in

Setelah Mengalami Kegagalan, Saatnya Mendesain Ulang Kehidupan

Kegagalan adalah  sukses yang tertunda, adalah sebuah nasihat yang sudah sangat sering terdengar. Tentunya, ini adalah sebuah motivasi bahwa dalam menjalani skenario kehidupan, tidak selalu akan sesuai dengan yang kita harapkan. Akan ada krikil hingga badai besar yang menerjang tanpa pernah kita tahu kapan datangnya.

Namun sahabat Ublik, pernahkah dalam langkah-langkah kita, ada sebuah badai yang mengguncang demikian dahsyat, sehingga nasIhat seperti di awal tadi seperti tidak lagi bermakna penting?

Adakah sahabat Ublik yang pernah mengalami keterpurukan kondisi ekonomi yang teramat buruk sehingga hancur semua impian yang pernah dirancang? Atau mungkin ada dari sahabat sekalian yang pernah merasakan kehilangan seseorang, pekerjaan, kepercayaan, atau apapun, yang dirasakan demikian mendalam karena seseorang, pekerjaan, atau kepercayaan tersebut sudah telanjur kita yakini sebagai sebuah titik awal kesuksesan masa depan kita?

Tentunya hal tersebut akan sangat menyita energi dan pikiran kita, bahkan tidak jarang kita akan larut dalam kebingungan yang sangat dalam. Bagaimana caranya kegagalan yang sangat buruk ini bisa berbalik menjadi sukses yang baru? Sahabat Ublik, sebelum mencapai kesuksesan yang tertunda, ada perlunya kita terlebih dahulu mendesain ulang rencana-rencana kehidupan yang pernah kita punya sebelumnya, namun terhempas dalam kegagalan.

Memperbaiki Kesehatan Fisik, Mental, dan Spiritual

Ketika kita mengalami sebuah peristiwa yang membuat jiwa kita berduka, pastilah akan disertai dengan lelahnya jasmani karena tersedotnya energi untuk marah, menangis, memberontak, kesal, dan sebagainya.

Pada kondisi tubuh yang demikian, seseorang bisa dikatakan sedang sakit jasmani dan rohaninya. Karena rata-rata orang yang sedang jatuh sakit pastilah tidak akan bisa maksimal berinteraksi dengan orang lain, begitulah jika kita sedang terpuruk atau larut dalam duka yang mendalam. Pikiran kita akan dikuasai oleh kekalutan, dan akibatnya badan kita pun akan cepat merasakan lelah meskipun sedikit sekali pekerjaan yang bisa kita lakukan.

Memperbaiki kesehatan adalah hal penting pertama yang harus dilakukan setelah kita lelah dengan sebuah hantaman peristiwa yang di luar dugaan. Hal ini tampaknya sepele, namun perhatikan bahwa kinerja seseorang tidak akan mencapai batas optimal jika dalam kondisi kurang fit secara jasmani. Terlebih jika yang tidak fit adalah kondisi mentalnya yaitu pikiran dan hati, yang akan mempengaruhi munculnya logika dan rasa. Maka penuhi kecukupan istirahat dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk mengembalikan fungsinya secara sehat, dan hal tersebut akan membantu otak kita ketika dibutuhkan untuk memikirkan kebutuhan lain yang kita perlukan.

Bukan hanya fisik dan mental, seseorang juga memiliki unsur kesehatan spiritual. Ini adalah yang mendorong seseorang cenderung menemukan ketenangan dalam hidupnya, terutama ketika menghadapi masalah besar. Bagaimana cara meningkatkan kesehatan spiritual ini, umumnya adalah mengikuti anjuran pada masing-masing agama yang diyakini.

Jadi, reset ulang badan kita secara keseluruhan, supaya kita bisa benar-benar memulai langkah menuju kesuksesan baru setelah kegagalan yang menimpa.

orang , kegagalan

Merekat ulang Hubungan Keluarga dan Masyarakat

Setelah kita sejenak tenang dan kesehatan yang beranjak naik, maka tiba saatnya untuk menjalin ulang dan memperbaiki lagi komunikasi dengan orang di sekitar kita. Kita bisa mulai dari kerabat atau keluarga terdekat, teman atau sahabat, atau bahkan melatih bertegur sapa dengan tetangga. Menjadi yang lebih dulu menghampiri untuk merekat ulang silaturahmi bukanlah hal yang tabu, bahkan menunjukkan sifat mulia dan rendah hati.

Bukan tidak mungkin ketika sebuah hantaman masalah sedang menghampiri, justru teman atau kerabat beranjak menjauhi. Ini adalah gimik lain yang bisa saja semakin membuat seseorang, alih-alih segera bangkit malah justru semakin bertambah sakit. Bukan hanya teman, tidak jarang anggota keluarga pun turut menghakimi manakala ada anggota keluarga lain yang kesuksesannya ‘tidak segaris’ dengan yang lain.Jangan pernah anggap hal ini sebagai sebuah masalah baru, karena justru akan semakin merusak fokus kita untuk memperbaiki rencana hidup dan meraih kesuksesan yang tertunda.

Apa efeknya dari membuka diri dengan orang di sekitar kita? Selain melatih kita untuk kembali berinteraksi, hal ini juga melatih mengembalikan rasa percaya diri kita di hadapan banyak orang. Tidak sedikit dari kita, setelah melalui sebuah kegagalan yang menurutnya besar, interaksinya dengan orang lain juga ikut menurun dan bahkan bisa dikatakan menjadi ikut gagal dalam bermasyarakat, karena menjadi sangat mengurung diri dan menghindari bertemu orang.

Sangat perlu untuk memberanikan diri merekat ulang interaksi sosial ini, agar kesuksesan yang kita yakini sedang tertunda benar-benar tiba setelah kegagalan hari ini. Dengan mau memulai bergaul lagi dengan baik dengan kerabat, bukan tidak mungkin muncul ide-ide baru untuk memulai langkah baru dalam rangka mencapai cita-cita yang kita inginkan. Ide dan ilmu tidak hanya muncul dari buku yang kita baca di dalam kamar, tapi bisa juga tepercik di benak ketika kita sedang ngobrol santai dengan teman atau tetangga.

Mengatur kembali Finansial

Suatu hal yang membuat seseorang terpuruk ketika tidak mendapat apa yang dicita-citakan, salah satunya adalah karena alasan finansial. Ketika berproses, pastilah banyak waktu, tenaga, dan juga biaya yang kita keluarkan demi cita-cita yang kita harapkan. Nah, ketika semuanya harus kandas, tentu saja akan membuat seseorang terpukul, bukan semata-mata karena kegagalan yang dialami, namun juga karena biaya besar yang sudah dikeluarkan.

Sahabat ublik, jika kita sudah sampai pada titik gagal yang menyebabkan kerugian, maka pastilah kita sudah sangat paham dan mendapat pelajaran berharga tentang mengatur keuangan dan mempersiapkan ‘cadangan’ untuk kegagalan berikutnya. Seseorang ketika sedang sedih atau terpuruk, punya kecenderungan inginmenghibur diri dengan melakukan apa yang mereka sukai, seperti makan, nonton, travelling, atau kegiatan lain yang pasti mengeluarkan biaya walaupun kecil.

Tidak mudah memang kehilangan banyak uang, namun jika kita terus larut dalam kesedihan belaka, dan hanya mengisi hari-hari kita dengan menghibur diri sesuka hati tanpa segera berpikir untuk mengisi lagi pundi yang kosong, maka kegagalan yang kita rasakan bisa-bisa menjadi abadi dan bahkan terus memburuk. Karena bukan saja cita-cita yang tidak tercapai, tetapi juga keuangan yang semakin menipis.

Segera lirik apa yang terjadi dengan tabungan kita, dan perhitungkan dengan rinci segala kemungkinan pemasukan yang bisa kita cari dan kepastian pengeluaran yang akan terjadi.

Sahabat Ublik, ketiga langkah tersebut bisa juga kita tularkan kepada teman atau kerabat yang sedang mengalami kegagalan. Daripada memberikan prasangka dan penghakiman yang sama sekali tidak membantu, akan lebih baik jika kita merangkul mereka dan membantunya untuk bangkit dan meraih lagi kesuksesannya yang sedang tertunda.

Ditulis oleh Rahma Roshadi

hanya guru ngaji biasa yang sesekali nulis buku atau artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

bendera Indonesia , 17-an

7 Alasan Generasi Muda Perlu Melestarikan Tradisi Lomba 17-an

kemerdekaan , bendera indonesia

[Ruang Fiksi] Kemerdekaan Ini Milik Siapa?