in

Terjebak dalam Zona Nyaman, Bagaimana Mengatasinya?

Pernah nggak sih, ngerasain hidup yang adem ayem gitu? Seperti nggak ada beban, lempeng aja, bebas dari segala kekacauan. Mungkin, salah satu jawabannya karena kita terjebak dalam zona nyaman. Awas, ada bahayanya juga lho kalau kita berada pada situasi ini terlalu lama.

Alasdair White dalam bukunya From Comfort Zone to Performance Management, zona nyaman diartikan sebagai keadaan di mana kita sudah nyaman dengan apa yang kita miliki. Kita merasa tidak perlu untuk berusaha lagi kita sudah bahagia, tanpa bersusah payah seperti kebanyakan orang lainnya. Nah ini nih yang bahaya. Kita keenakan menikmati apa yang ada, padahal segala sesuatu di dunia ini nggak ada yang selamanya jadi milik kita, iya kan?

Orang-orang yang sudah terjebak dengan zona nyaman biasanya suka bermalas-malasan, sering menunda pekerjaan, dan banyak alasan ketika ingin melakukan sesuatu hal baru. Mau berkegiatan malas, karena pemikirannya mungkin masih ada kesempatan di lain hari untuk melakukan itu. Akhirnya dia menunda pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan sekarang juga. Tahu apa akibatnya jika kita melakukan hal ini terus menerus? Pasti hidup akan stagnan, tidak ada pergerakan, kehilangan banyak peluang yang membuat kita berkembang. Sampai pada akhirnya kita sendiri yang merugi.

Tanda-tanda orang yang terjebak dalam zona nyaman ada 6 hal, seperti yang tertulis dalam buku Astrid Savitri, yaitu There’s No Second Chance, Jadi Pemain atau Penonton. Keenam hal itu adalah:

Tidak Punya Tantangan dalam Hidup

Biasanya hal ini disebabkan karena tidak punya tujuan yang jelas dalam hidupnya. Orang suka bilang let it flow ajalah, ia merasa pasrah dengan kehidupannya. Padahal nggak gitu aturan mainnya. Memang benar hidup harus berpasrah dengan Yang Maha Kuasa, tapi hasilnya kan juga sesuai dengan usaha. Kalau kita nggak usaha, mana bisa dapat yang terbaik dalam alur kehidupan kita. Setidaknya tantangan yang kita hadirkan dalam hidup kita dengan hadirnya mimpi dan cita-cita itu dapat membuat hidup kita lebih hidup.

Punya Seribu Alasan Untuk Tidak Melakukan Hal Baru

Kembali pada poin satu di atas, orang yang punya tantangan dalam hidup pasti sangat antusias dengan hal baru. Sebaliknya, orang yang terjebak dalam zona nyaman akan menyusun berbagai alasan untuk menolak hal-hal baru di luar rutinitasnya. Ada saja hambatan yang ia gunakan sebagai alasan, kegiatannya hanya stagnan itu-itu saja tanpa ada progress yang berarti.

Senang Memikirkan Kemungkinan Terburuk

Nah ini biasanya alasan kuat untuk menghindari risiko. Lebih tepatnya memilih untuk tidak melakukan apa-apa supaya hidup kita aman-aman saja. Padahal peluang baik bisa datang kapan saja jika kita mau mengambil risiko. Tentu dengan pertimbangan yang lebih bijaksana dari hanya sekadar menghindar tanpa berbuat apa-apa.

Tidak Bisa Menerima Kritik

Susah memang kalau kita terjebak pada persepsi sendiri. Tidak mau mendengar dan menerima kritik dari orang lain. Padahal hal inilah yang membuat kita terus mengintrospeksi diri, berkembang menjadi pribadi yang semakin baik setiap hari. Kalau kita sudah menutup diri dari kritikan orang lain terhadap kita, mungkin kita tidak akan pernah bisa menyadari titik di dalam diri kita yang tidak bisa kita lihat sendiri. Kita juga butuh kritik orang lain untuk memperluas wawasan dan persepsi kita.

Selalu Memiliki Keraguan

Kita ragu untuk mengambil langkah, lebih tepatnya belum siap mengambil risiko keluar dari zona nyaman selama ini. Kita takut dan khawatir kalau hal yang kita alami saat ini, suasana nyaman ini akan berubah jadi kekacauan di masa depan. Keraguan semacam ini justru yang akan mematikan kita secara perlahan.

Berburuk Sangka Pada Masa Depan

Jika kita melangkah dengan penuh keyakinan, segala sesuatu akan menjadi baik. Sebaliknya ragu-ragu membuat kita melakukan sesuatu menjadi setengah hati. Berawal dari pikiran yang buruk akan membuat perasaan menjadi buruk. Jadi untuk menepis hal ini, keluarlah dari zona nyaman dan melangkahlah dengan penuh keyakinan untuk meraih masa depan.

Terjebak dalam Zona Nyaman, Bagaimana Mengatasinya?
Keluar dari Zona Nyaman. Sumber: Pixabay.com

Jadi, sudah tahu kira-kira saat ini apakah kita benar-benar terjebak dalam zona nyaman? Jika memang hal ini benar, lalu bagaimana caranya untuk mengatasinya? Astrid Savitri juga memberikan jawaban terkait dengan pertanyaan ini dalam bukunya.

Beberapa hal yang bisa kita mulai dari sekarang untuk keluar dari zona nyaman adalah:

1. Mulai Dengan Hal Kecil

Sahabat ublik pasti tahu, hal-hal kecil yang kita lakukan hari ini akan sangat berdampak di masa depan kita nantinya. Nggak harus melakukan sesuatu yang luar biasa, mulai aja dulu. Misalnya ketika kita terjebak dengan kenyamanan di rumah, bangun kesiangan terus setiap hari, maka mulai hari ini bertekadlah untuk bangun lebih pagi, beres-beres kamar sendiri, berusaha untuk rapi dan wangi. Siap untuk menyambut peluang yang datang hari ini dengan penuh semangat. Pasti bawaanya akan happy setiap hari.

2. Ketahui Bahwa Hidup itu Penuh Ketidakpastian

Kalau kita sadar bahwa hidup penuh ketidakpastian, maka kita akan memandang kenyamanan adalah penjara bagi hidup kita. Hal yang membuat kita tidak berkembang menjadi manusia seutuhnya. Untuk menghadapi ketidakpastian itu, maka kita harus punya keberanian untuk mencoba. Hidup yang stagnan harus dilawan untuk kemapanan di masa depan. Bukan hanya soal penghasilan, lebih dari itu, kita juga butuh berkembang dan melakukan perubahan baik setiap harinya. Ya, menjadi manusia seutuhnya.

3. Pelajari Hal Baru

Setelah kita punya keberanian untuk mencoba, kita pasti akan lebih antusias untuk mempelajari hal baru. Ada banyak keuntungan yang akan kita dapat, kita jadi terbiasa dengan suasana baru, kemampuan untuk beradaptasi dan mengatasi rasa takut yang semakin terasah setiap saat akan sangat membantu kita menghadapi berbagai situasi yang tidak diinginkan di masa depan. Selain itu, pengetahuan dan kemampuan kita akan bertambah seiring berjalannya waktu. Hal ini akan sangat membantu nantinya, percayalah.

4. Perluas Sudut Pandang

Hal ini bisa kita lakukan dengan bertemu orang baru, menciptakan suasana baru di tempat yang berbeda, bisa juga dengan membaca buku atau bepergian di suatu tempat. Sudut pandang yang baru perlu kita asah lagi supaya kita mampu menyikapi berbagai situasi dengan lebih baik lagi.

5. Tentukan Tujuan

Menentukan tujuan artinya kita mengetahui ke mana kita akan pergi, mengenal orang-orang seperti apa yang akan kita temui, dan mengetahui risiko apa saja yang akan kita hadapi. Tujuan yang jelas akan mengarahkan dan memantapkan kita untuk melangkah. Tentu hal ini akan memudahkan kita untuk keluar dari zona nyaman. Ketika tujuan yang kita rumuskan tidak sejalan dengan keadaan saat ini, yang mungkin membuat kita tidak melakukan pergerakan sama sekali, tujuan inilah yang akan menjadi pendorong kita untuk keluar dari zona nyaman yang kita hadapi saat ini.

6. Memperbanyak Teman

Memperbanyak relasi atau teman bukan hanya membuat kita kaya akan berbagai sudut pandang dari masing-masing orang. Jika kita pahami betapa pentingnya relasi ini, baik dalam kehidupan pribadi, bisnis, dan kehidupan kita lainnya, kita akan mencari sebanyak-banyaknya teman. Hal ini juga memperbesar peluang-peluang baik yang akan datang dalam hidup kita.

7. Jangan Mengharapkan Hasil yang Sempurna

Dalam buku ini dituliskan, orang yang mengharapkan hasil sempurna sering kali takut dan cemas ketika harus berada di dalam situasi yang baru. Ia tak suka melakukan sesuatu yang baru sebab takut jika hasilnya mengecewakan. Oleh karena itu, untuk melepaskan diri dari zona nyaman, lepaskan dulu sifat perfeksionis. Tanamkan di dalam benak kita bahwa kegagalan yang kita alami semata-mata karena masih belum mengenal situasi yang baru tersebut.

Bagaimana sahabat ublik? Berani keluar dari zona nyaman yang saat ini kita hadapi?

Lakukan langkah pertama hari ini, yuk!

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

3 Profesi yang Tetap Dibutuhkan di Masa Pandemi Covid-19

Masih Punya Masalah dengan Demam Panggung, Sudah Coba Cara Ini?