in

Wajib Baca, Ini Dia Tantangan Para Penulis Skenario Sebelum Terkenal

Gairah perfilman Indonesia beberapa tahun terakhir memberikan angin segar bagi siapapun yang ingin berkecimpung di industri kreatif ini, tak terkecuali penulis skenario. Meskipun namanya tak segaung dan setenar nama aktor, produser maupun sutradaranya, namun peran penulis skenario tidak kalah penting dalam menentukan sukses tidaknya sebuah film. Bahkan seorang penulis skenario diibaratkan jantung yang menentukan hidup matinya sebuah karya film.

Beberapa penulis skenario yang terbilang sukses menghasilkan film-film fenomenal yang laris di pasaran antara lain Salman Aristo dengan Laskar Pelangi, Ginatri S Noer dengan Habibie Ainun, serta Joko Anwar dengan Pengabdi Setan. Salman Aristo bahkan pernah berduet dengan sang istri, Ginatri S Noer untuk menggarap naskah film Ayat-Ayat Cinta yang juga meledak di pasaran.

Selain nama-nama besar di atas, nama-nama baru pun bermunculan dan ikut meramaikan industri perfilman Indonesia dengan karya-karya yang segar sekaligus menghibur. Salah satunya Pidi Baiq yang sukses menjadi penulis novel sekaligus penulis skenario film fenomenal remaja bergenre romantis; Dilan.

Baca juga: Mengenal Dilan, Sosok Lelaki Bandung yang Slengekan tapi Idaman

Tidak hanya penulis konvensional semacam Pidi Baiq, komedian stand up atau biasa disebut komika juga banyak yang terjun ke dunia perfilman, baik sebagai aktor, produser, sutradara, penulis skenario, bahkan keempatnya sekaligus. Salah satu komika yang telah menulis banyak naskah film adalah Raditya Dika. Tiga di antaranya adalah Marmut Merah Jambu, Kambing Jantan, dan Hangout.

Bisa dibilang, Raditya Dika menjadi pelopor komika yang terjun ke dalam industri perfilman. Nyatanya, setelah Raditya Dika, banyak bermunculan nama-nama baru yang terjun ke industri film dan menggarap sendiri naskah skenarionya. Sebut saja Ernest Prakasa yang sukses dengan filmnya; Ngenest, Cek Toko Sebelah, dan Susah Sinyal, serta Bayu Skak dengan film perdananya Yowis Ben. Warkop DKI Reborn yang sukses memecahkan rekor jumlah penonton terbanyak sepanjang masa bahkan ditulis oleh tiga komika sekaligus, yaitu Arie Kriting, Andi Wijaya (Awwe) dan Bene Dion Rajagukguk.

Poster film Cek Toko Sebelah (Sumber: IMDb)

Selain bakat alami yang dimiliki, popularitas para komika juga menjadi nilai lebih yang membuat produser mempercayakan mereka untuk menuliskan sebuah naskah film. Nyatanya, debut karya mereka disambut hangat oleh masyarakat. Terbukti dengan suksesnya film-film garapan mereka yang mampu meraih jumlah penonton ratusan ribu hingga jutaan.

Akan tetapi, tidak semua penulis pemula yang potensial mampu mencapai kesuksesan serupa di awal karirnya. Beberapa penulis pemula yang tidak memiliki popularitas tinggi harus berjuang keras dari nol sebelum sukses menjadi penulis skenario. Berikut beberapa tantangan yang harus dihadapi para penulis skenario pemula.

Sulitnya Menembus PH

Bagi seseorang yang baru akan memasuki industri kreatif sebagai penulis skenario, menembus PH (Production House) adalah sesuatu yang tidak mudah. Butuh ketekunan dan kesabaran ekstra agar naskah kita dilirik dan dinyatakan layak untuk difilmkan oleh produser. Beberapa penulis menceritakan perjuangan mereka sebelum sukses menghasilkan banyak film.

Baca juga: ‘Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak’, Film Indonesia dengan Segudang Prestasi

Mereka mengunjungi satu per satu PH dan menitipkan naskah mereka kepada seseorang yang bekerja di PH tersebut untuk selanjutnya diserahkan kepada produser. Apakah cara ini efektif? Tidak selalu. Sebagian besar produser tidak memiliki waktu untuk membaca naskah penulis pemula karena kesibukannya. Walhasil, naskah tersebut ditelantarkan tanpa sempat terbaca. Selain itu, sebagian besar produser atau PH juga sudah memiliki penulis tetap atau penulis langganan yang sudah jelas kredibilitasnya sehingga cenderung cuek dan malas berurusan dengan penulis pemula.

Ilustrasi perempuan sedang mengetik (Sumber: Pixabay)

Namun tidak semua produser seperti itu. Ada juga produser yang mau membuka kesempatan kepada penulis baru dan memiliki waktu untuk membaca naskah-naskah mereka. Jika tertarik dengan naskah tersebut, produser akan menghubungi si penulis untuk selanjutnya diproduksi dalam bentuk film, sinetron atau FTV. Namun jika produser tidak tertarik, naskah tersebut akan dibuang atau dikembalikan kepada penulis. Tapi kebanyakan PH tidak memberikan informasi mengenai penolakan naskah sehingga si penulis yang harus aktif menanyakan kepada PH.

                                                                 Ilustrasi (Sumber: Pixabay)

Perjuangan Membangun Koneksi

Sama halnya dengan bisnis, membangun koneksi juga hal yang harus dilakukan seseorang yang ingin masuk ke industri kreatif ini. Salah satu guru menulis saya yang merupakan penulis skenario FTV dan film memulai karirnya menjadi pembuat kopi di salah satu PH.

Teman saya yang lain juga menjadi pembuat kopi di PH berbeda sebelum akhirnya menjadi penulis skenario untuk beberapa program reality show dan sinetron. Cara ini terbilang efektif dalam membangun koneksi dengan orang-orang PH. Apabila hubungan pertemanan dengan para kru tersebut sudah terjalin erat, kemungkinan naskah kita dibaca oleh produser menjadi lebih besar. Terlebih jika kita mengenal langsung sang produser.

Baca juga: Wiro Sableng 2018 dan Kebaruan Narasi Film Laga Indonesia

Ide Dicuri

Seorang penulis skenario menceritakan pengalaman pahit saat karyanya diplagiat oleh penulis lain. Hal itu terjadi saat si penulis skenario menitipkan naskahnya kepada si penulis yang bekerja di salah satu PH. Untuk menghindari ide tulisan dicuri, ada baiknya mengenal lebih dekat seseorang yang akan kita titipi naskah tersebut. Hal ini penting untuk tahu apakah seseorang tersebut bisa dipercaya atau tidak.

Ilustrasi (Sumber: Pexels)

Disepelekan Senior

Beberapa penulis skenario pemula bercerita kepada saya tentang sikap para senior yang kurang menyenangkan. Tak jarang mereka menyepelekan hasil karya seorang penulis pemula. Sahabat saya bahkan memutuskan untuk keluar dari tim penulis salah satu sinetron karena tertekan dengan sikap seniornya.

Itulah beberapa tantangan yang secara umum dihadapi para penulis skenario pemula. Semoga uraian di atas membuat kalian lebih siap menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Biar Gak Kalah Keren, Ini Dia 8 Gunung untuk Pemula Seperti Kamu

Indonesia Terima Penghargaan dari Lonely Planet, Ini Dia Alasannya