in ,

Ingin Kursus Bahasa Asing Tetapi Biayanya Mahal? Berikut Solusi Asyiknya!

Sahabat Ublik, apakah kalian hobi mendengarkan musik? Atau bahkan mungkin hobi menonton film? Lantas kalian lebih cenderung suka menikmati karya lokal atau asing? Tentu setiap orang memiliki kecenderungan masing-masing, bukan?

Dengan seringnya melakukan kegiatan tersebut, apakah Sahabat Ublik memiliki sebersit keingintahuan tentang makna dari lagu atau film yang kalian nikmati selama ini? Mungkin bisa dikatakan sebagian orang akan menyetujui pertanyaan tersebut, salah satunya adalah saya sendiri dan saya sempat mendiskusikan hal ini dengan teman saya. Kira-kira seperti inilah percakapan kami.

“Aku ingin tahu makna dari film ini, tapi sayangnya aku tidak paham bahasanya. Abisnya bahasa yang dipakai bahasa Inggris sih.”

“Terus, kalau ingin tahu makna sebenarnya, bukannya harus mengerti dan mempelajari bahasa yang digunakan pada film ini?”

“Tapi banyak orang yang bilang kalau belajar bahasa itu tidak perlu. ‘Kan kita setiap hari udah ngomong, bukannya itu sudah termasuk dalam belajar bahasa?”

“Tapi pada kenyataannya, belajar bahasa memang perlu dan memiliki banyak manfaat dalam kehidupan kita sehari-hari, bahkan bisa dikatakan memiliki peran dan pengaruh yang besar.”

“Terus aku harus gimana?”

Pada ujungnya, kami merasa dilema dan tidak menemukan titik solusinya.

Terkadang dengan memiliki hobi mendengarkan musik dan menonton film, baik dengan bahasa Indonesia maupun bahasa asing terdengar sepele. Tetapi siapa sangka dengan seringnya melakukan hal tersebut, tanpa sadar kita dapat meningkatkan kosakata berbahasa secara bertahap, lho. Bukankah dalam era ini kemampuan berbahasa seseorang penting dalam kehidupan sehari-hari? Hal ini terdengar sangat mudah tetapi sangat berpengaruh, bukan?

Tetapi pernahkah Sahabat Ublik berpikir kalau belajar bahasa merupakan suatu hal yang tidak penting?

Oh, jangan salah.

Menurut beberapa artikel yang pernah saya baca di internet, banyak dari keuntungan belajar bahasa yang bisa kita dapatkan, yaitu belajar bahasa dapat menstimulus otak kita dalam membuka pemahaman tentang hal baru, lebih bijak dalam mengambil keputusan, mengasah kemampuan multitasking—yang mana hal ini dirangsang oleh otak saat seseorang ingin menafsirkan bahasa asing ke dalam bahasanya, meningkatkan daya konsentrasi, serta yang terpenting tentu saja kemampuan verbal kita dalam berkomunikasi meningkat dan hal ini dapat kita manfaatkan dalam bergaul untuk menambah relasi pertemanan kita.

Mungkin sekarang Sahabat Ublik kurang lebih akan berpikir seperti ini,

“Terus, bagaimana caranya kita mempelajari itu semua?”

“Bukannya kursus bahasa juga harus mengeluarkan biaya?”

“Biaya kursus bahasa asing mahal, lho.”

“Aku ingin belajar bahasa asing, tapi takut harganya mahal. Tapi zaman sekarang kemampuan public speaking juga penting.”

“Aku harus gimana? Apakah ada alternatif lain yang bisa kulakukan?”

Yap, saya paham itu. Saya sendiri saat melihat daftar harga kursus bahasa yang ada pada brosur lembaga bimbingan belajar dan yang tersebar di internet juga ingin menangis, tetapi kita juga harus menyadari harga tersebut bisa dikatakan cukup sepadan dengan ilmu yang akan diberikan oleh para pengajar dari tempat kursus.

Baca Juga: 8 Tips Belajar Otodidak, Biar Makin Mudah Belajar Banyak Hal

“Tapi aku masih tetap niat belajar bahasa dan aku maunya yang murah bahkan kalau bisa yang gratis. Apakah ada cara lain?”

Tentu saja jawabannya ada. Berikut tips belajar bahasa secara asyik tanpa mengeluarkan biaya lebih kursus bahasa asing yang dapat Sahabat Ublik lakukan.

  1. Kembangkan Hobi

Tips belajar bahasa asing dengan hobi

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, diawali dengan hobi yang disukai—seperti mendengarkan musik, menonton film, dan membaca novel—tanpa sadar akan menimbulkan rasa keingintahuan akan mempelajari bahasa dan budaya secara lebih dalam, apalagi yang kalian nikmati adalah karya asing. Selain itu, kalian juga dapat menambah kosakata bahasa asing dengan membaca artikel dan jika kalian menemukan kosakata sulit, kalian bisa mencatatnya dan mencari artinya dalam kamus lalu dihafalkan. Sehari menghafalkan lima kosakata cukup mudah, bukan?

  1. Manfaatkan Internet

Kelas Online, Kelas Daring

Dengan kecanggihan internet pada zaman sekarang, segala hal di dunia ini seolah hanya pada satu genggaman tangan kalian. Cukup dengan menuliskan kata kunci pada mesin pencarian, semua informasi yang kalian inginkan bisa kalian dapatkan dalam sekejap mata. Nah, tentunya kalian tidak boleh menyia-nyiakan kemudahan tersebut. Saat ini juga semakin banyak website, aplikasi, dan video berisi konten pembelajaran bahasa yang dibagikan secara gratis. Jadi, semua tergantung pada kalian ingin memanfaatkan kemudahan internet ini secara positif atau sebaliknya.

Baca Juga: Ingin Meningkatkan Skill? Inilah 7 Online Course yang Bisa Kamu Coba

  1. Cari Promo Kursus Bahasa Asing dan Ikuti Kelas Gratis

kursus bahasa asing online terbaik
Kursus bahasa asing daring

Masih berhubungan dengan kecanggihan teknologi era revolusi industri 4.0, nih. Kalian juga bisa mencari promo kursus bahasa murah dan iklan kelas gratis. Biasanya iklan seperti ini sering muncul saat kita membuka media sosial. Jangan sia-siakan kesempatan tersebut. Meski dengan harga yang ramah kantong, tetapi keramahan ilmu yang kalian dapatkan lebih dari cukup, bukan?

  1. Membuat Kelompok Belajar

Tips Belajar dan kursus bahasa asing dengan belajar kelompok

Kecocokan seseorang dengan teman biasanya diukur dari kesamaan hobi di antara keduanya. Sebuah hubungan pertemanan akan bisa dikatakan sehat jika masing-masing di antaranya saling berbagi hal positif. Minat tersebut bisa berupa apa saja, bahkan minat untuk belajar bahasa. Sering-seringlah berbagi informasi dan belajar bersama dengan teman. Selain meningkatkan kerekatan antar teman, saling bertukar pikiran juga memberikan stimulus pada otak untuk lebih bersikap terbuka. Kalian juga bisa berbicara bahasa asing dengan teman kalian. Tidak masalah jika masih belepotan, hitung-hitung sebagai latihan untuk membiasakan lidah kalian dalam berbicara bahasa asing. Bukankah ada pepatah yang mengatakan, “practice makes perfect”?

  1. Ikuti Komunitas Bahasa

Komunitas Bahasa untuk belajar bahasa asing

Manusia adalah makhluk sosial, maka dari itu manusia perlu interaksi sosial untuk menambah relasinya. Selain membentuk kelompok belajar dalam ruang lingkup kecil, kalian juga dapat menambah relasi pertemanan dengan mengikuti komunitas bahasa. Dalam komunitas bahasa, kalian akan bertemu dengan orang-orang baru, dipandu oleh moderator serta narasumber yang dengan senang hati membagikan pengalaman dan motivasinya, lalu dibentuklah kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan sebuah topik yang telah dibahas oleh sang narasumber, pada kelompok kecil tersebut kalian bisa saling bertukar pikiran dan menarik kesimpulan yang mana pada akhirnya akan dijelaskan pada seluruh peserta komunitas. Dengan mengikuti komunitas seperti ini, banyak hal yang dapat kalian ambil, di antaranya yaitu menambah teman baru, menambah kosakata bahasa, membuka pemikiran kalian agar lebih terbuka terhadap pendapat orang lain, menambah kemampuan bahasa kalian, dan sebagai nilai plus-nya kalian dapat mengasah rasa percaya diri dalam melakukan public speaking.

Baca Juga: Kuliah ke Luar Negeri? Inilah Hal-hal Seru yang Bisa Kamu Dapatkan!

Bagaimana menurutmu? Apakah belajar bahasa masih terdengar sulit?

Dengan diawali dengan minat dan hobi yang terlihat sederhana disertai dengan melakukan kegiatan asyik seperti tips di atas, kursus bahasa asing tidak perlu lagi harus dilakukan di tempat formal dan membayar mahal. Sekarang tergantung pada usaha dan kemauan kalian untuk menggali informasi lebih dalam guna meningkatkan kualitas diri.

Jadi, apakah Sahabat Ublik masih berpikir belajar bahasa itu sepele?

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Aplikasi Pinjaman Online yang Terpercaya dengan Proses Cepat

5 keuntungan kuliah sambil kerja

5 Keuntungan Kuliah Sambil Kerja, Tak Cuma Soal Finansial