in

Tips Sukses Menjadi Seorang Entrepreneur

Apakah Sahabat Ublik memilih untuk menjadi pegawai, entrepreneur, atau pedagang?

Sahabat Ublik, ada berapa banyak dari kalian yang bercita-cita untuk menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur daripada sekadar jadi pegawai biasa?

Pasti banyak sekali dari kita yang sudah sangat tergiur dengan cerita-cerita sukses para pengusaha atau yang dikenal juga sebagai seorang entrepreneur. Marak sekali seminar-seminar motivasi kerja yang menghadirkan para pengusaha sukses, dengan peserta yang beragam, namun mayoritas dihadiri oleh kalangan mahasiswa atau kaum milenial.

Menarik memang, daripada menjadi seorang pegawai yang terikat dengan jam kerja, gaji yang standarnya dipatok oleh pemerintah daerah setempat, dan juga beban kerja yang terkadang berdasarkan subjektivitas atasan. Menjadi seorang entrepreneur adalah salah satu alasan untuk menghindari hal yang mengekang tadi.

Tapi sayangnya, banyak juga kaum muda yang merasa dirinya menjadi seorang pengusaha hanya karena tidak bekerja di kantor karena membuka atau berdagang sesuatu barang, padahal mereka sebenarnya tidak lebih dari seorang pedagang saja, dan belum sampai ke tahapan menjadi entrepreneur sejati. Lho, apa bedanya? Yuk, kita kupas.

1.Orientasi Bukan Hanya pada Uang

Seseorang belum dikatakan seorang entrepreneur jika dalam aktivitasnya berdagang hanya berorientasi pada keberhasilan penjualan dan keuntungan yang didapat. Berdagang adalah salah satu cara untuk menjadi seorang entrepreneur, namun tidak semua entrepreneur berada di sektor perdagangan.

Ada pula sektor jasa yang digeluti oleh mereka yang memiliki kepiawaian menggambar atau membuat desain tertentu. Atau bisa juga, mereka yang pandai merangkai kata sehingga diminati oleh beberapa perusahaan untuk menyusun kalimat-kalimat untuk memasarkan produk. Dengan talenta seperti ini, mereka akan dicari oleh perusahaan dan bahkan dibayar mahal karena passion yang mereka punya, meskipun tidak harus terjun langsung menjual barangnya.

Itulah sejatinya seorang entrepreneur, yang berorientasi pada pekerjaan yang memang merupakan passion mereka masing-masing. Mereka pada awal memulai karir tidak hanya peduli pada besaran uang hasil jualan. Namun lebih pada strategi memperkenalkan dan memasarkan agar perusahaan atau masyarakat luas bisa menerima karya-karya mereka.

Karena tentunya, setelah karya mereka sering digaungkan di masyarakat, semakin banyak pula yang mengenal karya dan juga siapa tangan di balik karya tersebut. Dengan demikian, pundi-pundi uang baru akan menyusul kemudian.

( Baca juga: Mengintip Pekerjaan Copywriter, Sosok Kreatif di Balik Iklan Produk Laris )

2.Selalu Berinovasi

Seperti dijelaskan pada poin sebelumnya, bahwa seorang entrepreneur akan terus berusaha agar karyanya diterima masyarakat atau perusahaan yang membutuhkan. Dengan demikian, mereka pasti akan punya semangat yang lebih untuk terus mengasah produknya, mengembangkan inovasi supaya dapat diterima dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Hal ini tentu berbeda dengan para pedagang biasa. Mereka yang berdagang, biasanya hanya mengetahui alur mengambil barang pasokan, kemudian memajang barang di lapak masing-masing, lalu menunggu atau melayani pembeli. Di satu sisi, terkadang mereka memang mengiklankan barang dagangannya sendiri, namun sedikit sekali dari mereka yang berusaha untuk mengamati tren atau kebutuhan pasar, sehingga memberikan inovasi pada produk mereka. Paling jauh, mereka hanya mengganti model kemasannya saja.

( Baca juga: 5 Mindset yang Sebaiknya Dimiliki Anak Muda sebelum Membangun Bisnis )

3.Tidak Lelah untuk Mengembangkan Potensi

Pengembangan tidak hanya dilakukan kepada produk atau jasa yang mereka jual, namun juga kepada diri seorang pengusaha. Seorang entrepreneur yang sukses, pastilah rela menyisihkan waktu dan biaya untuk berinvestasi yang mengarah pada pengembangan diri.

Sahabat ublik, jika kita cermati, para entrepreneur sukses tidak hanya berdiri di atas panggung sebagai pembicara atau motivator, tapi ada kalanya mereka juga ikut duduk bersama sebagai audiens.

Seorang entrepreneur yang sukses rela duduk dan mendengarkan motivasi dan ilmu-ilmu dari sesama enterpreneur yang lain, meskipun di mata orang lain, sang pembicara adalah pengusaha muda yang baru menetas kesuksesannya.

Bijak dan rendah hati adalah kunci sukses pengusaha. Dan hal tersebut akan kita dapatkan jika kita mampu menggali ilmu dari siapapun sumbernya, tanpa harus menilai apakah sang pembicara adalah senior atau junior di bidang usaha yang kita geluti, karena setiap enterpreneur pastilah punya cerita dan tips suskesnya masing-masing.

marketing , entrepreneur

5.Tidak Terganggu dengan Perubahan Iklim Ekonomi

Sudah sering sekali kita dengar tentang seseorang yang menjadi pengusaha, namun sekarang gulung tikar karena tergerus keadaan ekonomi global yang tidak stabil. Wah, sepertinya hal ini hanya terjadi jika fokus kita hanya sebatas berdagang. Mengapa demkian?

Lihat 3 poin sebelumnya, di mana seorang entrepreneur adalah mereka yang selalu memiliki semangat untuk mengembangkan diri dan produk, sehingga orientasi atau pola pikir yang terbentuk adalah kebutuhan pasar, bukan besaran keuntungan.

Jika sudah menyentuh mindset yang demikian, maka perubahan ekonomi seperti apapun, tidak akan banyak berpengaruh pada kekuatan usaha yang dimiliki. Karena mereka akan terus bergerak menyesuaikan pasar yang dinamis. Sekalipun ada sedikit goncangan, itu adalah hal yang wajar, namun kekuatan mental pengusaha pastilah lebih kokoh dari mereka yang hanya terbiasa dengan berdagang saja.

entrepreneur , tips

Nah, Sahabat Ublik, bagaimana cita-cita kalian sampai sejauh ini? Apakah Sahabat Ublik sudah menghindari jalur pegawai untuk menjadi seorang entrepreneur, atau masih sekadar rencana menjadi pedagang saja?

Jangan lupa pula, ada beberapa tips dari Saya yang bisa Sahabat Ublik renungkan sebelum mengambil keputusan memilih jalur pengusaha yang menyenangkan.

Carilah usaha yang sesuai dengan passion

Karena dengan mengikuti talenta dalam diri kita, maka serumit apapun tantangan yang menunggu di luar sana, tetap akan menjadi sebuah hal yang menyenangkan untuk dikerjakan.

Jadilah seorang pengusaha yang rendah hati

Jangan menutup diri dari ilmu-ilmu yang datang dari manapun dan dari siapapun, karena sebuah ilmu adalah sebuah kebaikan. Lihatlah ilmunya, bukan semata orang yang menyampaikannya. Demikian juga sebaliknya, jika kita merasa memiliki suatu hal yang sekiranya bisa menjadi penerang bagi orang lain, maka bagikanlah ilmu tersebut pada mereka. Jangan pernah berpikir ilmu dan ladang usaha kita akan habis karena terus-menerus dibagikan pada orang lain, karena sebuah kebaikan pastilah akan membukakan pintu kebaikan lainnya, tanpa mengurangi sedikitpun kebaikan yang kita punya.

Ditulis oleh Rahma Roshadi

hanya guru ngaji biasa yang sesekali nulis buku atau artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

rumah sakit , tentang mama

[Ruang Fiksi] Tentang Mama

konsep diri , keluarga

Antara Konsep Diri, Kecerdasan Emosional, dan Kesuksesan