in

Tips Manajemen Waktu yang Efektif agar Sibukmu Lebih Bermakna

Bagaimana manajemen waktumu selama ini?

Manajemen waktu

Menurutmu, apa bedanya antara sibuk dan produktif? Terkesan 11-12 sih ya, tapi ternyata beda jauh. Ini semua tergantung bagaimana manajemen waktu yang kita lakukan. Tak sedikit orang yang fisiknya bergerak, tangan dan kakinya bekerja, tapi mereka seperti tidak lagi ‘memiliki’ dirinya sendiri. Waktu sibuk telah merenggut hidupnya.

Waktu, yang tak bisa diulang itu, bisa menjadi seperti rantai yang membuat orang tidak berdaya. Apakah semenyeramkan itu? Kenyataannya, bicara soal waktu memang tidak bisa dianggap sepele. Ada sekian banyak metode manajemen waktu dibahas di mana-mana. Para expert pun membicarakannya. Dan memang ini adalah tantangan besar orang-orang di seluruh dunia.

hargai waktumu , manajemen waktu
Hargai waktumu (Sumber: Pixabay)

Masalahnya, bukan pada seberapa banyak waktu yang kita punya. Bukankah semua orang diberi jatah waktu 24 jam setiap harinya? Yang membedakan adalah bagaimana cara memaksimalkan setiap momennya agar lebih bermakna.

Berstatus sebagai apa pun, kita selalu ‘ditantang’ oleh waktu, untuk menerapkan manajemen waktu yang lebih efektif. Saking banyaknya hal yang mesti dikerjakan, kadang kita kesulitan memilih mana yang harus diprioritaskan. Waktu 24 jam sehari terasa kurang. Apa kamu pernah merasa begitu kewalahan?

Baca juga ;

Tentang Waktu dan Pencapaian

Banyak orang menjalani kehidupan yang bergerak cepat dan menjalani rutinitas, sambil membuat rencana-rencana, tapi ketika melihat lebih dalam, mereka berhenti pada pertanyaan ke diri sendiri: apa saja yang sudah dicapai sampai hari ini? Kita mungkin tidak sadar sering mengulur-ulur waktu untuk membereskan sesuatu, sampai segalanya menjadi ‘tepat’.

Banyak yang menunda pekerjaan karena menunggu mood kembali pulih, mencari momen yang lebih pas. Intinya, memang tidak sengaja membuang waktu cuma-cuma. Sayangnya, tanpa berpikir konsekuensinya. Terlena sedikit bisa membuat suatu hal besar terbengkalai.

to do list , manajemen waktu
Saatnya membuat ‘to do(ne) list’ (Sumber Pixabay)

Membuat Empat Kategori

Saat beraktivitas sehari-hari, apa kamu sudah membuat manajemen waktu sebaik mungkin? Apakah kamu punya sebuah jadwal pribadi? Apakah pekerjaanmu efisien? Apakah hasilnya memuaskan? Sebentar, kalau itu terlalu ‘serius’ karena selalu bicara soal ‘kerja’ dan ‘pencapaian’, bagaimana kalau kita ganti pertanyaannya: apakah sudah bahagia dengan ritme kehidupan yang dijalani sekarang?

Coba tentukan prioritasmu dalam bentuk tabel. Atau kalau sudah pernah melakukannya, bisa dilihat-lihat lagi untuk menguji: apakah masih relevan untuk saat ini? Jangan lupa untuk mengkategorikan aktivitas-aktivitas ke dalam empat kategori.

  1. Pekerjaan yang penting dan mendesak
  2. Pekerjaan yang penting tapi tidak mendesak
  3. Pekerjaan yang tidak terlalu penting tapi mendesak
  4. Pekerjaan yang tidak penting dan tidak mendesak

Apa kamu sudah membuat kategori itu hari ini?

Habis Membuat Daftar Rencana, Setelah Itu Apa?

Membuat rencana, mendaftar hal-hal yang kita butuhkan, sebagaimana menyusun itinerary sebelum memulai perjalanan, itu akan membantu kita lebih siap dalam menghadapi situasi. Bahkan situasi yang tidak terprediksi bakal terjadi.

Barangkali sudah sering kita baca tips seputar produktivitas untuk membuat to do list atau daftar pekerjaan yang akan dilakukan. Senang sekali ya saat kita berhasil mencoret to do list itu, bahkan mengerjakan beberapa hal sekaligus. Tapi, apa benar kita ini sudah produktif?

Jangan-jangan yang selama ini kita pandang sebagai hal produktif, ternyata tidak lebih dari rentetan kesibukan tanpa makna. Kalaupun produktif untuk hari ini, apakah pasti menjamin kalau besok dan seterusnya akan produktif juga? Beberapa kali kita terjebak membuat to do list yang sangat panjang. Bagaimana hasilnya? Seringnya justru banyak yang tidak beres. Banyak yang ingin dikerjakan lalu bingung mau memprioritaskan yang mana.

Dalam to do list yang kita buat itu, di dalamnya ada rencana-rencana yang ‘akan dikerjakan’, tapi belum tentu ‘akan diselesaikan’. Jadi mengapa kita tidak mengubahnya menjadi to done list? Misalnya, untuk yang sudah bekerja, kalau sebelumnya kita membuat daftar kerjaan di pagi hari adalah: menghubungi media online nasional untuk publikasi iklan, diubah menjadi sukses membuat deal publikasi iklan di media online nasional. Itu hanya satu contoh saja. Fokus pada bagaimana menyelesaikan, bukan sekadar rencana untuk melakukan. Prinsip yan sama juga untuk jenis pekerjaan yang lain.

Selesai dengan istilah to do list menjadi to done list, sekarang kita fokus dengan hal teknis. Cobalah untuk membatasi jumlah hal-hal penting selama satu hari. Ada baiknya untuk membuat to done list yang sesuai kemampuan. Setelah itu baru dilanjutkan dengan tugas-tugas yang kurang penting. Tugas-tugas yang dimasukkan ke dalam to done list ini adalah hal yang termasuk paling cepat diselesaikan. Dengan kata lain, kalau tidak dilakukan sesegera mungkin, bisa memaksa lembur sampai larut malam.

Jika tugas terpenting sudah bisa diselesaikan, segera pindah ke tugas-tugas lain, yang walau tidak begitu penting, tapi mesti diselesaikan juga. Ini juga salah satu cara efektif bekerja dengan cerdas, harus bisa menempatkan prioritas sesuai urgensinya.

prioritas , manajemen waktu
Apa prioritas kamu? (Sumber: Pixabay)

Setelah To Done List, Lanjut ke Goal Harian

Kita tahu bahwa tujuan (goal) adalah hal yang memang penting untuk diketahui secara spesifik. Kita bisa membuat goal jangka pendek dan jangka panjang. Tapi, apa ukuran dari goal jangka pendek dan jangka panjang itu? Ada ukuran waktu yang lebih realistis, yaitu waktu dalam sehari. Dengan demikian, menentukan goal per hari menjadi lebih realistis untuk dilakukan.

Terkait manajemen waktu yang efekti, kita bisa membuat goal harian pada malam hari, terutama untuk menentukan prioritas pada keesokan harinya. Siapkan antisipasi juga, untuk mengatasi kalau mungkin mengalami hambatan pada waktu-waktu tertentu di esok hari. Yang pasti, kita harus mengatakan ‘tidak’ untuk gangguan atau distraksi apa pun. Atau misalnya saat kita kesulitan melakukan suatu hal, khususnya pekerjaan dalam teamwork, kita perlu tahu siapa yang bisa membantu melakukannya.

Jika banyaknya pekerjaan membuatmu kewalahan, cobalah urai satu per satu. Membagi tugas ke dalam bagian-bagian kecil juga akan membuat pekerjaanmu lebih tertata. Bagilah pekerjaan yang harus diselesaikan menjadi bagian-bagian kecil. Dengan menjadikannya detail dan tampak mudah, semua pekerjaan tidak lagi terlihat berat, dan kamu pun lebih bersemangat menuntaskannya.

Demikianlah beberapa tips manajemen waktu, agar sibukmu lebih bermakna. Inti dari masalah manajemen waktu adalah bagaimana kita bisa lebih efisien dalam beraktivitas. Secara berangsur-angsur, waktu akan menciptakan pola hidup kita menurut kebiasaan yang kita lakukan.

2 Comments

Leave a Reply
  1. Saat sudah berkeluarga dan total di rumah… Daily goal itu seringkali semua urusan bapak suami dan anak. Aku gak punya personal daily goal atau ya jangan2 personal daily goalku itu ya menyelesaikan semua urusan untuk mereka. Sekretaris pribadi sumi dan anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

5 Usaha Sampingan yang Bisa Mahasiswa Kerjakan Sambil Kuliah

[Ruang Fiksi] Dari Pena untuk Pemimpin