in

Ketahui 6 Kiat Sukses Menjalankan Bisnis Bersama Pasangan

Bisnis bersama pasangan? Pahami dulu ya strateginya…

Tips membangun bisnis bersama pasangan

Sahabat Ublik, di zaman yang serba canggih ini, peluang bisnis banyak terbuka lebar. Selain belajar mandiri, keuntungan yang didapat dari bisnis-bisnis tersebut bisa digunakan untuk tabungan masa depan. Terlebih jika kalian berbisnis bersama pasangan. Mulai dari bisnis kuliner, sovenir, agen perjalanan, pakaian sampai bisnis blogging dan vlogging yang sedang hits. Kini mulai banyak orang yang menyadari kesempatan emas untuk meraup untung dari bisnis-bisnis ini.

Peran pasangan sebagai mitra bisnis tentunya akan membuat pelaku usaha menjadi lebih bersemangat dalam menjalankan bisnisnya. Selain dituntut memiliki komunikasi yang baik, membangun bisnis bersama pasangan rupanya justru dapat meningkatkan keharmonisan hubungan.

Bagaimana tidak? Kalian akan merintis dan mengembangkan sebuah bisnis bersama dari nol. Ada banyak waktu untuk saling berbagi gagasan unik dan menarik. Semua itu akan kalian tempuh untuk mencapai kesuksesan bersama di kemudian hari.

Namun, adakalanya bisnis yang dirintis justru menimbulkan perselisihan satu sama lain. Terutama, bagi kalian pasangan muda. Oleh karena itu, kamu dan pasangan perlu memperhatikan kiat-kiat khusus dalam membangun bisnis untuk menghindari konflik yang mungkin muncul. Apa saja sih, kiat sukses menjalankan bisnis bersama pasangan?

1. Bekerja Sesuai Passion

Bisnis akan lebih asyik dijalankan jika sesuai dengan minat yang dimiliki. Sebelum menentukan bisnis apa yang akan dibangun, tentukan terlebih dahulu bidang apa yang sesuai dengan passion kalian berdua. Selain menikmati setiap prosesnya, bekerja sesuai passion tidak akan mudah membuat kalian jenuh, lho! Tidak ada tuntutan pekerjaan yang berarti, karena kalian bekerja sesuai kegemaran.

Untuk menentukan bidang bisnis yang akan dibangun, kalian harus melakukan diskusi terlebih dahulu. Ada baiknya jika satu sama lain saling menyampaikan gagasan masing-masing. Hindari mengambil keputusan sepihak, ya!

2. Job Description yang Jelas

Selain menentukan bisnis yang sesuai dengan minat dan kegemaran, salah satu hal yang sangat penting diperhatikan adalah menyusun daftar pembagian tugas. Job description atau uraian pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan harus disusun dengan jelas. Hal ini bertujuan untuk menghindari pekerjaan rangkap. Jika perlu, pembagian tugas ditulis rapi dalam sebuah kertas dan ditempel di ruang kerja kalian.

Jika pembagian tugas sudah jelas, pekerjaan dapat dilakukan dengan maksimal. Tanggung jawab yang dimiliki pun memotivasi setiap orang untuk menghasilkan pekerjaan yang lebih baik dan meningkatkan potensi yang ada. Pembagian tugas dalam berbisnis bersama pasangan harus dilakukan secara adil dan tidak membebani salah satu pihak. Meskipun sudah memiliki tugas masing-masing, tidak ada salahnya untuk menawarkan bantuan bila dibutuhkan. Sebaliknya, jika salah satu menemukan kesulitan dalam melaksanakan pekerjaannya, jangan ragu untuk meminta pertolongan pada pasangan. Pembagian tugas bukanlah alasan kalian untuk tidak saling membantu.

3. Support Satu sama Lain

Memiliki rekan bisnis yang telah dikenal baik tentunya menjadi keuntungan tersendiri. Dukungan satu sama lain menjadi kunci utama agar bisnis berjalan lancar dan langgeng. Masing-masing harus saling menyemangati agar bisnis bisa dijalankan dengan asyik dan tidak membosankan.
Adakalanya kamu atau pasangan merasa lelah dalam menjalankan bisnis. Ini merupakan hal yang wajar dan lumrah. Jika hal itu terjadi, kamu dan pasangan harus bisa saling menyemangati satu sama lain. Ingatkan kembali apa tujuan kalian membangun bisnis tersebut.

bisnis , pasangan
Bisnis dengan pasangan? Harus saling support satu sama lain

4. Jangan Mudah Baper!

Meskipun berstatus sebagai pasangan, profesionalisme sebagai rekan bisnis tetap harus dijaga. Jangan mencampur adukkan masalah pribadi dengan masalah bisnis. Terkadang ada salah satu pihak yang mudah terbawa perasaan. Terutama pasangan muda yang biasanya lebih mudah ‘baper’. Kedekataan yang kalian miliki justru membawa masalah besar bagi bisnis yang sudah dibangun.

Untuk menghindari hal tersebut, kedua belah pihak harus saling ‘transparan’ dalam menyampaikan dan menerima saran maupun kritik. Percayalah pada pasanganmu bahwa saran dan kritik yang diberikan bersifat membangun. Gunakan kalimat yang baik dalam mengutarakan pendapat dan hindari berkata kasar. Terkadang melalui ucapan yang tak terkontrol itulah salah satu pihak akan merasa risih bahkan sakit hati.

5. Sering Berdiskusi

Ada banyak masalah yang mungkin muncul di tengah bisnis yang kalian jalankan. Jika salah satu pihak melakukan kesalahan, pihak lain hendaknya membantu menyelesaikan masalah tersebut. Jangan saling menyalahkan karena itu akan memperkeruh keadaan. Saatnya duduk bersama dan mencari tahu akar masalahnya. Luangkan waktu sejenak untuk mendapatkan solusi yang tepat.
Jika ada waktu senggang, lakukan rapat kecil guna membahas urusan bisnis. Hal ini wajib dilakukan untuk menghindari perselisihan. Karena kalian adalah sebuah ‘pasangan’, rapat atau diskusi ini bisa dilakukan dengan santai. Untuk itu, kamu dan pasangan bisa berdiskusi di tempat makan atau taman yang biasa kalian berdua kunjungi untuk sekalian refreshing.

6. Mengatur Keuangan dengan Baik

Keuangan menjadi ‘tokoh utama’ dalam sebuah bisnis. Uang yang dihasilkan pun menjadi tolok ukur keberhasilan bisnis yang dibangun. Menghitung keuntungan merupakan salah satu bagian terpenting dalam membangun usaha. Oleh karena itu, kalian harus kompak dalam mengatur keuangan agar bisnis dapat berjalan awet dan lancar.

bisnis , pasangan
Pastikan mencatat keuangan dengan baik, ya!

Kamu dan pasangan perlu memisahkan uang pribadi dengan uang hasil usaha untuk mengetahui keuntungan yang didapat. Jangan menyimpan uang pribadi dan uang hasil usaha dalam satu dompet. Kalian bisa menyimpan uang hasil usaha di tempat berbeda, misalnya dalam sebuah amplop yang disimpan di tempat yang aman. Jika perlu, buka rekening khusus untuk menyimpan uang bisnis kalian. Jangan lupa untuk membuat buku keuangan yang berisikan catatan keluar masuknya uang usaha.

Itulah beberapa kiat sukses berbisnis bersama pasangan. Jadi, bagaimana? Tertarik untuk mengajak pasanganmu berbisnis?

One Comment

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

internet , kuliah itu

Benarkah “Kuliah Itu Nggak Penting” dan Apa Saja Alasannya?

Mengapa Harus Belajar Parenting Bahkan Sebelum Menikah?