in

Tingkatkan Skill Komunikasi Kamu Supaya Tidak Terjebak dalam Awkward Moment!

Aku yakin pasti diantara Sahabat Ublik pernah mengalami yang namanya awkward moment alias momen-momen canggung ketika sedang berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain. Nggak enak banget kan ya kalau kita lagi ada di awkward moment kaya gitu. Jadi bingung mau bahas apa lagi sama orang yang kita ajak untuk berinteraksi. Lalu, bagaimana sih supaya kita bisa menghindari awkward moment ini? Nah, di sini aku akan membahas mengenai skill komunikasi  dan cara kita berinteraksi dengan lingkungan sosial kita.

Kita semua pasti mau dong jadi seseorang yang luwes dan dapat berkomunikasi dengan baik supaya tidak terjebak dalam awkward moment tadi? Di sini aku akan memberi tahu sedikit tips untuk mengasah skill komunikasi kamu.

Apa sih sebenarnya komunikasi itu?

Well sebetulnya ada banyak banget definisi dari komunikasi itu sendiri. Tapi simpel-nya, komunikasi merupakan penyampaian informasi atau pesan dari satu orang (komunikator) kepada orang lain (komunikan) sehingga maksud dari pesan yang disampikan dapat dipahami.  Secara umum, komunikasi terdiri dari dua macam, yakni komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi verbal merupakan komunikasi yang disampaikan melalui bahasa, melalui ucapan. Sedangkan komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang dilakukan melalui gerak-gerik tubuh, mimik wajah, dan sebagainya.

Baca Juga: 5 Keuntungan Memilih Jurusan Ilmu Komunikasi

Mengapa kita perlu berkomunikasi? Apa pentingnya skill komunikasi?

Komunikasi bertujuan agar kita dapat menyampaikan pendapat atau isi pikiran kita kepada orang lain. Selain itu, komunikasi juga berperan untuk mencapai suatu tujuan yang kita inginkan. Komunikasi juga dilakukan agar kita dapat memahami maksud orang lain. Nah, dengan pejelasan itu, kita jadi tahu dong kalau komunikasi sangat penting untuk kita bisa bergaul dengan orang lain, dengan teman kita, agar tidak terjebak dalam awkward moment yang sudah kita bahas di atas tadi.

Lalu bagaimana caranya supaya kita tidak canggung ketika berkomunikasi?

komunikasi di kantor

Kita sudah tau kan kalau ada yang namanya komunikasi non-verbal? Nah ternyata, untuk mencapai komunikasi yang baik dan efektif tidak cukup hanya menggunakan komunikasi verbal saja loh teman-teman. Namun ada beberapa ada beberapa hal lain yang berperan untuk membangun komunikasi yang efektif tadi, diantaranya yaitu komunikasi non-verbal, atribusi, dan manajemen impresi. Nah kita akan bahas satu per satu tiga hal itu.

  1. Komunikasi non-verbal

Informasi yang kita sampaikan kepada lawan bicara kita tidak hanya melalui kata-kata, akan tetapi juga dari ekspresi wajah, kontak mata, pergerakan tubuh, postur, dan bahkan perubahan hormon dalam tubuh kita. komunikasi non-verbal ini akan membantu lawan komunikasi kita untuk memahami maksud atau isi pesan yang ingin kita sampaikan. Ekspresi wajah merupakan reaksi fisiologis dari otot-otot di wajah kita terhadap level hormon tertentu di otak dan bagaimana otak kita menginterpretasiin apa yang lagi kita rasakan. Namun, bukan berarti ekspresi wajah ini tidak bisa kita kontrol sama sekali. Bisa dilatih kok! Tapi jangan karena ekspresi wajah penting, kamu jadi memberikan ekspresi yang berlebihan ya, hehe.

Selain ekspresi wajah, salah satu komunikasi non-verbal lainnya adalah gerakan tubuh. Tenang atau tidaknya kita bisa dideteksi dari gerak tubuh kita. semakin sering kita menggerakkan tubuh ketika berbicara dengan lawan komunikasi kita, semakin terlihat bahwa kita sedang canggung atau tidak nyaman. Nah, maka dari itu, jangan lupa tenangkan diri dulu ya sebelum berbicara dengan lawan komunikasi kita, agar komunikasinya lebih jelas dan lancar.

  1. Atribusi

Atribusi ini merupakan sesuatu yang penting dalam proses komunikasi. Atribusi juga mamiliki pengaruh yang besar mengenai bagaimana kita akan merespon berbagai informasi yang kita terima. Dalam kata lain, atribusi ini merupakan proses di mana kita berusaha untuk memahami informasi yang disampaikan oleh lawan komunikasi kita.

Atribusi ini penting agar proses komunikasi terus terjadi, agar tidak terjebak di dalam awkward moment tadi. Agar komunikasi perlu terjadi, diperlukan adanya stimulus, pemahaman, kemudian adanya tanggapan atau respon dari stimulus yang berupa informasi tersebut. Ada banyak respon yang bisa kamu berikan. Misalnya, kamu bisa menanyakan hal yang kira-kira kurang kamu mengerti, atau memberikan tanggapan yang relevan dengan informasi yang disampaikan oleh lawan komunikasi kita.

  1. Manajemen impresi

impresi

Hal ini berkaitan dengan bagaimana kita membangun citra diri kita atau impresi kepada orang lain. Kita dapat membangun image tersebut dengan cara mengatur atau mengontrol dengan sedemikian rupa informasi yang kita miliki ketika kita berkomunikasi dengan orang lain.

Baca Juga: Membuat Orang Terpesona dengan Gaya Bicara Kamu, Begini Caranya

Memangnya seberapa pentingnya sih impresi ini? Kalau menurutku sih, ini penting banget. Coba pikirkan, ketika kamu pertama kali bertemu dengan seseorang, apalagi orang asing, pasti yang ada di pikiranmu tidak akan jauh-jauh dari penampilannya, cara mereka berbicara, hingga tingkah lakunya. Hal itu biasa kita kenal dengan sebutan first impression. Impresi ini akan menjadi landasan mengenai bagaimana kita berinteraksi dengan orang tersebut.

Lalu seberapa akurat sih memangnya first impression ini? Beberapa psikolog sosial telah melakukan eksperimen mengenai hubungan antara tingkat percaya diri terkait first impression dengan keakuratan impresi tersebut. Hasilnya ternyata berbanding lurus. Artinya, seseorang yang tidak percaya dengan impresi mereka ternyata memiliki impresi yang tidak kuat pula. Sebaliknya, semakin tinggi tingkat kepercayaan terhadap impresi, semakin tinggi tingkat pula keakuratan impresinya. Akan tetapi, perbedaan poinnya tidak signifikan.

Maka dari itu, terkadang pendapat kamu terkait orang lain ketika pertama kali bertemu dengan mereka seringikali berubah. Nah, dengan alasan itu, jangan jadikan first impression sebagai tolok ukur kepribadian lawan komunikasi kita, ya. Apalagi sampai melabeli orang tersebut berdasarkan first impression.

Berusaha “terlihat baik” di hadapan orang lain dapat membuat diri kita merasa lebih baik juga. Membangun citra diri itu menurutku penting dalam proses komunikasi. Mau tidak mau, lawan komunikasi kamu, apa lagi orang asing, akan melihat penampilan dan gerak-gerik kamu sebelum berkomunikasi. Tentu saja untuk menghindari hal-hal yang buruk terjadi kepada diri mereka. Tapi ingat, membangun citra diri itu memang perlu, tapi jangan teralu jauh dari kondisi kita yang sebenarnya juga yaa.

Nah, tiga hal yang aku sampaikan di atas tadi, hanya sedikit dari cara untuk meingkatkan skill komunikasi kamu. Pada intinya, semuanya bisa dilatih, tapi jangan lupa untuk percaya diri ya teman-teman. Jangan malu untuk berkomunikasi dengan orang lain. Selain bisa menambah teman, bisa menambah ilmu juga loh. Happy connecting with people!

Report

What do you think?

Participant

Written by Aini

Years Of Membership

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Strategi SEO Untuk Blogging

Strategi SEO Efisien Dan Powerful Untuk Blogging

Buat kamu yang pernah berpikir mengakhiri hidup

Buatmu yang Pernah Berpikir Mengakhiri Hidup, Bertahanlah Sekali Lagi