in

Selain Unicorn, Inilah 5 Istilah Lain dalam Bisnis Startup

Apakah kamu cukup familiar dengan istilah-istilah seputar startup ini?

Startup unicorn di Indonesia (Sumber: Shutterstock.com/fatmawati achmad zaenuri)

Istilah unicorn beberapa hari ini menjadi topik perbincangan banyak orang dan sampai menjadi viral di media sosial, khususnya Twitter. Seperti yang mungkin kamu sudah tahu, itu semua berawal dari debat capres, yang kadang menjadi ‘hiburan’ tersendiri bagi netizen, terlepas mereka sebenarnya antusias atau tidak dengan politik di negeri ini. Saat itu, startup menjadi salah satu bahasan, khususnya yang sudah menjadi unicorn. Apa itu startup unicorn? Sebentar, kita kembali lagi sejenak ke debat capres dan kehebohan netizen.

Modal gawai, koneksi internet, aktif di media sosial, ditambah selera humor receh, maka jadilah meme-meme baru, dengan wajah-wajah capres serta kata-katanya yang jadi bahan untuk meramaikan media sosial. Termasuk soal unicorn yang mendadak heboh akhir-akhir ini. Sebentar, kenapa kita ikutan heboh soal unicorn?

meme unicorn , startup
Meme unicorn yang ‘memeriahkan’ debat capres (Sumber: Twitter @176Indonesiaku)

Begini awalnya, pada debat capres yang kedua, pertanyaan capres nomor urut 01 tentang upaya mendukung pengembangan unicorn saat itu, mungkin tidak terlalu istimewa di antara sekian banyak pertanyaan lain pada debat capres kedua kali ini yang membahas tentang energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur. Tidak sengaja dimaksudkan untuk jadi bahan obrolan di seantero negeri. Tapi akan jadi berbeda ketika begini responnya.

Sebelum menjawab, capres nomor urut 02 pun kembali bertanya. “Maksudnya apa itu? Yang online-online itu ya, Pak? Iya, Pak?” Dari situlah ‘kreativitas’ netizen soal istilah unicorn ini berkembang.

Baca juga :

Benarkah Kebiasaan Nongkrong Anak Muda Indonesia Hanya Buang-buang Waktu?
Bukan Generasi Micin, 5 Anak Indonesia Ini Bawa Merah Putih Berkibar di Kancah Internasional
5 Mindset yang Sebaiknya Dimiliki Anak Muda sebelum Membangun Bisnis

Jadi, Unicorn Itu Apa? Yang Online-Online Itu?

Ya barangkali kamu tidak cukup selow waktunya untuk mempelajari istilah-istilah dalam bisnis startup, tapi kamu bakalan tahu sebentar lagi. Unicorn ini adalah istilah yang begitu familiar di dunia startup atau perusahaan rintisan. Di dunia startup, istilah unicorn ini pertama kali dikenalkan ke publik oleh seorang pendiri perusahaan modal ventura Cowboy Ventures, Aileen Lee pada tahun 2013. Lee menggunakan istilah unicorn dengan maksud untuk mendefinisikan perusahaan teknologi yang dinilai memiliki ide dan solusi tak biasa dengan valuasi lebih dari 1 miliar dollar US.

Yang dimaksud sebagai unicorn pada pertanyaan saat debat capres tentunya sama sekali bukan seekor hewan mitos kuda putih bertanduk itu, melainkan salah satu istilah dalam dunia bisnis startup. Tapi istilah itu sebenarnya memang diambil dari nama hewan legenda mitologi tersebut, yakni spesies kuda yang mempunyai tanduk tunggal di kepalanya. Sebutan unicorn pada sebuah startup memang terinspirasi dari sifat kuda mitos itu sendiri: langka dan sulit digapai. Empat startup yang termasuk unicorn di Indonesia adalah; Go-Jek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia.

Menurut data dari Startup Ranking, sejauh ini Indonesia memiliki 2.041 startup. Bagaimana kalau dibandingkan dengan dunia? Sebut saja Amerika Serikat memiliki startup terbanyak dengan 46.491 startup.

mengembangkan bisnis , startup
Semangat mengembangkan bisnis startup (Sumber: Pixabay)

Inilah 6 Level dalam Bisnis Startup

1.Level Cockroach

Level yang pertama dalam bisnis startup adalah cockroach. Apa artinya? Perusahaan rintisan yang disebut cockroach adalah perusahaan yang masih relatif kecil alias baru dirintis. Nilai valuasi yang dimiliki oleh perusahaan ini masih sedikit. Meskipun begitu, bisnis startup di level ini biasanya ulet dan benar-benar giat untuk mengembangkan usahanya. Apa yang membuatnya bertahan? Salah satunya adalah value yang menjadi cita-cita sang founder dan timnya.

2.Level Ponies

Level yang di atasnya adalah level ponies. Istilah ponies ini dipakai oleh sebuah perusahaan rintisan yang nilai valuasinya mencapai 10 juta US$ juta atau kisaran Rp 140 miliar.

Perusahaan rintisan yang masuk ke dalam level ini adalah yang sudah berhasil mengembangkan startupnya. Jika startup yang berada di level ini bisa mempertahankan atau bahkan menaikkan nilai valuasinya, maka para angel investor lebih tertarik untuk menanamkan modal.

3.Level Centaurs

Selanjutnya kita mengenal level centaurs. Apa atau siapakah Centaurs itu? Ia adalah sebuah makhluk yang berasal dari kisah mitologi Yunani. Centaurs berbadan kuda tapi berkepala manusia. Istilah Centaurs digunakan bagi sebuah perusahaan yang memiliki nilai valuasi hingga 100 juta US$ atau sekitar Rp 1,40 triliun. Ini hanya satu level sebelum menjadi unicorn. Para investor pun cenderung lebih tertarik untuk mananamkan modal.

4.Level Unicorn

Nah in dia! Unicorn merupakan perusahaan rintisan yang valuasinya sudah bisa menembus angka 1 miliar US$ atau setara sekitar Rp 14 triliunan. Seperti yang sudah kita sebut di atas, sampai saat tulisan ini dibuat, Indonesia memiliki empat startup yang menyandang status unicorn, yaitu; Go-Jek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia.

5.Level Decacorn

Satu level di atas unicorn adalah decacorn, yang merupakan sebutan bagi perusahaan startup dengan nilai valuasi sebesar 10 miliar US$ setara dengan Rp 140 triliunan. Perusahaan yang sampai di level ini, tentu saja, adalah perusahaan besar. Contohnya; Uber, Airbnb, Xiaomi, Dropbox, WeWork, sampai SpaceX.

6.Level Hectocorn

Google, Apple, Microsoft, Facebook, Oracle, dan Cisco adalah nama-nama perusahaan besar di dunia yang mencapai level ini. Perusahaan yang disebut hectocorn merupakan perusahaan yang nilai valuasinya sebesar 100 miliar US$ atau sekitar Rp 1.400 triliunan. Bisakah kamu bayangkan? Dari hectocorn ini, umumnya bisa lahir 1 sampai 3 perusahaan baru di setiap tahunnya.

 

(Sumber gambar utama: Shutterstock.com/fatmawati achmad zaenuri) 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

peran sastra , pendidikan

Peran Sastra dalam Pendidikan Karakter Anak Bangsa

mengemat , uang

Kurangi Beli 10 Hal Ini, Demi Menghemat Uang Kamu