in ,

Tradisi Unik Bulan Ramadan Khas Warga Keturunan Arab di Semarang

Ada tradisi unik di sini, masyarakat berbuka dengan segelas kopi Arab, bagaimana rasanya ya?

Tradisi Unik Warga Keturunan Arab di Semarang (Sumber gambar: ublik.id/Aisyah)

Puasa Ramadan adalah salah satu ibadah wajib bagi umat muslim di seluruh dunia. Berbagai macam tradisi unik pun selalu mewarnai bulan Ramadan. Dari mulai tradisi menyambut datangnya bulan Ramadan, tradisi sahur, hingga tradisi berbuka.

( Baca juga: Puasa Tidak Akan Lemas Jika Kamu Konsumsi Ini Saat Sahur atau Berbuka )

Di Indonesia sendiri yang terkenal dengan keanekaragaman suku dan budaya, tentu kita akan menemukan sangat banyak tradisi. Mulai dari tradisi Ramadan penduduk asli Indonesia, hingga tradisi unik Ramadan penduduk peranakan. Nah, kali ini ublik akan mengajak kalian semua untuk mengintip tradisi unik berbuka puasa warga keturunan Arab yang ada di Semarang.

Lokasi dan Waktu untuk Mengetahui Tradisi Unik Bulan Ramadan Warga Keturunan Arab yang ada di Semarang

masjid menara
Masjid Menara Layur-Semarang (Sumber gambar: ublik.id/Aisyah)

Kita dapat mengetahui tradisi unik bulan Ramadan warga keturunan Arab yang ada di Semarang tersebut, pada sebuah Masjid Menara yang berlokasi di Jl. Layur, Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara. Jangan lupa waktunya yaitu menjelang buka puasa pada bulan Ramadan. Karena Anda tidak akan menemukan tradisi unik tersebut selain pada tempat dan waktu di atas.

Apa Tradisi Unik Warga Keturunan Arab di Masjid Menara?

Kita semua mengenal bahwa tradisi bulan Ramadan, terutama tradisi berbuka puasa di seluruh Indonesia adalah memakan makanan yang manis sebagai menu takjil (makanan ringan untuk berbuka puasa). Contohnya seperti kurma, kolak, dan es sirup.

Hal tersebut berada dengan tradisi menu berbuka puasa warga keturunan Arab yang ada di sekitar Masjid Menara Jl. Layur, Semarang. Mereka justru berbuka dengan segelas kopi yang lebih dikenal dengan sebutan ‘kopi Arab’. Tradisi tersebut lebih dikenal dengan nama ‘tradisi seruput kopi Arab’. Unik, bukan?

tradisi unik , kopi arab
Tradisi seruput kopi Arab di Masjid Menara Layur-Semarang (Sumber gambar: ublik.id/Aisyah) 

Asal-usul Kopi Arab Sebagai Menu Berbuka Puasa di Masjid Menara Layur-Semarang

Masjid Menara Layur-Semarang ini terletak di pinggir Kali Semarang. Dahulu Kali Semarang adalah tempat berlabuhnya kapal-kapal saudagar Arab (Timur Tengah). Mereka mempunyai tradisi meminum kopi saat berbuka puasa, namun kopinya unik terbuat dari tujuh macam rempah pilihan yang sampai saat ini masih keturunan Arab Yaman lestarikan dengan racikan, resep, dan rasa sama persis dengan dulu.

( Baca juga : Ramadan di Sudan: Tantangan Berpuasa di Tengah Suhu 45 Derajat Celcius )

Berdasarkan penuturan sesepuh Masjid Menara Layur-Semarang yang bernama Hamid, “minum kopi racikan tujuh rempah saat berbuka ini merupakan tradisi sejak ratusan tahun, saat komunitas Arab masuk Semarang untuk berdagang waktu itu. Komunitas Arab Yaman ini memang suka sekali dengan kopi racikan tujuh rempah dan tetap eksis sampai sekarang.”

Saat ini, penikmat kopi Arab bukan hanya masyarakat keturunan Arab saja, tapi etnis keturunan Melayu, Bugis, dan penduduk asli Jawa pun juga menjadi salah satu pecinta Kopi Arab khas Masjid Menara Layur-Semarang ini. Bahkan, ada yang sampai jauh-jauh datang dari Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia hanya untuk mencicipi langsung Kopi Arab yang telah terkenal dari lisan ke lisan tersebut.

Keunikan Kopi Arab Masjid Menara Layur-Semarang

Kopi Arab khas Masjid Menara Layur-Semarang adalah ramuan kopi yang dicampur dengan tujuh rempah pilihan yang terdiri dari serai, jahe, kayu manis, cengkeh, kapulaga, daun jeruk, dan daun pandan.

Jika biasanya kopi tidak boleh diminum pada saat perut kosong karena dapat menyebabkan sakit perut akibat kenaikan asam lambung, berbeda dengan kopi Arab khas Masjid Menara Layur-Semarang! Menurut salah seorang warga yang bernama Hasyim, “Kopi Arab di sini itu berkhasiat menyehatkan dan menyegarkan badan setelah berpuasa! Saya sendiri merasakan rasa segar dan tidak capek saat bertarawih padahal hanya minum segelas Kopi Arab dan tiga biji kurma.”

Menurut Ali Maksum yang merupakan Warga Keturunan Arab Yaman, “Kopi Arab ini mengandung beberapa khasiat untuk kesehatan seperti, jika ada orang yang sedang terkena demam atau masuk angin, insyaallah dengan menyeruput Kopi Arab badannya akan terasa lebih sehat! Itu terjadi karena, adanya kandungan jahe dan kapulaga.”

Cara Meracik Kopi Arab

Kopi Arab di Masjid Menara Layur-Semarang adalah kopi yang khas, tidak sembarang orang bisa meracik dan membuatnya. Hanya segelintir orang keturunan Arab Yaman yang bisa membuatnya.

Berdasarkan penuturan sang peracik yang bernama Nurul Hidayati, “Pertama-tama kopi dicampur serbuk kapulaga, jahe yang ditumbuk halus, irisan daun pandan wangi, beberapa merica serai serta kayu manis. Setelah itu, campuran yang sudah dimasukkan ke dalam teko itu diseduh dengan air panas yang baru saja mendidih selama 30 menit sebelum disajikan. Setelah siap, kopi Arab dituangkan ke dalam sebuah cangkir melamin untuk memperkuat rasa.”

tradisi unik , kopi arab
Tradisi seruput kopi Arab di Masjid Menara Layur-Semarang (Sumber gambar: ublik.id/Aisyah) 

Biasanya Kopi Arab disajikan dengan menu pendamping tiga biji kurma dan satu buah Nasi bungkus yang dibagikan gratis bagi Jamaah Masjid Menara Layur-Semarang untuk berbuka puasa.

Bagaimana? Anda tertarik untuk ngabuburit di Masjid Menara Layur-Semarang? Jika Anda ingin melihat langsung proses pembuatan Kopi Arab di Masjid ini, jangan lupa untuk datang sejak pukul 16.00 WIB. Anda tidak hanya dapat mencicipi Kopi Arab, tapi juga dapat melihat-lihat dan mengangumi Masjid bersejarah yang memiliki arsitektur dari beberapa budaya tersebut.

 

Ditulis oleh Sheilla Aisyah

Pecinta Kaktus yang berusaha mengabadikan setiap kenangan dan ingin berbagi hal yang semoga bermanfaat melalui tulisan.

Kalian bisa follow juga akun Wattpadku:

@princess_kaktus

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

[Ruang Fiksi] Surat untuk Hujan

investasikan , hak tubuhmu

Sama Seperti Uang, Investasikan Waktumu pada Hal-hal yang Tepat