in

Untukmu yang Tetap Tersenyum Meskipun Dipandang Sebelah Mata

Pernahkah kamu dipandang sebalah mata tapi tetap bisa tersenyum? Tidak ada manusia yang ingin disepelekan apalagi tidak dianggap. Tapi kalau itu telah terjadi padamu maka tetaplah tersenyum, karena sejatinya mungkin mereka hanya berpura-pura. Mungkin sebenarnya kamu memiliki sesuatu yang lebih dari yang mereka punya.

Manusia yang mengabaikan manusia lain pasti memiliki beberapa alasan. Termasuk yang memandangmu sebelah mata. Alasan tersebut antara lain; karena belum mengenal, karena iri, karena harta, atau mungkin karena jabatan. Mari kita bahas satu persatu penyebab orang lain memandang sebelah mata.

Mungkin Karena Belum Mengenal

Untukmu yang Tetap Tersenyum Meskipun Dipandang Sebelah Mata

Sebelumnya, coba bayangkan situasi ini. Saat kamu begitu ingin dianggap kehadirannya oleh orang yang kamu sukai, maka kamu harus membuat orang tersebut benar-benar mengenalmu. Jika hanya mengenal melalui nama saja, bagaimana mungkin orang tersebut tidak akan mengabaikanmu?

Beberapa orang akan mencari perhatian dari orang yang dia suka, entah itu berupa tingkah laku aneh ataupun semacam sensasi kecil yang sengaja di-posting ke media sosial. Hal itu dilakukan agar orang yang disukai menyadari kehadirannya.

Namun bagaimana saat ingin lebih dari itu? Misal jika kamu ingin ‘dianggap’ oleh idolamu, maka kamu harus bisa menjadi seseorang yang pantas untuk dia kenal. Misalnya idolamu seorang selebriti, maka setidaknya kamu harus bisa menjadi seseorang yang punya prestasi.

( Baca juga: 5 Langkah Sukses Dalam Personal Branding yang Bukan Sekadar Pamer Diri )

Bisa Jadi Karena Iri

Untukmu yang Tetap Tersenyum Meskipun Dipandang Sebelah Mata

Tidak ada manusia yang sempurna, terus menerus bisa tersenyum, atau membahagiakan semua orang. Apapun yang terjadi, kita sebagai manusia tidak akan bisa selalu membahagiakan manusia yang lain.

Saat kita memiliki kemampuan yang kurang dalam suatu hal, maka tidak sedikit orang yang akan berkomentar negatif tentang kita. Kita pun akan sering tak dianggap jika bertemu atau pun berkumpul dengan mereka. Pernahkah kamu mengalaminya?

Begitu pun sebaliknya saat kita memiliki kemampuan yang lebih dari mereka. Kita pun akan tetap menjadi bahan gosip untuk mereka, walau kadang mereka masih bersikap manis di depan kita.

Kelebihan yang kita miliki kadang dianggap aneh oleh orang di sekiling kita karena kita memiliki kekurangan yang menurut mereka tidak wajar. Contoh kecilnya adalah seorang difabel yang sempat dijauhi teman-temannya meskipun ia lihai dalam bernyanyi. Tentu saja itu bukan contoh yang baik dalam pergaulan.

( Baca juga: Motivasi Terbaik Itu Bernama Keluarga: Meraih Asa dengan Cinta )

Barangkali Karena Harta

Untukmu yang Tetap Tersenyum Meskipun Dipandang Sebelah Mata

Tidak ada manusia yang ingin dilahirkan dengan kekurangan harta. Tapi jika kita menjadi orang yang berkecukupan, tidak seharusnya bersikap acuh tak acuh terhadap mereka yang kurang beruntung.

Harta hanya titipan, mereka yang punya banyak harta sejatinya hanya memiliki hak pakai atas harta mereka. Karena setelah mereka tiada, harta tersebut akan diambil alih oleh ahli waris mereka, bahkan kadang saat mereka tiada harta tersebut ikut hancur bersama mereka.

Mungkin cara mereka mendapatkan harta tersebut salah, misalnya dengan korupsi atau bahkan pesugihan. Kenyataannya banyak di lingkungan kita lebih menghargai orang-orang yang berharta, meskipun cara mereka salah, daripada menghargai mereka yang bekerja dengan benar namun tetap hidup dengan kesederhanaan. Bagaimana menurutmu?

( Baca juga: Ketika Resign Harus Menjadi Pilihan, Setelah Itu Apa? )

Karena Jabatan

Untukmu yang Tetap Tersenyum Meskipun Dipandang Sebelah Mata

Beberapa orang lebih mudah dianggap karena jabatannya. Kamu boleh setuju dan boleh tidak. Dewasa ini, banyak orang berlomba-lomba mendapatkan jabatan dan kekuasaan dengan cara yang salah. Banyak orang yang sampai menggadaikan rumah mereka hanya untuk bisa masuk PNS.

Tidak sedikit juga yang berebut kekuasaan yang hanya bertahan beberapa tahun namun mereka begitu mati-matian mengejar hal tersebut.

Mereka yang telah mendapatkan kekuasaan ataupun jabatan tersebut, sering kali mengabaikan orang-orang yang pernah mendukung mereka. Apalagi rakyat yang hanya berpendidikan rendah, kadang tidak dianggap.

Memang sakit rasanya dan susah tersenyum saat kita tidak dianggap oleh orang lain. Namun kita harus tetap bersyukur karena Tuhan tidak pernah memandang hamba dari hartanya, pangkatnya, ataupun kelebihannya. Tuhan akan selalu ada untuk kita, namun itu terjadi saat Dia benar-benar mengenal kita melalui ibadah kita.

Buat kamu yang mungkin sedang dipandang sebelah mata, semoga tetap bisa tersenyum ya… 🙂

Report

What do you think?

Participant

Written by Lestari Sby

Story Maker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Gaya Hidup Sehat dan Stylish yang Mudah Dipraktikkan

Menata Kehidupan di Era Pandemi yang Lebih Sehat Mental

Menata Kehidupan di Era Pandemi yang Lebih Sehat Mental