in

Tujuh Bocah Ini Beli Sapi Kurban dengan Cara Patungan

Beli sapi kurban hanya bermodal nabung recehan? Mereka telah buktikan!

Iki dan kawan-kawan melunasi pembelian hewan kurban. (Sumber: Instagram @seribusapiqurban)

Sapi kurban adalah sesuatu yang identik dengan perayaan Iduladha. Jika biasanya orang-orang dewasa yang turut andil dalam berkurban, tapi tahun ini ketujuh remaja yang masih berstatus sebagai siswa tak kalah dengan orang-orang dewasa. Bahkan, tujuh bocah tersebut memberikan hewan kurban yang mereka beli sendiri.

Tak tanggung-tanggung, hewan yang diberikan untuk berkurban pun adalah seekor sapi, bukan seekor kambing atau domba seperti anak-anak yang sedang diajari guru di sekolah untuk berkurban. Meskipun sebenarnya satu ekor kambing atau domba hanya boleh untuk satu orang saja. Bayangkan saja, berapa harga sapi di peternakan maupun pasar hewan? Dari manakah ketujuh bocah tersebut mendapatkan uang sebanyak itu untuk membeli seekor sapi yang kalau dipikir-pikir lebih menguntungkan jika dijual kembali atau diternakkan? Lalu apa motivasi serta alasan mereka berkurban? Baiklah, mari kita bahas hal tersebut!

Baca Juga:

Tentang Sejarah dan Wujud Cinta terhadap Masa Depan: Belajar dari Ardian Nur Rizki

Mengajari Anak Tentang Mengelola Uang dari Budaya Angpao Lebaran

Ingin Lebih Cepat Wujudkan Impian? Mulailah Membuat Jurnal Harian

Ketujuh Bocah yang Menyisihkan Uang Tabungan Demi Membeli Hewan Kurban

bocah, sapi kurban
Inilah bocah-bocah hebat yang rela menyisihkan, bahkan menggunakan seluruh uang jajannya untuk patungan membeli sapi kurban (Sumber: YouTube ANTV).

Pada hari Senin (22/07/2019) terdapat tujuh bocah yang mengunjungi sebuah peternakan sapi di daerah kecamatan Bogor Tengah. Sekilas ketujuh bocah tersebut tampak seperti bocah biasa yang iseng bermain atau sedang mendapat tugas dari sekolah untuk mengunjungi peternakan sapi. Namun ketika ditanya secara langsung, “apa yang sedang mereka lakukan di peternakan sapi?” maka, kamu mungkin akan merasa sangat terkejut mendengar jawaban mereka. Bagaimana tidak? Pasalnya ketujuh bocah tersebut berada di sana untuk melunasi dan melihat secara langsung sapi yang sudah mereka beli satu bulan lalu. Hal yang paling mencengangkan adalah sapi tersebut akan mereka jadikan hewan kurban.

Ketujuh bocah tersebut adalah Abu Bakar (13) siswa kelas 3 SMP, Zhilal (11) siswa kelas 5 SD, Sauqi (11) siswa kelas 6 SD, Fauzan (11) siswa kelas 6 SD, Sukatma (12) siswa kelas 1 SMP, Zalfa (12) siswa kelas 1 SMP, dan Yudi (18) yang baru saja lulus SMA. Mereka semua adalah warga kampung Ardio RT 1/5, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Pada usia yang masih sangat muda, mereka telah menjadi sosok yang tak hanya viral, tapi juga menginspirasi banyak orang.

Awal Mula Keinginan untuk Berkurban

Awalnya Abu Bakar yang biasa dipanggil Iki, mengajak teman-teman sepermainannya untuk menabung. Setelah disetujui bersama, sepulang sekolah Iki mengajak Fauzan untuk mengumpulkan uang teman-teman sepermainannya dan dicatat ke dalam sebuah buku tulis yang difungsikan seperti sebuah buku tabungan setiap harinya.

Berdasarkan penuturan Iki, ia dan kedelapan temannya bermaksud menabung untuk membeli baju baru yang akan dipakai saat lebaran, tapi ujung-ujungnya malah tidak jadi beli. Hal tersebut terjadi karena, mereka terkadang membutuhkan uang untuk membeli jajan atau hal lainnya. Hingga, dua temannya memutuskan untuk mengambil seluruh uang tabungannya dan hanya tersisa Iki dan keenam temannya yang masih setia menabung. Kemudian, berdasarkan kegagalan membeli baju lebaran, Iki berinisiatif mengajak teman-temannya tersebut menggunakan tabungan mereka untuk membeli hewan kurban.

Cara Iki dan Keenam Temannya Menabung untuk Membeli Hewan Kurban

kurban , patungan
Tujuh bocah berhati mulia yang sedang berkumpul untuk menyetorkan uang tabungan (Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Setiap hari Iki dan keenam temannya menyisihkan uang saku Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Bahkan, ada yang rela membawa bekal dari rumah karena, hanya diberi uang saku Rp 10.000 setiap harinya. Uang yang sudah terkumpul tersebut selanjutnya diberikan kepada Yani Haryani, Ibu Fauzan untuk disimpan. Mereka rutin menabung selama beberapa bulan. Jika ada yang bolong (tidak menabung satu hari), maka diakumulasikan pada keesokan harinya.

“Iki, Fauzan, dan yang lain sebenarnya cuma nabung anak-anak biasa kan, terus si Iki itu punya inisiatif gimana kalau uangnya buat beli kurban! Saya sempat ragu kira-kira mereka bisa gak, ya?Saya juga tanyain dulu ke orangtua mereka buat izin. Setelah semua setuju, uangnya setiap hari dikumpulin ke saya dan alhamdulillah ternyata mereka bisa.” ucap Yani Haryani, Ibu Fauzan.

Tanggapan Masyarakat Setempat

Ketua RT setempat berujar, “Sejak tahun lalu, saya sudah mengetahui niatan ketujuh warga saya yang masih seumur jagung itu. Awalnya saya ragu dan menyarankan agar mereka membeli kambing saja jika belum mampu membeli sapi untuk berkurban, tapi menurut Iki, mereka semua ada tujuh orang, yang bisa buat bertujuh itu ya cuma sapi, kata Pak Ustaz. Kalau kambing kan cuma untuk satu orang.

Namanya juga anak-anak kan, tahu sendiri. Kalau sudah maunya, tidak akan mudah goyah! Walau ragu, tapi tetap kami dukung, kan niatnya positif. Tak disangka, mereka berhasil mewujudkan impiannya.”

Sempat diragukan, bahkan oleh orang tua sendiri, tidak membuat ketujuh bocah tersebut patah semangat. Kini, warga setempat dan seluruh masyarakat Indonesia merasa bangga terhadap Iki dan kawan-kawan. Hal ini baru pertama kali terjadi di kampung tersebut, juga di Indonesia.

Motivasi Menabung untuk Membeli Hewan Kurban

Keinginan berbagi kepada sesama, membuat Iki dan kawan-kawan rela menyisihkan uang jajan mereka sebagai patungan untuk membeli hewan kurban. Sungguh mulia hati bocah-bocah tersebut, bukan? Selain itu, keraguan dari masyarakat setempat, bahkan orang tua mereka sendiri juga merasa ragu, justru membuat ketujuh bocah tersebut semakin semangat menabung untuk membuktikan bahwa mereka bisa mewujudkan impian membeli hewan kurban sendiri.

Motivasi ketujuh bocah tersebut untuk berkurban juga berasal dari pelajaran agama yang didapat bahwa, berkurban merupakan salah satu perintah Allah Swt. dan mereka ingin melaksanakan perintah Allah tersebut.

Pembelian Hewan Kurban

lunas , sapi kurban
Iki dan kawan-kawan melunasi pembelian hewan kurban. (Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Sebulan sebelum Iduladha, ketika Iki dan teman-temannya datang ke peternakan untuk pertama kalinya, pemilik peternakan sempat mengusir mereka. Itu disebabkan sering adanya bocah-bocah yang datang untuk sekedar iseng bermain, kemudian berujung memukul dan menyakiti sapi-sapi di peternakan tersebut. Setelah dijelaskan, akhirnya pemilik peternakan terkejut sekaligus salut atas usaha bocah-bocah tersebut menabung demi membeli sapi untuk berkurban. Di luar dugaan! Pemilik peternakan pun memberi diskon yang mana harga sapi tersebut awalnya Rp 20 juta lebih, menjadi Rp 19,5 juta saja.

Pemilik peternakan tempat Iki dan kawan-kawan menjual sapi mengatakan, “Setelah ketujuh bocah yang membeli sapi untuk berkurban itu viral, peternakan saya menjadi semakin ramai! Bukan hanya orang dewasa saja yang datang, ada juga beberapa bocah yang didampingi oleh orang tua mereka bahkan menanyakan kepada saya, ‘bagaimana caranya menabung agar bisa membeli sapi kurban? Saya ya menyuruh mereka bertanya kepada Iki dan kawan-kawan, karena saya kan hanya penjual sapi, Iki dan kawan-kawan lah yang menabung dan berhasil mewujudkan keinginan untuk membeli hewan kurban sendiri.”

Nah, apakah kamu tertarik dan tergerak untuk mengikuti jejak Iki dan kawan-kawan? Sungguh menginspirasi bukan, ketulusan dan semangat mereka untuk berbagi kepada sesama? Benar kata pepatah, “di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan.” Jangan pernah merasa ragu untuk bermimpi, karena saat impian kita masih belum terwujud dan sedang diperjuangkan, orang-orang seringkali merasa ragu, menganggap remeh, bahkan mengolok-olok atau menghina. Ketika mimpi kita mulai terwujud, mereka akan berbondong-bondong mendekat dan memberi selamat, seakan tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Tetap semangat dan semoga impian kita semua cepat tercapai dengan usaha yang maksimal tentunya. 😉

 

 

Ditulis oleh Sheilla Aisyah

Pecinta Kaktus yang berusaha mengabadikan setiap kenangan dan ingin berbagi hal yang semoga bermanfaat melalui tulisan.

Kalian bisa follow juga akun Wattpadku:

@princess_kaktus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

gedung , KPK

Ketika Revisi RUU KPK Bikin Resah, Sekolah Tetap Fokus Pendidikan

skill , grit

Pentingnya Skill dan Grit untuk Mengembangkan Karirmu di Perusahaan