in

UMP Selenggarakan KKN Alternatif Pembelajaran Daring

BANYUMAS-FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengadakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tengah masa darurat covid- 19 yang disebut KKN Alternatif 2020. Merupakan bentuk pengabdian masyarakat, salah satu tujuannya adalah pemberdayaan kepribadian mahasiswa (Personal empowerment). Program

KKN dimaksudkan untuk menjamin tetap berlangsungnya proses pembelajaran mahasiswa di masyarakat dan juga sebagai wahana pemberdayaan masyarakat selama masa darurat pandemic COVID-19. KKN Alternatif tersedia dalam 3 program yaitu, (1) Relawan Pendidikan Pendamping siswa SMP/SMA/SMK atau sederajat melalui pembelajaran Daring, (2) Relawan Pendidikan Pendamping orang tua siswa PAUD dan SD melalui pembelajaran Daring, dan (3) Relawan Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 minimal di tingkat RT.

Uswatun Nur Khasanah mahasisiwi Prodi PBSI mengatakan ia melaksanakan program KKN Alternatif dimulai tanggal 1 Mei hingga 9 Juni 2020 di Desa Cikawung, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas dengan mengambil program 1 yaitu pendamping siswa SMP/SMA/SMK melaui pembelajaran daring. Melaui kegiatan yang dilaksanakan, ia merasa tertantang karena melakukan pendampingan belajar siswa SMP secara daring tidak bisa bertatap muka dan berinteraksi secara langsung. Menurutnya kegiatan pembelajaran jarak jauh atau daring melalui Whatsapp Group dipandang efektif dalam kondisi darurat covid-19 seperti saat ini.

Mahasiswa sedang melakukan pembelajaran daring

Ada beberapa konsep kegiatan yang dilakukan selama pembelajaran daring, salah satunya ceramah online, yaitu dengan mengirimkan video pembelajaran yang kemudian dibagikan melalui Whatsapp Grouppembelajaran melalui portal rumah belajar, dan penyampaian

materi dalam bentuk word dan pdf yang dibagikan melaui Whatsapp Group. Menurutnya, pembelajaran daring tidak mudah seperti apa yang dibayangkannya. Faktor tersebut dipengaruhi karena minimnya sinyal di tempat tinggal siswa. Oleh karena itu, pembelajaran daring tatap muka menggunakan zoom meeting dan sejenisnya tidak bisa dilaksanakan.  Mengirimkan dokumen materi berupa power point atau word yang dibagikan melalui Whatsapp Group dianggap lebih efektif.

Agar siswa tetap aktif dan produktif selama belajar daring di rumah, mahasisiwi semester 6 prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini membuat program literasi dimana siswa diminta untuk aktif selama pembelajaran berlangsung, yaitu dengan cara kuis tebak kata, sambung kata serta kegiatan gerakan membaca buku fiksi maupun non fiksi, membaca puisi, dan melakukan prosedur cuci tangan yang baik dan benar. Aulia Ana, salah seorang siswa mengatakan, “Semenjak ada program belajar dari kakak-kakak KKN, pembelajaran daring semakin menarik karena kita bisa belajar sekaligus bermain jadi tidak membosankan.”

Dosen Pembimbing Lapangan, Miftahul Furqon, M.Pd., mengatakan “InsyaAllah niat mendampingi siswa dan menjadi relawan ini bisa mendapatkan hasil maksimal dan ilmu yang diberikan dapat bermanfaat.”

Covid-19 begitu besar dampaknya bagi pendidikan. Untuk memutus rantai penularan Covid-19, pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di sekolah sekarang beralih menjadi belajar di rumah dengan menggunakan berbagai macam platform seperti Whatsapp Group, google form, google docdan sebagainya. Dengan adanya kerjasama dan timbal balik antara peserta KKN, orangtua, dan siswa, pembelajaran daring menjadi efektif untuk mendampingi siswa yang diharuskan belajar di rumah selama masa pandemik Covid-19 ini.

Report

What do you think?

Participant

Written by Tataa Zea

Story Maker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Efektifitas Daring dengan Adanya KKN UMP

Belajar Asyik Secara Online Bersama Mahasiswa KKN UMP