in

Ternyata Begini Suka Duka Menjadi Pekerja Kreatif

Beberapa tahun terakhir, tren pekerjaan sudah banyak perubahan. Kebutuhan masyarakat pun tidak sama lagi seperti dulu. Tidak sedikit pekerjaan baru yang namanya unik, asing, dan kadang tidak mudah untuk dijelaskan orang tua. Sebagai pekerja kreatif, tentu ada kesenangan tersendiri ketika menjalaninya. Beberapa di antaranya menjalani pekerjaan karena berawal dari hobi, sedangkan sebagian yang lain merasa bahwa ‘memang sudah takdirnya’.

Dari sekian banyak peluang kerja di zaman sekarang, pasti kamu cukup sering melihat banyak lowongan di bidang industri kreatif. Berkarier di bidang kreatif memang seru dan menjanjikan, jika memang sesuai passion. Di dalamnya kita bisa berkarya dan berkontribusi pada perusahaan yang merekrut.

Mau Jadi Pekerja Kreatif? Ada Baiknya Pahami Ini Dulu

Ada beberapa industri kreatif yang terkenal di tengah masyarakat, misalnya bidang kerajinan, musik, film, dan fesyen. Meskipun sebenarnya cakupan dari industri kreatif tidak hanya itu. Untuk yang berminat menjadi pekerja kreatif, ada baiknya untuk kenal dan paham dulu apa saja sebenarnya yang termasuk dalam pekerjaan kreatif.

Menurut data dari Kementerian Perindustrian, inilah bidang yang termasuk ke dalam jenis industri kreatif;

  • Film, fotografi, dan video
  • Musik
  • Periklanan
  • Arsitektur
  • Kerajinan
  • Pasar seni dan budaya
  • Desain
  • Fashion
  • Kuliner
  • Permainan Interaktif
  • Desain web
  • Seni Pertunjukan
  • Penerbitan dan Percetakan
  • Riset dan Pengembangan

Buat yang punya latar belakang pendidikan formal di bidang kreatif atau yang memang punya passion di dunia kreatif, banyak peluang kerja di bidang ini. Tapi untuk yang belum ada pengalaman berkecimpung dalam bidang kreatif dan ingin mulai menekuninya, itu juga sah-sah saja. Karena sebagian besar bidangnya tidak terlalu tergantung pada pendidikan formal, bisa dibilang kalau hampir semua orang bisa menjadi pekerja kreatif. Yang penting tahu dulu apa minat terkuat yang dimiliki. Setelah tahu minatnya, pastinya akan lebih mudah untuk berkembang kariernya.

pekerja kreatif

Lalu Apa Suka Dukanya Menjadi Pekerja Kreatif?

Setiap pekerjaan di dunia ini pastinya memiliki suka dukanya. Saat orang bekerja sesuai hobi dan passion, mungkin akan terasa banyak sukanya. Sebaliknya, jika orang bekerja tidak sesuai passion, besar kemungkinan bahwa di tengah-tengah perjalanan ia akan kurang bersemangat. Benarkah begitu? Padahal kenyataannya bisa saja jauh dari bayangan. Pekerjaan kreatif yang terkesan menyenangkan juga banyak dukanya. Kalau kamu penasaran, coba simak poin-poin berikut ini.

Kita mulai dari sukanya dulu ya.

Bisa Eksplorasi Banyak Ide Menarik

Sesuai namanya, bekerja di bidang kreatif pastinya berurusan dengan ide-ide baru yang menarik. Tentunya terasa menyenangkan bagi orang-orang yang senang mengeksplorasi hal-hal baru. Bahkan, tugas-tugas pekerjaan kreatif tidak ada panduan yang saklek. Meskipun sudah ada orang-orang yang dinilai sukses dan berbagi tentang rahasia keberhasilannya menekuni bidangnya, belum tentu hal itu bisa berlaku pada semua orang dan di setiap zaman.

Misalnya seorang copywriter yang sukses membuat iklan pada tahun 2000-an, belum tentu formula suksesnya dalam hal periklanan masih sama dengan kondisi tren di tahun 2021. Itulah mengapa penting sekali untuk terus berpikir kreatif dan eksplorasi banyak ide menarik. Itu hanya salah satu contoh, dan masih banyak lagi di luar sana contoh lainnya.

Lingkungan Kerja yang Seru

Karena pekerjaannya menuntut ide-ide baru dan inovatif, tentu lingkungan di sekitarnya harus mendukung. Akan lebih sesuai jika lingkungannya fun dan tidak terlalu kaku. Orang-orangnya yang bekerjasama rata-rata easy going di dalam bekerja. Meskipun lingkungannya relatif bebas tapi bukan berarti tidak disiplin. Pada umumnya tim sudah sama-sama memahami tanggung jawabnya. Ruang kerjanya juga tidak harus didesain formal. Bahkan di banyak perusahaan kini sudah banyak yang menerapkan sistem kerja remote atau kerja jarak jauh. Jadi ‘lingkungan’ online bersama rekan kerja pun bisa tetap bertumbuh dengan keakraban.

Relatif Bebas dan Fleksibel

Mungkin di masa kecil yang kita bayangkan tentang kerja adalah berseragam rapi dengan waktu yang stabil setiap harinya, yaitu dari pagi sampai sore. Momen terjebak macet pun sudah biasa. Tapi ternyata hari ini trennya sudah berubah. Orang yang bekerja tidak harus berseragam, tidak harus ke kantor, dan tidak terikat jam kerja. Kebebasan menjadi suatu keistimewaan tersendiri. Selama bisa menjalankan tugasnya, kerja fleksibel juga tetap bisa menghasilkan capaian yang maksimal.

pekerja kreatif

Lalu apa dukanya?

Memang tidak ada pekerjaan yang sempurna dan ideal. Meskipun sudah sesuai hobi dan passion, tapi tetap saja ada hal yang kadang cukup menguji kesabaran.

Tentang Jenjang Karier

Satu hal yang jelas terasa kurang menguntungkan dalam pekerjaan kreatif adalah tidak jelasnya jenjang karier. Mungkin hal ini akan tergantung perusahaannya. Perusahaan startup juga akan berbeda dengan korporat. Tergantung pada individu juga. Tidak dimungkiri kalau seseorang kreatif memiliki kecenderungan mudah bosan pada suatu kondisi yang bersifat rutin. Tidak sedikit kemudian anak muda yang bekerja baru sebentar dan ingin mencoba hal lain yang dianggap menjanjikan. Kalau yang menempuh jalur entrepreneur beda lagi, karena jenjang karier dan pencapaiannya sangat tergantung diri sendiri.

Sering Dipandang Sebelah Mata

Pekerjaan kreatif yang sering dipandang sebelah mata itu sepertinya sudah tidak asing lagi. Apalagi kalau sistem kerjanya fleksibel dan bisa dikerjakan di rumah. Kemungkinan besar akan mengundang reaksi yang beragam dari lingkungan sekitar. Ada kalanya saudara sendiri yang kurang paham akan nyinyir dan bertanya-tanya: “kamu kerjanya apa sih? Kok nonton drama Korea terus?” Setelah itu dijelaskan tentang pekerjaan sebagai content creator dan reviewer di media hiburan, saudara yang belum paham akan semakin nyinyir: “emangnya ada pekerjaan kaya gitu?”

Jam Kerja yang Jauh Lebih Panjang

Pada awalnya semua terasa indah karena pekerjaannya sesuai minat, jam kerjanya tidak terikat, dan bisa dikerjakan dari mana saja. Selama mengerjakan tugas-tugas, suasananya menyenangkan dan teman kerjanya pun open minded. Tapi jangan salah, kerja fleksibel itu berarti mungkin saja atasan akan mengirim pesan pukul 02.00 dini hari. Mungkin juga tiba-tiba revisi dari klien jam 12 malam. Atau tiba-tiba diberi tugas di sore hari dan harus selesai hari itu juga.

Akhirnya jam kerja pun menjadi lebih panjang dan banyak energi terkuras. Sebagian orang memilih menjadi night owl yang lebih konsentrasi di malam hari, padahal itu bukan hal yang baik untuk kesehatan. Termasuk pada saat artikel ini ditulis, jam digital di laptop menunjukkan 01.24 am alias dini hari.

Itulah suka dukanya menjadi orang yang bekerja di bidang kreatif. Mungkin kondisi setiap orang, setiap pekerjaan, atau setiap perusahaan akan berbeda. Yang penting menyadari di mana kemampuan terbaik kita.

 

 

 

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

daftar beasiswa

Mau Daftar Beasiswa? Perhatikan Dulu 5 poin Berikut Ini!

Wajah Masa Kini Kota Jakarta, Modern dan Berkelas