in

Skill yang Harus Dimiliki dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 di depan mata, apakah kamu sudah siap menghadapinya?

Sahabat Ublik, pernah membayangkan kehidupan kita di dunia ini ditemani dengan berbagai robot canggih seperti di film-film? Seperti adanya mobil otomatis, artificial intellegent, dan berbagai alat robotik lainnya. Nah, para pakar teknologi meramalkan bahwa pada tahun 2020 dunia akan memasuki era revolusi industri 4.0, yang mana di era tersebut akan banyak sekali bermunculan robot canggih yang dilengkapi kecerdasan buatan, superkomputer, kendaraan otonom, dan serba robotik lainnya.

Nah, seiring dengan masuknya era revolusi industri 4.0, maka tentu pemanfaatan robot dan kecerdasan buatan itu akan semakin lazim digunakan dalam proses produksi manufaktur. Memang kalau kita lihat, mungkin akan terlihat begitu wah dan canggih serta membuat takjub. Namun, di balik itu semua pasti akan selalu ada dampaknya. Sebagaimana dilansir dari Teknologi.id, bahwa revolusi industri 4.0 ini akan menyebabkan disrupsi atau gangguan, tidak hanya di bidang bisnis saja, namun perubahan ke arah automasi tersebut bisa mendatangkan berbagai dampak kepada para pekerja industri.

Hal ini berarti akan banyak sekali jenis pekerjaan yang hilang dan tergantikan oleh fungsi robot canggih. Wah jadi pengangguran dong kita? Tapi tunggu dulu! hehe. Perubahan di era revolusi industri 4.0 ini memang akan bermunculannya berbagai robot canggih, tetapi di satu sisi akan muncul pula kemungkinan berbagai jenis pekerjaan baru yang tak terbayangkan sebelumnya, sehingga dari adanya revolusi industri 4.0 ini menuntut kita untuk memliki skill atau kemampuan yang selaras dan mumpuni yang tentu sangat diperlukan di masa depan.

Lalu, apa saja skill yang harus kita miliki untuk menghadapi era baru ini? Nah, berikut adalah skill yang harus sahabat Ublik kuasai agar bisa mejadi strategi menghadapinya.

1.Complex Problem Solving

Apa sih complex problem solving itu? Maksudnya ialah suatu kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan sistematis. Dimulai dari melakukan identifikasi, menyeleksi informasi terkait masalah tersebut, melihat dan menentukan opsi atau solusi, serta mengevaluasinya, guna menyelesaikan masalah tersebut. Ini sangat penting sekali, apalagi di era digital yang mana informasi sangat berserakan.

2.Critical Thinking

Yang kedua adalah critical thinking atau bisa kita sebut berpikir kritis dan tentunya masuk akal. Dari berpikir kritis itu akan membentuk strategi yang akan meningkatkan hasil dan feedback yang kita harapkan.

3.Creativity

Ini sangat penting sekali, sebuah kreativitas yakni kemampuan untuk menemukan sesuatu yang unik dan orisinil. Tak harus benar-benar baru, bisa juga kita berinovasi dari yang sudah ada, yang terpenting sesuatu yang baru dan unik itu bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

4.People Management

Ya, ini merupakan kemampuan untuk mengatur orang atau bisa kita sebut leadership. Artinya kita harus mampu mengatur, memimpin, dan memanfaatkan sumber daya manusia secara tepat sasaran dan efektif. Kalau tidak apa mau kita nanti diatur oleh robot? Hmm…

5.Coordinating with Other

Sebagai manusia kita merupakan makhluk sosial yang pasti hidup berkelompok dan bekerja sama dengan orang lain. Maka saling berkordinasi dengan sesama sangat diperlukan.

kerjasama , industri 4.0
Bisakah kita bekerjasama?

6.Emotion Intelligence

Dalam kehidupan sehari-hari, kadangkala kita tak lepas dari emosi. Nah, untuk menghadapi revolusi industri 4.0 ini, kita harus mampu mengatur emosi kita. Karena emotion intelligence atau kecerdasan emosional dimaksudkan untuk mengatur, menilai, menerima, serta mengontrol emosi untuk diri sendiri dan orang lain.

7.Judgement and Decision Making

Nah, maksudnya adalah kemampuan untuk menarik kesimpulan atau mengambil keputusan dalam kondisi apapun bahkan ketika berada di bawah tekanan sekalipun. Pokoknya harus siaga mengambil keputusan deh! Hehe. Jangan menggantung.

8.Service Orientation

Sudah tak asing dengan istilah pelanggan adalah raja? Nah, ini maksudnya. Kita harus memiliki kemampuan melayani. Service orientation merupakan kemampuan dan keinginan untuk membantu dan melayani orang lain sebaik ungkin agar mereka tidak terlalu terbebani. Nah, dengan sikap service orientation ini, kita akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk orang lain atau pelanggan tanpa mengharapkan penghargaan semata. Kalau tidak pekerjaan kita diambil robot nih.

negotiation , industri-4.0
Kita pun tak lepas dari negosiasi setiap hari

9.Negotiation

Nah, ini bisa diartikan kemampuan berbicara, bernegosiasi, dan meyakinkan orang lain dalam aspek pekerjaan. Walaupun sulit tapi ini harus bisa kita lakukan. Karena sebuah pekerjaan diperlukan kesepakan bersama bukan? Meskipun tak semua orang secara alami memiliki kemampuan untuk mengadakan kesepakan yang berbuah hasil. Namun, hal ini dapat kita kuasai dengan banyak latihan dan pembiasaan diri, yang terpenting kita mau apa tidak?

10.Cognitive Flexibility

Nah, yang terakhir adalah cognitive flexibility atau fleksibilitas kognitif. Yakni sebuah kemampuan untuk switch atau pengalihan dalam berpikir sesuai kebutuhan yang diperlukan. Artinya kita harus mampu menyusun secara spontan suatu pengetahuan, serta memberi respon untuk dapat menyesuaikan dengan keperluan dan mengubah tuntutan situasional.

Nah, itulah sahabat Ublik, 10 skill atau kemampuan yang harus kita miliki guna menghadapi revolusi industri 4.0. Dengan perubahan yang begitu signifikan dalam kehidupan, maka kita pun harus memiliki kemampuan dan mampu beradaptasi, karena hanya ada dua pilihan; beradaptasi atau mati! Mudah-mudahan artikel ini dapat memberikan sahabat Ublik referensi ya, terima kasih.

Ditulis oleh Fakhri Fauzan Azhari

Aku adalah seorang hamba yang mengabdi kepada illahi lewat sebait puisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tips Ujian Toefl

6 Strategi dan Tips Sukses Lulus Ujian Toefl dengan Skor Tinggi

Angpao lebaran , anak

Mengajari Anak Tentang Mengelola Uang dari Budaya Angpao Lebaran