in ,

Terpilih Menjadi Anggota DK PBB, Inilah Peran Indonesia untuk Perdamaian Dunia

Indonesia Menjadi Anggota DK PBB – Untuk keempat kalinya, Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB), mewakili Asia-Pasifik dan menggantikan Kazakhstan. Hal itu diputuskan pada hari Jumat, 8 Juni 2018 dalam proses pemilihan tertutup yang digelar di Majelis Umum PBB di New York.

Sebelumnya, Indonesia pernah tiga kali menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB yakni periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008. Bergabungnya Indonesia dengan DK PBB untuk periode keempat ini, menjadi momen penting yang dicapai di bawah kepemimpinan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. Tiga periode sebelumnya dicapai di bawah kepemimpinan Menlu Adam Malik, Ali Alatas, dan Hassan Wirajuda.

Indonesia Menjadi Anggota DK PBB
Menlu Retno Marsudi (Sumber: Voaindonesia.com)

Pilihan Editor;

Dewan Keamanan PBB atau United Nations Security Council sendiri memiliki peran penting untuk masalah perdamaian dan keamanan internasional. Semua negara anggota PBB wajib mematuhi keputusan DK PBB.

Siapa Saja Anggota DK PBB?

DK PBB saat ini memiliki 15 anggota yang terdiri dari 5 negara anggota tetap (Rusia, Amerika Serikat, Perancis, China, dan Inggris) serta 10 anggota tidak tetap yang terdiri dari dua periode, yaitu periode 2018-2019 (Pantai Gading, Equatorial Guinea, Kuwait, Polandia, Peru) dan periode 2019-2020 (Jerman, Republik Dominika, Indonesia, Belgia, Afrika Selatan). 10 negara yang menjadi anggota tidak tetap DK PBB yang baru terpilih tersebut akan mulai menempati posisinya pada 1 Januari 2019.

Indonesia Menjadi Anggota DK PBB
Ekspresi syukur Menlu Retno setelah terpilihnya Indonesia (Sumber: Washingtonpost)

4 Komitmen Indonesia

Langkah Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB merupakan wujud dari prioritas politik luar negeri Indonesia, yaitu meningkatkan peran Indonesia di tingkat global. Menlu Retno Marsudi telah menjelaskan 4 komitmen Indonesia di DK PBB.

Yang pertama adalah memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global. Indonesia akan mendorong budaya habit of dialogue dalam penyelesaian konflik. Indonesia juga meningkatkan kapasitas pasukan perdamaian PBB termasuk peran perempuan. Yang kedua adalah menguatkan sinergitas antar negara-negara dengan DK PBB dalam menjaga perdamaian.

Indonesia Menjadi Anggota DK PBB

Yang ketiga, Indonesia akan mendorong terbentuknya global comprehensive approach untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme dan yang keempat, Indonesia juga akan mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi antara penciptaan perdamaian dan kegiatan pembangunan berkelanjutan. Selain keempat fokus tersebut, isu tentang Palestina juga akan menjadi perhatian Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB.

Amanah untuk Indonesia

Menurut Menlu Retno Marsudi, hal yang menonjol disampaikan negara-negara anggota PBB untuk mendukung Indonesia adalah rekam jejak diplomasi dan kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian, kemanusiaan dan kesejahteraan di lingkup global.

Dukungan kepada Indonesia yang melebihi 2/3 dari anggota PBB itu bukan tanpa dasar. Menjelang pemilihan, tim kampanye pencalonan Indonesia telah melakukan pertemuan dengan hampir semua anggota PBB. “…yang telah dicapai Indonesia hari ini merupakan hasil dari proses pencalonan dan kampanye yang dimulai pada tahun 2016.” Ungkap Menlu Retno.

Indonesia Menjadi Anggota DK PBB
Indonesia dan Perdamaian Dunia (Sumber: rri.co.id)

Terpilihnya Indonesia merupakan hasil kerja keras seluruh komponen bangsa khususnya para Diplomat Indonesia, dan ini adalah amanah masyarakat internasional kepada Indonesia. Terpilihnya Indonesia ini dapat dilihat sebagai bentuk kepercayaan negara anggota PBB terhadap Indonesia.

Tak ketinggalan, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan apresiasi sekaligus komitmen melalui akun Twitternya, @jokowi. “Alhamdulillah, Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Kita akan berperan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.”

(Gambar Utama: peacekeeping.un.org)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

Ramadan di Taiwan: Mencari Takjil sampai Mengenal Islam di Asia Timur

Topik Obrolan Standar saat lebaran

Mudik dan Serba-serbi Topik Obrolan Standar Saat Lebaran