in ,

Sikap Seperti Ini Bikin Kamu Jadi Pribadi yang Bisa Dipercaya

Belajar mempercaya dan dipercaya orang (Sumber: hackernoon.com/Mark Airs)

Trust takes years to build, seconds to break, and forever to repair…  (Anonim)

 

Ublik.id – Apapun status kita, di mana pun, dalam situasi apa pun, tentu akan menyenangkan sekali kalau orang di sekeliling kita adalah sosok yang bisa dipercaya. Mau ngajak kerjasama bisnis, bisa. Mau cerita soal rahasia, aman. Mau pergi traveling bareng pun oke-oke saja.

Pada umumnya memang orang ingin membangun hubungan atau relasi, berbagi informasi, berbagi peran, berbagi cerita, juga diperlakukan secara adil oleh orang lain. Kamu setuju dengan itu? Semua orang ingin menjadi pribadi yang bisa dipercaya. Bahkan, dalam situasi yang lebih serius, kita membutuhkan skill negosiasi untuk menjadi orang yang bisa dipercaya.

Bagaimana Seseorang Bisa Percaya dengan Orang Lain?

Mungkin kamu pernah bertanya-tanya: sebagian orang terlihat mudah sekali membuat orang lain percaya dengan apa yang ia katakan, tapi apa rahasianya? Padahal seseorang pada dasarnya tidak berkuasa membuat siapapun untuk melakukan apapun, kecuali mereka telah memiliki kesadaran tentang adanya keuntungan jika dirinya melakukan hal tersebut.

Kebanyakan orang akan membutuhkan lebih banyak penjelasan, atau lebih tepatnya penjelasan yang meyakinkan. Uniknya, pikiran kita cenderung bekerja untuk mencari informasi tentang apa yang sudah diketahui sebelumnya, dan menghindari fakta-fakta yang bertentangan dengan apa-apa yang diyakini.

Para peneliti dari Universitas Carnegie Mellon menunjukkan bahwa manusia lebih cenderung mudah menerima saran dari sumber info yang terdengar percaya diri. Dengan kata lain, bukan tentang ‘apa yang disampaikan’ dan ‘siapa yang menyampaikan’, tapi bagaimana cara menyampaikannya. Bahkan sampai lupa memperhatikan apakah mereka yang memberi saran itu punya rekam jejak yang kurang baik atau karena orang itu memang jago public speaking alias jago ngomong di depan banyak orang. Asalkan mereka terkesan meyakinkan, meskipun belum tentu benar, orang akan cenderung lebih mudah percaya dan mengikuti.

membangun kepercayaan , bisa dipercaya
Membangun kepercayaan (Sumber: thomaspetty.com)

Skill Negosiasi yang Ternyata Lebih Penting dari yang Kita Pikirkan

Dalam banyak situasi, kita sering menemukan momen tawar menawar atau negosiasi dengan orang lain. Kamu pun mungkin begitu juga. Harapannya agar kita mendapatkan apa yang diinginkan tanpa merugikan pihak lain. Tidak hanya berlaku untuk hal-hal formal, penting, dan identik dengan urusan orang-orang berpengaruh, ternyata skill negosiasi lebih penting dari yang kita pikirkan.

Semua negosiasi melibatkan risiko dan setiap risiko berpotensi menjadikan situasi tidak nyaman akibat kurangnya rasa percaya. Itulah sebabnya proses membangun kepercayaan sangat penting. Lebih dari sekadar aktivitas transaksional yang mengukur keberhasilan berdasarkan untung rugi yang bisa dihitung dengan angka, negosiasi adalah tentang membangun relasi jangka panjang, tentang menjaga komunikasi, tentang membantu orang membuat keputusan lebih baik.

Bagaimana kita bisa bernegosiasi dengan orang-orang baru, memulai dengan penuh kepercayaan diri, dan akhirnya mengesankan bahwa kita adalah pribadi yang bisa dipercaya? Jujur saja, bahwa karena beberapa hal, kita bisa mengalami momen di mana kepercayaan sedikit rusak, bahkan ketika kita menyadari satu hal: tidak ada yang sengaja bermaksud merugikan dengan merusak kepercayaan itu.

Baca juga :

10 Tips Traveling Ke Luar Negeri Untuk Pemula, Hemat, Aman, dan Pastinya Bikin Happy
Belajar dari Rizhaf Setyo, tentang Memaksimalkan Potensi Mahasiswa
2 Tahun Menginspirasi, Selamat Ulang Tahun Ublik!

Menjadi Pribadi yang Bisa Dipercaya, Mulai dari Mana?

Menjadi pribadi yang bisa dipercaya itu memang bukan hal yang mudah, apalagi dalam kondisi yang cukup banyak tekanan dan berisiko tinggi. Misalnya seperti ketika bernegosiasi dengan orang asing, menghadapi tenggat waktu yang mepet, menghadapi orang dengan ‘beda level’ pengaruh, faktor kekuasaan, status sosial, kekuatan hukum, dan lain-lain. Lalu, kalau memang ingin jadi pribadi yang bisa dipercaya, mulai dari mana?

pribadi , bisa dipercaya
Bisa menempatkan diri (Sumber: Pixabay)

Menyamakan Frekuensi

Bisa dibilang kalau ini adalah salah satu ‘mekanisme dasar’ dari pikiran kita pada saat berinteraksi dengan orang lain. Pertama-tama, untuk membangun kepercayaan adalah gunakan prinsip kesamaan. Ketika kamu bisa membuat seseorang merasa ada kesamaan atau satu frekuensi denganmu, itu adalah sinyal positif.

Kuncinya adalah menemukan kesamaan dan tanpa memandang usia, senioritas, atau latar belakang, untuk menemukan kesamaan dengan orang lain. Seringkali, prinsip ini lebih berpengaruh daripada hal-hal teknis seperti; media apa yang digunakan untuk berkomunikasi, apakah akan berdiskusi melalui telepon, secara tertulis atau secara langsung. Seperti apa cara praktis untuk menyamakan frekuensi?

Saat sedang ngobrol dengan orang, pahami gaya komunikasi lawan bicara. Selanjutnya adalah gunakan bahasa mereka. Sebagai contoh kalau dia adalah orang visual, maka gunakan ‘bahasa visual’, seperti ‘melihat’, ‘kelihatannya’, ‘tampaknya’. Untuk bisa satu frekuensi saat ngobrol dengan orang visual, beri respon yang sesuai dengan dirinya.

Membangun Reputasi Diri

Kemampuan orang untuk bisa dipercaya itu bisa dilatih dari waktu ke waktu, salah satunya karena reputasi yang kuat. Bagaimana reputasi bisa membentuk pribadi yang bisa dipercaya? Ini tak lain adalah tentang personal branding, yakni sebuah persepsi, kesan atau pendapat seseorang tentang diri kita. Semakin banyak orang yang mengenali hal baik dalam dirimu, maka semakin kuat juga reputasi diri yang terbangun.

Lewat sejumlah karya yang sudah kamu kerjakan, reputasimu atau hal positif lainnya bisa membangun kepercayaan diri sejak awal. Semakin kamu dikenal karena skill tertentu, maka semakin kuat trust yang diperoleh. Diimbangi dengan sikap jujur, itu membuatmu semakin bisa dipercaya oleh orang lain.

Lakukan Sesuatu yang Membuatmu Jadi Orang yang ‘Dibutuhkan’

Setiap orang memang saling membutuhkan satu sama lain. Ada saatnya membutuhkan, ada saatnya dibutuhkan. Semakin kamu merasa ‘tergantung’ dan butuh seseorang, maka bukankah itu membuatmu semakin bersedia untuk memercayainya? Begitu pula sebaliknya. Tentu dalam arti positif ya. Ketika dirimu dan orang/pihak lain percaya bahwa kalian sama-sama membutuhkan untuk mencapai suatu tujuan, tentu kepercayaan itu akan meningkat.

Jangan lupakan tentang memahami sudut pandang orang lain dan bagaimana caramu mengutarakan maksud dengan pilihan kata-kata yang tepat. Semakin orang lain merasa bahwa mereka telah diperlakukan dengan baik, maka semakin besar kemungkinan mereka untuk menerimamu dan melihatmu sebagai pribadi yang bisa dipercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

kejutan , kegagalan

Kegagalan Itu Punya Banyak Kejutan, Jangan Cepat-Cepat Menyerah!

mengetahui , sifat asli

Penasaran Sama Sifat Asli Seseorang? Temukan dengan 10 Cara Ini