Misalnya, di UI juga ada komunitas belajar bahasa Korea seperti Hangugo Dongari, Sastra Kucing bagi para pecinta kucing di FIB UI, dan komunitas lainnya seperti komunitas bisnis, kepercayaan, ideologi, seni, dan olahraga. Dengan bergabung di komunitas-komunitas tersebut, mahasiswa UI cenderung lebih mudah dalam membangun jaringan (networking), baik dengan sesama mahasiswa maupun dengan dosen dan para alumni kampus.

( Baca juga: 5 Langkah Sukses dalam Personal Branding yang Bukan Sekadar Pamer Diri )

5.Memiliki Tingkat Heterogenitas yang Tinggi

Sebagai kampus yang menyandang nama negara, UI merepresentasikan heterogenitas yang dimiliki oleh Indonesia. UI memiliki civitas akademika dari latar belakang suku dan agama yang sangat berbeda-beda. Oleh karena itu, mahasiswa UI dituntut untuk memiliki kemampuan beradaptasi sebagai akibat dari tingkat heterogenitas yang sangat tinggi. Tidak hanya berasal dari dalam negeri, beberapa civitas akademika UI juga berasal dari luar negeri sehingga sebisa mungkin harus mampu menyesuaikan diri secara cepat dengan lingkungannya.

Menjadi mahasiswa UI boleh dikatakan sebagai prestise, namun bukan berarti secara otomatis menjadi manusia yang paling superior. Di manapun perguruan tingginya, kompetensi dan kapabilitas ditentukan oleh masing-masing individu. Perguruan tinggi hanya memfasilitasi, individu yang memiliki inisiatifnya sendiri. Oleh karena itu, setiap individu berhak mengembangkan diri yang nantinya akan menciptakan rekam jejak sebagai bentuk pertimbangan ketika menerima gaji.

 

Sumber gambar utama: Pos Kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

tips sales dan marketing

5 Tips Melejit Berkarir di Bidang Sales and Marketing

mengulang , sbmptn

Gagal SBMPTN dan Ujian Mandiri, Harus Gimana Lagi?