in

Boleh Melamun Asal Tetap Produktif, Coba Tips Ini!

Sebenarnya, apa sih yang kita pikirkan ketika melamun?

Pernahkah kamu menghitung, sudah berapa kali melamun,? Jika sudah, ajaib sekali memang, berarti melamunmu hanya sebentar, bahkan tak berasa. Sebenarnya, apa sih yang kita pikirkan ketika melamun? Mungkin sejatinya tidak ada. Ya namanya juga melamun, tidak memikirkan banyak hal.

Sadarkah kalian, ternyata lamunan kita tersebut justru akan menghambat dan mengganggu kehidupan sehari-hari kita lho. Mungkin bukan melamun, lebih tepatnya berdiam diri tanpa melakukan apapun, dan hal ini akan berujung pada kata malas dan mager (malas gerak). Nah, ini yang bahaya.

Ada sebagian orang berdiam diri untuk alasan rehat karena sudah melakukan banyak aktivitas sebelumnya. Ada juga yang melakukannya karena terlalu stres sehingga bingung apa yang harus dilakukan lebih dulu. Benarkah demikian? Ya, itu benar terjadi.

Pilihan editor

5 Komponen Penting Penunjang Impian, Sederhana Tapi Penting
5 Tips Agar Kita Dapat Menerima Diri Sendiri, Agar Hidup Lebih Bahagia
Jurusan Psikologi: Antara Mitos, Fakta, dan Profesi

Berapa banyak waktu yang terbuang hanya karena terlalu banyak melamun? Mungkin sebagian kita tak bisa menyalahkan hal tersebut karena terkadang hal itu datang secara tiba-tiba juga tanpa disadari.

Hal-hal seperti melamun ini sangat erat hubungannya dengan rasa malas yang ada dalam diri. Beberapa dari kita mungkin sering sekali mengalami hal tersebut. Wajar memang, karena malas sendiri memang menjadi suatu kebiasaan buruk yang alamiah, dan hal ini pun menjadi pemicu seseorang untuk lebih banyak melamun sehingga tidak melakukan apa-apa.

Sebenarnya apa sih yang menyebabkan perasaan malas, mager atau melamun tadi muncul? Ambil satu contoh. Bosan dan jenuh. Yap, hal tersebut juga termasuk ke dalam sebab munculnya rasa malas dan mager dalam diri, karena ketika kita sudah jenuh dengan aktivitas yang kita lakukan, otak akan menstimulasi timbulnya rasa jenuh dan perlahan meyebabkan rasa malas dalam melakukan aktivitas.

melamun , produktif
Melamun atau ingin tidur saja?

Sebenarnya, hal ini dapat diatasi dengan menerapkan hal-hal berikut dalam diri kita. Apa saja kira-kira?

1. Kenali Diri

Yap, kenapa ini di bagian awal? Karena dengan hanya diri kitalah yang mengetahui jadwal keseharian yang paling detail dan ke mana kaki kita akan melangkah dari pagi hingga malam hari. Juga, kita harus mengenali karakter diri dalam menghadapi persoalan dan mengatur waktu, karena tiap individu memiliki karakteristik yang berbeda untuk hal ini. So, coba renungi, ke mana saja kakimu akan berpijak hari ini.

2. Ingat Tujuan Awal

Coba ingat-ingat, tiap kalian melakukan sesuatu, sudah luruskah niatnya? Karena, segala sesuatu yang kita kerjakan tidak akan mencapai hasil yang maksimal jika dilakukan dengan setengah-setengah dan niat yang salah. Sebut saja ketika belajar. Dalam belajar, harus dipastikan bahwa tujuan dan niat awal kita adalah untuk mendapatkan ilmu yang nantinya bisa diterapkan dan bermanfaat bagi diri dan sekitar.

Meski contoh ini terdengar klise, namun untuk masalah belajar ini terkadang beberapa dari kita masih salah membuat tujuan awal tadi. Ada beberapa yang hanya ingin mendapat angka tertinggi, pujian bahkan mungkin iming-iming hadiah dari orangtua. Jika seperti ini, tentu saja dapat menghambat proses kita dalam belajar, yang perlahan akan menuju rasa bosan dan malas tadi.

3. Buat To Do List

Sebagian kita mungkin sudah sangat sering membuatnya, hanya saja terkadang rasa malas dan kurang konsisten lah yang menjadi penghambat ketika hendak melakukan tiap tiap yang akan kita kerjakan per harinya. Untuk membuat ‘to do list’ memang susah-susah gampang, karena kita harus tahu betul apa saja jadwal kita hari ini. Dan yang terpenting, buatlah klasifikasi dari jadwal-jadwal kita tadi. Kenapa klasifikasi? Karena kita harus bisa memprioritaskan hal-hal apa saja yang sekiranya akan kita kerjakan lebih dulu. Misalnya kegiatan yang sudah pasti dan wajib, mendesak, tidak mendesak, deadline dan mendesak, hingga penting tapi tidak mendesak. Karena dengan begini, diharapkan kita tidak akan kebingungan lagi dalam menjalankan aktivitas keseharian kita. Contohnya, ketika dihadapkan dengan suatu project yang cukup rumit dan tugas kuliah yang menumpuk namun mudah. Mana yang akan kalian kerjakan lebih dulu?

Eits, jangan gegabah dulu. Kita boleh saja menjalankan keduanya secara bersamaan, tapi kita harus tahu betul, jika project tersebut meski rumit tapi memiliki rentan waktu yang cukup lama, sedangkan tugas kuliah kita tinggal seminggu lagi harus dikumpulkan. Pada kasus ini, sudah pasti tugas kuliah lah yang harus kita kerjakan lebih dulu, karena sifatnya deadline. Tenang saja, project kita itu pasti akan selesai jika tetap mengikuti aturan dalam to do list tadi.

4. Eksekusi

Langkah keempat sekaligus terakhir adalah eksekusi. Ya, to do list hanya akan menjadi to do list belaka tanpa eksekusi. Pastikan semua to do list yang sudah kita buat dalam catatan, juga dikerjakan ya, untuk hal ini agaknya butuh komitmen yang kuat agar kegitan yang sudah kita rencanakan berjalan dengan baik.

Nah, di balik semua itu, nyatanya ada banyak sekali bukan hal yang bisa kita ubah dan perbaiki untuk menciptakan produktivitas di tengah rasa malas atau mager tersebut. Jadi, bagaimana? Masih ingin menghabiskan waktu kurang produktif kita ? Atau sekarang masih melamun? Hei… Ayo gerak, jangan buang-buang waktu untuk hal yang menghambatmu itu ya. Semangat terus!

 

Artikel ini merupakan artikel kiriman pembaca, isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. 

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

body shaming

Body Shaming? Emang Masih Musim Ya?

kerja , pabrik

Kerja di Pabrik Setelah Lulus SMA? Ketahui Hal Ini Dulu!