in ,

Seni Beres-beres di Era Digital dengan Metode KonMari

Marie Kondo (mainichi.jp)

Apakah kamu sudah cukup familiar dengan metode KonMari?

Di era digital yang semua serba canggih, tentunya masyarakat tidak ingin repot-repot melakukan berbagai aktivitasnya. Misalnya untuk berbelanja pun masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke toko atau repot-repot membawa pulang barang-barang yang dibeli. Cukup duduk manis dan menunggu barang dikirim ke rumah dengan mengandalkan smartphone, alias membeli secara online.

Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua hal bisa dilakukan dengan cara online dan hanya mengandalkan smartphone. Manusia juga perlu melakukan aktivitas fisik untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan menjadi sehat. Contohnya adalah dengan berbenah, khususnya aktivitas beres-beres rumah.

marie kondo , konmari
Marie Kondo (mainichi.jp)

Meskipun di era digital ini semakin marak perusahaan-perusahaan yang menawarkan jasa bersih-bersih online, atau adanya asisten rumah tangga yang siap diperintahkan ini-itu, tapi, tentunya kita tidak akan begitu saja mudah mempercayai orang lain untuk menyentuh barang-barang pribadi atau sudut-sudut privasi tertentu.

Nah, hal itulah yang menjadikan kita tetap perlu berbenah secara individu! Lagipula, tidak semua orang mempunyai asisten rumah tangga atau mampu memesan jasa bersih-bersih online.

Sebelum berlanjut, hilangkan dulu mindset bahwa berbenah adalah sebuah hal yang membosankan, membuang-buang waktu dan energi, serta identik dengan debu! Mengapa mindset itu harus hilang dulu? Karena, tubuh kita akan merespon hal-hal yang dipikirkan oleh otak. Sehingga, dapat mengakibatkan rasa malas atau ogah untuk berbenah.

Berbenah yang satu ini, tentunya akan membuat kita merasa bahagia, bukannya malas! Saya akan berbagi salah satu metode berbenah yang menyenangkan dan unik. Metode itu bernama “KonMari”.

before n after , konmari
Sebelum dan sesudah berbenah ala KonMari (moodymamasays.com)

Apa itu KonMari?

KonMari adalah sebuah metode berbenah yang diajarkan oleh seorang konsultan berbenah asal Jepang yang bernama Marie Kondo.

Akhir-akhir ini, KonMari sedang booming di Indonesia. Sebelumnya dan sampai sekarang, metode ini juga masih sering diterapkan oleh beberapa negara di dunia.

Kenapa KonMari Bisa Se-fenomenal Itu?

Tentu saja sesuatu yang fenomenal pasti punya alasan tersendiri. KonMari fenomenal karena, metode berbenah yang satu ini berbeda dari metode-metode berbenah yang telah terkenal sebelumnya. Di mana metode-metode berbenah yang lain seperti 5S, Danshari dan Goodbye Things memiliki fokus pada benda-benda yang akan dibuang, sedangkan KonMari fokus pada benda-benda yang akan disimpan.

Dikutip dari buku ‘KonMari Mengubah Hidupku’, metode KonMari memiliki penekanan khusus pada sisi personal seseorang dalam menimbang apakah suatu barang disimpan atau ‘dipensiunkan’ saat proses decluttering. Sedangkan metode lain, selain lebih keras dan ketat, juga cenderung tidak memperhatikan joy sensor seseorang.

Baca juga;

Apa Itu Decluttering dan Joy Sensor?

Decluttering adalah kebalikan dari kata clutter. Menurut bahasa, clutter artinya kekacauan atau kekusutan. Sehingga, decluttering adalah mengubah kekacauan atau kekusutan menjadi lebih tertata rapi dan terasa nyaman.

Sedangkan istilah joy sensor adalah sensor alami dalam tubuh yang membutuhkan perasaan bahagia agar dapat aktif. Manusia tentunya membutuhkan aktifnya joy sensor agar tidak mengalami kemalasan dan rasa kurang semangat dalam menjalani berbagai aktivitasnya. Dan tentu saja metode berbenah yang memperhatikan joy sensor adalah KonMari. Sehingga, metode ini tentunya menjadi pilihan yang sangat tepat bagi kebanyakan orang dan akhirnya menjadi fenomenal.

Mengapa Perlu Berbenah?

Berbenah sangat kita butuhkan karena, ada beberapa hal yang menjadi alasan kuat. Berikut beberapa hal tersebut:

1. Clutter dapat menyebabkan stres karena, meningkatkan hormon kortisol dan membuat otak mengasosiasikan dengan kegagalan (UCLA).

2. Clutter dapat menyebabkan Obesitas. Karena, stres akibat clutter dapat meningkatkan nafsu makan berkali-kali lipat dan mampu membuat seseorang terjangkit obesitas jika tidak ditangani dengan decluttering.

3. Berdasarkan sebuah riset neurosains, tubuh menjadi gampang lelah dan tidak fokus akibat lingkungan yang mempunyai banyak clutter.

4. Kerugian finansial dapat terjadi karena, clutter menyebabkan seseorang membeli barang yang sama berulang kali karena, tidak menemukan atau lupa menaruh suatu barang.

5. Clutter dapat mengganggu kesehatan. Benda-benda yang menumpuk dan tidak teratur menyebabkan sakit kepala dan menjadi sarang kuman jika dibiarkan terus-menerus.

marie kondo , konmari
Pisahkan barang-barang menurut kategori (realliving.com.ph)

Prinsip Metode KonMari

Sebagai referensi utama untuk menjalankan metode berbenah ala KonMari, tentunya kita dapat membaca buku Marie Kondo yang berjudul ‘The Life-Changing Magic of Tidying Up’ dan ‘Spark Joy’ untuk versi terjemahan bahasa Indonesia.

Berikut adalah prinsip-prinsip metode KonMari:

1. Berkomitmen kuat untuk berbenah secara tuntas

Umumnya, seseorang cenderung bersemangat untuk berbenah ketika hendak kedatangan tamu, menyambut sebuah perayaan, hajatan, atau ketika mengikuti sebuah perlombaan kebersihan dan keindahan. Nah, dalam hal ini Marie Kondo menyebutkan bahwa konsep berbenah dalam KonMari akan sukses jika seseorang memiliki komitmen kuat dan berjanji untuk tidak akan mengulangi kondisi berantakan.

2. Membuat konsep ideal lifestyle

Sebelum berbenah, buat dan tulislah konsep kehidupan ideal yang kamu inginkan. Di sinilah KonMari memiliki sifat fleksibel karena, setiap orang tentunya memiliki konsep kehidupan yang berbeda-beda. Ideal lifestyle ini bisa menjadi sebuah pedoman agar tidak terbawa arus perasaan sayang terhadap barang pada proses sortir nantinya.

3. Diawali dengan mengurangi jumlah barang

Caranya dengan menggunakan indikator perasaan, yaitu dengan mengeluarkan semua barang setiap kategorinya. Misalnya, pada pekan pertama kategori clothes. Maka, semua pakaian, tas, sepatu, dan kaus kaki dikeluarkan dalam satu area. Kemudian sentuh satu persatu dengan cara membandingkan. Apabila barang tersebut membuat perasaan bahagia dan nyaman, simpan dan sebaliknya.

Jangan lupa mengucapkan terimakasih pada setiap barang yang dipensiunkan. Usahakan apabila satu kategori selesai, segera singkirkan barang yang tidak disimpan. Jauhkan dari pandangan mata, lebih baik lagi apabila langsung mengeluarkannya dari rumah. Dan tentu saja barang-barang tersebut tidak serta-merta dibuang. Tapi, jika barang tersebut masih layak dan masih bisa digunakan, maka lebih baik disumbangkan kepada yang membutuhkan.

4. Dilakukan per kategori, bukan per lokasi

Prinsip berbenah per kategori inilah yang menjadi ciri khas KonMari dibandingkan metode berbenah yang lain. Pada umumnya, seseorang berbenah berdasarkan lokasi, misalnya hari ini dapur, besok ruang tamu, dst. Setelah beberapa hari, keadaan akan menjadi berantakan kembali.

Oleh sebab itu, KonMari mengajak kita untuk melakukannya berurutan berdasarkan kategori. Kategori tersebut urutannya sudah baku berdasarkan pengalaman Marie Kondo sendiri selama belasan tahun.

5. Berbenah secara runtut per kategori dan tidak dibolak-balik

Urutan kategori benda dalam metode KonMari telah disusun berdasarkan tingkat kesulitannya, mulai dari yang paling mudah hingga yang paling susah untuk diseleksi.

Secara garis besar ada empat nilai yang mempengaruhi nilai setiap benda:

a. Functional Value (kegunaan/manfaat)

b. Informational Value (bernilai informasi)

c. Emotional Value (memorial/sentimental)

d. Rarity (kelangkaan)

Semakin banyak nilai yang menempel pada suatu benda, benda itu menjadi sangat penting. Keempat nilai benda di atas itulah yang menjadi dasar Marie Kondo dalam membuat urutan setiap kategorinya, yaitu:

a. Clothes

Kategori pertama ini bukan sekedar pakaian, tapi juga termasuk sepatu, tas, kaus kaki dan juga aksesori yang berbahan tekstil.

b. Books 

Semua kategori buku dijadikan satu, kecuali buku yang bernilai kenangan, misalnya buku hadiah dari seorang penulis (bertanda tangan), atau buku diary.

c. Papers

Segala jenis kertas atau dokumen, keluarkan jadi satu. Siapkan tiga jenis kotak dalam proses sortis, yaitu pending documents, important documents, dan other documents.

d. Komono

Yaitu pernak-pernik. Namun, dalam hal ini adalah barang yang tidak termasuk kategori a, b, c, dan e. Misalnya aksesori, skincare, kabel, gadget, barang-barang di garasi, dll.

e. Sentimental items

Semua benda yang menimbulkan kenangan disortir sebagai kategori akhir sebab harus merenungkan sambil mencerna apakah barang tersebut dipensiunkan ataukah disimpan.

6. Indikator: Spark Joy 

Artinya sesuatu yang memancarkan rasa bahagia ketika melihatnya. Konsep metode KonMari ini memang berbeda, karenanya kita wajib mengeluarkan dan menyentuh satu per satu setiap barang per kategorinya. Tujuannya untuk mengkonfirmasi apakah ia layak disimpan atau tidak. Indikator pertama adalah masih digunakan (useful) kemudian cek apakah barang tersebut spark joy.

7. Membuat ‘Rumah’ untuk Setiap Barang

KonMari mengibaratkan semua benda sebagai ‘partner’ kita. Layaknya kita sebagai manusia mempunyai tempat tinggal, maka benda juga layak mempunyai tempat tinggal. Nah, karena itu, kita membutuhkan storage setiap barang agar tidak tercecer. Rekomendasi dari Marie Kondo adalah menggunakan kotak sepatu atau tempat penyimpanan berbentuk kotak, terutama untuk pakaian (apabila tidak ada laci) dan kitchen komono. 

8. Tidying Festival

Teknik berbenah ala Marie Kondo dilakukan sekali besar-besaran dan menyeluruh. Oleh karena itu, sesuatu yang spesial dan layak dirayakan dengan suka cita. Kita sebut dengan tidying festival. Dengan begitu, momen berbenah yang biasanya membosankan dan melelahkan menjadi momen spesial yang kita rayakan. Misalnya, pada saat berbenah, gunakan pakaian yang terbaik, siapkan ‘amunisi’ makanan terlezat, atau rayakan dengan reward lainnya.

Itulah seni beres-beres di era digital. Metode KonMari bisa dilakukan di rumah dan di setiap tempat yang perlu untuk dibenahi. Selamat mencoba! 🙂

 

(Sumber gambar utama: mainichi.jp/AP Photo-Seth Wenig)

Ditulis oleh Sheilla Aisyah

Pecinta Kaktus yang berusaha mengabadikan setiap kenangan dan ingin berbagi hal yang semoga bermanfaat melalui tulisan.

Kalian bisa follow juga akun Wattpadku:

@princess_kaktus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dilan Milea , Film Dilan 1991

8 Gombalan Siap Viral yang Bakal Muncul di Film Dilan 1991

bangkit , patah hati

Benarkah Patah Hati Justru Bikin Kita Jadi Produktif?