in

[Ublik Membaca] Catatan Tentang Hari Esok Versi Maudy Ayunda

Hari esok adalah harapan. Tentu banyak dari kita yang begitu meyakini ini. Hal tersebut membuat kita mempunyai semangat baru untuk terus menjalani kehidupan. Seburuk apapun hari ini, misteri tentang hari esok selalu menunggu kita untuk memecahkannya.

Hari esok yang indah tentu butuh perjuangan. Hal yang dilakukan pada hari ini sedikit banyak mempengaruhi kesuksesan di esok hari. Segala langkah dan perubahan yang kita lakukan untuk membuat diri kita lebih baik akan semakin mempengaruhi hidup kita esok hari.

Dalam sebuah buku berjudul Dear Tomorrow: Notes to My Future Self, Maudy Ayunda mengungkapkan bagaimana prespektifnya dalam memandang hari esok dan tentu beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mewujudukan impian hari esok yang lebih baik.

Catatan Tentang Hari Esok Versi Maudy Ayunda
Dear Tomorrow: Notes to My Future Self By Maudy Ayunda. (Sumber: idntimes.com)

Being Yourself

Kita mungkin sudah sering mendengar nasehat untuk being yourself. Jujur pada diri sendiri. Atau menjadi versi terbaik dari diri kita. Tapi, bukan hal mudah untuk menemukan ‘diri’ kita yang sebenarnya. Layaknya kita Maudy Ayunda juga mengkhawatirkan hal yang sama. Proses pencarian jati diri bukan hal mudah.

Dalam bukunya Maudy mengungkapkan kalau pada akhirnya jati diri kita akan berubah dan bertumbuh seiring dengan lingkungan baru, pekerjaan baru, dan dunia baru yang kita punya. Jati diri kita kadang tak bisa kita temukan begitu saja. Jati diri adalah kombinasi dari apa yang kamu lakukan, prinsip yang kamu punya dan apa yang kamu ingin lakukan.

Jadi, dari pada sibuk finding yourself lebih baik lihat keluar dan temukanlah dirimu sambil belajar tentang banyak hal di dunia, tentang karakter manusia yang membuatmu tertarik atau perbuatan manusia yang menginspirasimu.

a question to ask yourself when you wake up: Who Are You Going to be Today?

Take Your Time

Ekspektasi tentang berbagai hal selalu menghantui kehidupan manusia dewasa. Ekspektasi dari keluarga, lingkungan, bahkan dari diri sendiri. Berbagai pencapaian tentang banyak hal selalu dituntut untuk kita capai. Mulai dari karir hingga hubungan percintaan yang mesti kita raih.

Beberapa orang menyarankan kita untuk segera meraih segala ‘tugas’ tersebut. Sedang beberapa lain menyuruh kita untuk santai saja dalam meraih ‘hal’ itu.
Kita tentu merasa kebingungan untuk memilih lari atau jalan santai saja dalam menjalani hidup. Maudy memberi saran untuk kita lebih mengenal diri kita lebih dalam tanpa terlalu memperdulikan komentar orang lain. Walau bukan hal mudah untuk menentukan bagaimana langkah yang akan kita ambil. Tentu kita yang paling tahu apa yang terbaik untuk diri kita, bukan?

Filter Expectations

Ketika sudah menamatkan pendidikan di tingkat sarjana biasanya kita akan dihadapkan beberapa pilihan hidup, seperti ingin lanjut bekerja, melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya atau menikah. Tentu untuk memilih hal krusial itu butuh waktu untuk menentukannya. Kita perlu melihat jauh ke dalam diri kita tentang mau dibawa kemana sebenarnya hidup kita selanjutnya. Tapi tak jarang juga berbagai komentar dari orang lain yang kadang-kadang terlalu menggurui membuat kita bimbang untuk memilih.

Ketika memutuskan mengambil program masters degree maudy juga banyak mendapat komentar negatif dari orang di sekitarnya. Tentu kita pernah mendengar berita ini bukan? Banyak komentar negatif yang berseliweran di dunia maya tentang ini. Padahal jika kita melihat dengan sudut padang berbeda, tentu hal ini sangat membanggakan.

Ingat, perjalanan hidupmu adalah milikmu sepenuhnya. Jangan biarkan komentar dari orang lain mengacaukan pilihan yang kamu jalani.

be yourself, not your idea of what you think somebody else’s idea of yourself should be– Henry David Thoreau

Do What You Love or Love What You Do?

Terkadang ketika ingin meniti karier kita seringkali harus memilih antara mengerjakan yang kita cintai atau mencintai apa yang kita kerjakan. Jawaban pada pilihan itu juga tergantung dari diri kita sendiri. Ada tipe orang yang suka pada proses dalam mengerjakan sesuatu. Tentu, pilihan untuk mencintai apa yang dia kerjakan dapat ia pilih. Sedang ada beberapa orang yang terfokus pada hasil.

Pilihan terbaik yang bisa kita ambil adalah memilih hal yang membuat kita bahagia entah itu pada proses ataupun hasil. Mengerjakan sesuatu yang membuat kita bahagia akan membuat kita melakukannya dengan sepenuh hati, dan tentu hasilnya juga akan maksimal. Pada akhirnya, hal itu akan membawa kebahagian pada orang lain di sekitar kita.

Falling in Love

Urusan percintaan kadang kala menjadi rumit. Hubungan percintaan antar sesama yang tak berujung baik kadang menyisakan luka. Terkadang kita dihadapkan pada pilihan untuk memaafkan dan menetap pada orang yang sama atau melupakan dan pergi mencari orang lain. Jawabannya tentu tergantung pada kondisi masing-masing.

Tapi kenapa kita tidak memilih untuk memaafkan dan pergi? Memaafkan seseorang tidak sekedar untuk dirinya, melainkan juga berpengaruh pada kebahagiaan di hati kita sendiri. Pada kondisi tertentu, memaafkan juga tak berarti menerima kembali, dan itu tidak masalah. Pergi terkadang berarti baik jika keadaannya tak memungkinkan untuk terus bersama.

Jangan lupa juga untuk tetap menebar cinta, walau kadang kita tak dapat hal yang sama dari orang yang kita cintai. Tapi, semesta akan tetap membalas cinta yang kita berikan dengan hal yang jauh lebih indah.

Yang terpenting, jangan lupa juga untuk mencintai dirimu sendiri.

Sahabat Ublik bisa menikmati ‘hasil pemikiran’ kak Maudy Ayunda ini dalam buku Dear Tomorrow. Buku ini juga tersedia secara gratis di Ipusnas lho. Selamat membaca, ya!

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Panduan dan Tips Dalam Membuat Life Plan yang Tepat

Ingin Jadi Sukses Tanpa Privilese, Memangnya Bisa?