in ,

Tentukan Standar Kesuksesan, Agar Kamu Tak Hidup Menggunakan Standar Hidup Orang Lain

Setiap orang memiliki impian. Cita-cita yang ingin berhasil agar hidup lebih baik, sukses, dan bahagia. Setiap orang berhak memperjuangkan impiannya masing-masing. Setiap orang bisa menjadi apa yang mereka mau. Hanya saja, terbukti tidak setiap orang berhasil mencapai semua. Adakah yang salah dari cara-mencoba?

Nanti akan kita bahas bersama-sama.

Namun sebelum itu, mari kita samakan frekuensi dulu. Tentang impian yang katanya gratis. Apakah Sahabat Setuju? Jika saya, dengan lantang akan berkata tidak. Mengapa Karena saya pikir tidak ada impian yang gratis, semuanya perlu dibayar, ada harga yang ditetapkan untuk kesuksesan atau kebahagiaan.

Saya percaya, itu hanya orang-orang yang beruntung, yang berhak sukses dan bahagia. Sebab, hukum alam sendiri mengatakan bahwa siapa yang berhasil dengan sungguh-sungguh, maka dialah yang akan mendapatkan.

Tentu untuk mewujudkannya tidak hanya mewujudkan niat dan perencanaan belaka atau malah niat dan angan-angan. Melainkan harus diupayakan untuk memulai, entah sekecil apa pun, jika dimulai pasti lama-lama akan menjadi jembatan bagi kita meraih impian.

Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui, langkah-langkah dan tips menentukan impian. Yaitu;

  1. Tentukan standar kesuksesan, agar tidak hidup untuk standar kehidupan orang lain.
  2. Komponen penting menuju impian.
  3. Bagaimana hobi menjadi pekerjaan kita ?
  4. Agar waktumu menjadi maksimal untuk menggapai impian dan beberapa kesalahan memanfaatkan waktu.
  5. Pusatkan dirimu kepada dirimu.

Ada lima hal dasar, yang ingin saya bagikan dengan teman-teman. Hal-hal yang sedang coba saya terapkan untuk diri sendiri. Jadi, siapa yang sudah siap menjemput impian? Maka, kamu harus tuntaskan membaca kelima artikel yang akan diunggah secara berkala ini. Kamu harus berada di tubuh yang siap berjuang. Jika tidak, maka, impianmu akan menghantui malam-malammu dan meminta untuk lekas berjuang.

Bersiaplah, semua orang bisa menjadi apa pun sesuai dengan kerja keras yang mereka lakukan. Apa kamu tidak mau mengambil kesempatan gratis yang disediakan oleh alam itu? Mari kita bahas langkah-langkah dan tips menentukan impian mulai dari nomor satu.

Tentukan standar kesuksesan agar tidak hidup untuk standar kehidupan orang lain.

menentukan impian
Standar kesuksesan

Sejak kecil kita selalu diberi tahu harus begini dan begitu, harus pintar ini dan itu, kata mereka kalau kamu menguasai suatu pelajaran maka kelak akan mudah mendapat pekerjaan. Kamu yang polos pun menurut, saya tidak tahu banyak tentang konsep jati diri dalam psikologi. Namun ketika seseorang tidak diberi ruang untuk menggali potensi, kelak ketika besar, ia hanya akan menjadi manusia kebanyakan.

Tidak ada yang salah dari itu tentu saja, terlebih jika itu sudah terjadi, tetapi tidak ada yang namanya terlambat. Apalagi kalau kamu mempelajari hal ini untuk digunakan suatu hari nanti, mungkin untuk anak-anak sendiri atau anak orang lain yang ingin kamu tolong. Misalnya, keponakan.

Semua ini bermula dari rasa keingintahuan yang dibunuh. Berawal dari kalimat “ya memang begitu”, “dari dulu sudah begitu”, “sudah, kerjakan saja seperti orang yang mengerjakan sebelumnya”.

Kalimat tersebut menekan kuat-kuat keingintahuan seseorang, lalu menanamkan di bawah sadar mereka; bahwa hidup memang selalu sama dan kita hanya perlu mengikuti fase yang ada. Membunuh sifat kritis dalam diri seseorang.

Karena itu, ada banyak yang melakukan hal ini; melihat orang lain mentereng dengan keberhasilannya di suatu bidang, lantas ia berpikir untuk melakukannya juga. Seolah apa pun yang sedang hangat dan menggiurkan, kita juga harus melakukannya agar setara dengan kesuksesan orang tersebut.

Benar adanya ketika hal itu justru membuat banyak orang patah semangat dan merasa hidup ini ya sudah, mengikuti takdir yang ada. Karena lelah mengejar sesuatu yang tidak sesuai kapasitasnya. Menyalah-nyalahkan takdir. Padahal mereka hanya tidak tahu, apa yang sebenarnya dilakukan, untuk apa mereka melakukannya, yang kemudian hal itu menjadi tekad kuat untuk terus mengejar. Karena sebenarnya, untuk mencapai sebuah kesuksesan kita butuh waktu yang cukup panjang. Jika tidak ada makna yang jelas, baru sebentar saja berjuang akan terasa sia-sia.

Betapa pentingnya menentukan standar kehidupan sendiri, tentang apa itu arti kebahagiaan dan ukuran kesuksesan. Bukannya melihat standar kesuksesan dari orang lain, yang apabila mereka memiliki rumah mewah, mobil mewah, dan serta barang-barang yang mewah, lantas kita mengartikan kesuksesan harus seperti itu.

Bisa jadi, kelak kamu adalah orang yang memiliki banyak uang. Namun kamu tak butuh-butuh sekali dengan barang-barang mewah itu, tetapi kamu tetap merasa bahagia walau tak membelinya. Karena bahagia versimu adalah bisa maka sehat setiap hari, bisa berbagi dengan orang lain, mampu menghabiskan waktu pada malam hari untuk bercengkerama dengan keluarga.

Pun, seandainya kamu tak punya barang-barang mewah, kamu tahu bagaimana harus bahagia.

Kalau kamu tidak memiliki standar kehidupan sendiri, bahkan ketika kamu yang saat ini sudah melampaui dirimu di masa lalu, rasanya tetap saja kurang. Untuk bersyukur masih terlalu berat, karena lagi-lagi ukuran kesuksesan dan kebahagiaanmu adalah orang lain.

Hal ini tentu merugikan dirimu. Kamu merasa harus berjuang lebih keras, padahal yang selama ini pun sudah keras. Kamu mulai mengabaikan hal-hal yang seharusnya diprioritaskan. Misalnya hubungan dengan keluarga, teman, sampai kesehatan. Kamu merasa stres dan sia-sia, karena tidak lekas sampai pada tempat yang bagimu semestinya.

Lalu bagaimana caranya supaya kamu memiliki standar kehidupan sendiri?

Tentukan tujuan

tujuan membuat resolusi
standar kesuksesan

Sebelumnya, mengapa tujuan ini begitu penting? Ia dibuat agar kamu tetap bersukacita meski sesekali harus terluka dalam perjalan menempuh impian.

Banyak dari kita merasa tidak punya tujuan hidup, merasa hidup ini akan baik-baik saja dengan mengikuti alurnya. Tidak punya tujuan berarti tidak perlu mengerahkan tenaga terlalu ekstra serta mencegah depresi.  Namun apakah benar? Realita di dunia ini adalah keadilan yang menyesakkan, bahwa manusia yang punya dan tidak punya tujuan akan ditempa dengan problematika. Tidak peduli kamu punya atau tidak sebuah tujuan hidup, tak peduli kamu adalah manusia yang tidak punya rencana dan menjalani hidup apa adanya. Dunia akan membuatmu berusaha keras untuk bertahan hidup. Itu pasti.

Tanyakan kepada hatimu, apakah benar kamu tidak punya tujuan hidup? Apakah kamu tidak punya keinginan yang begitu mendalam? Misalnya mengarungi dunia ini dan menemukan banyak hal baru? Atau apakah kamu hanya membohongi diri sendiri dan lari dari tanggungjawab untuk menggapai tujuan? Hal itu barangkali terjadi karena ketakutan-ketakutan yang kamu bayangkan.

Yang justru memperbesar risiko kita menjadi pengikut standar kehidupan orang lain. Atau megikuti impian yang dimiliki orang lain, tanpa melihat benarkah itu yang kita ingin dan butuhkan?

Kesalahan terbesar dari menentukan tujuan adalah, asal-asalan membuat goals. Menentukan tujuan hanya untuk punya sesuatu yang dikejar dan bukan karena punya motivasi yang kuat mengapa harus mencapainya. Itulah alasan mengapa banyak manusia berkata, “Aku tidak beruntung.” Atau “Yah, inilah takdirku.” Untuk menutupi ketidaksiapannya berjuang. Atau malah merasa sia-sia memperjuangkan hal ini. Karena tidak adanya motivasi.

Lalu bagaimana kita tahu apa sebenarnya tujuan hidup kita sendiri? Hal itu sejujurnya cukup mudah. Cukup menjadi peka terhadap diri sendiri. Apakah yang kamu butuhkan untuk mengarungi hidup ini? Apa hal yang paling kamu takutkan jika tak bisa mendapatkannya? Apa yang benar-benar kamu sukai? Apa yang akan membuatmu bahagia dan sedih jika menjauhinya?

Jika kamu tahu apa yang kamu inginkan hal itu sudah cukup menjadi jawaban tujuan hidupmu. Saya, sejak kecil selalu suka membaca. Lalu suatu waktu menemukan sebuah buku cerita yang luar biasa dan merasa bisa membuatnya juga suatu hari. Dari sanalah keinginan terbentuk, menjadi penulis. Semakin dewasa menjadi semakin yakin karena selalu bahagia ketika menulis, dan merasa penuh usai merampungkan sebuah tulisan.

Seolah energi bertambah berkali-kali lipat. Lagi pula, memang hal ini yang saya butuhkan. Satu-satunya hal yang saya kuasai, satu-satunya hal yang akan membantu mencapai impian terbesar.

Nah, dari tujuan tersebut kita harus merasa bukan apa-apa jika tidak mencapainya. Kita harus merasa akan benar-benar terpuruk jika tidak mencapainya. Jika hal itu sudah kita rasakan, maka selamat. Kamu sudah menemukan motivasi terbesar. Dan saya percaya, kalian akan mencapainya dengan penuh sukacita meski sesekali akan terluka.

Namun, apakah benar mencapai tujuan semudah itu?

Maaf, dengan berat hati harus saya jawab, tidak.

Benar, tidak mudah menggapai semua itu. Karena menginginkan sesuatu berbeda jauh dengan memiliki rencana tertulis yang jelas untuk mendapatkannya. Tidak berhenti pada menentukan apa tujuan kita. Karena harus ada rencana yang konkret untuk mencapainya.

Sebab rencana ini akan membuatmu melewati gunung-gunung yang menghadang, atau mengitarinya jika tidak bisa mendakinya. Bahkan meski tidak bisa mengitarinya, kamu tetap akan membuat terowongan. Dengan rencana-rencana itu, sebuah impian terasa begitu nyata. Kita bisa membayangkannya di pelupuk mata, semakin jelas, dan semakin dekat dari hari ke hari. Sejalan dengan rencana-rencana yang kita kerjakan hari demi hari.

Orang yang menyusun rencana ini tidak kenal apa arti ketidakberdayaan. Atau putus asa. Sebab mereka selalu mencari pembelajaran dari kegagalan. Mereka mengevaluasi kegagalan dan mengoreksi rencana agar lebih baik. Seolah dari setiap kegagalan dia mendapat satu kunci untuk membuka tabir-tabir rahasia yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Yaitu pelajaran penting yang sebelumnya mereka tidak tahu, tetapi berkat kegagalan itu semuanya jadi semakin jelas.

Sepenting itu menentukan tujuan hidup. Sebab tanpa kita ketahui apa yang benar-benar kita ingin, tidak ada rencana yang bisa disusun untuk mendapatkannya. Hidup akan seperti anak panah yang tak punya target bidikan. Tujuan hidup membuat kita lebih fokus mencapai apa yang benar-benar kita inginkan, dan tahu harus menolak hal-hal yang akan menghambat rencana.

Karena matahari saja perlu kaca pembesar untuk memperbaiki sesuatu, kaca pembesar memfokuskan cahaya matahari Menghindari pemborosan waktu, langsung tepat ke inti yang kita inginkan.

Buat jalanmu sendiri , jangan mau menjadi pengikut standar hidup orang lain. Buat alasan yang kuat mengapa kamu harus melakukannya, alasan dengan semua yang dilalui akan terasa penuh warna. Justru kita akan selalu tertantang lagi dan lagi untuk menaklukan segala rintangan.

Kamu punya jalan sendiri, jangan merasa sedih jalanmu tidak luar biasa. Penyebab luar biasa ini tidak ada ukuran bakunya.

Selengkapnya tentang tips menentukan impian dapat disimak disini:

Report

What do you think?

Participant

Written by Halo Oys

Years Of MembershipCommunity ModeratorVerified User

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

meraih impian, dream, pusatkan dirimu

Pusatkan Dirimu Kepada Dirimu Sendiri Agar Lebih Mudah Meraih Impian

tips jitu mengatur waktu

4 Langkah Jitu Mengatur Waktu, Agar Hidupmu Gak Berantakan