in

Semua Orang Berhak Meraih Prestasi dan Kesuksesan yang Hakiki

Fokus pada target prestasi dan kesuksesan hakiki

“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world” (Nelson Mandela)

Jika ditanya seberapa penting meraih prestasi yang didambakan banyak orang? Menurutku prestasi itu penting-tidak-penting. Kenapa? Karena menurutku semua kembali lagi ke niat awal kita untuk apa prestasi yang telah kita peroleh. Apakah prestasi itu bermanfaat untuk diri kita sendiri atau berdampak luas untuk orang banyak.

Jika ditanya motivasi terbesarku untuk meraih prestasi adalah membahagiakan kedua orang tuaku. Seperti kita tahu bahwa orang tua akan merasa bangga dan berhasil mendidik anaknya jika anak mereka mendapatkan pencapaian prestasi yang luar biasa. Selain  itu, aku ingin hidup yang lebih baik dari kedua orang tuaku.

Tidak bisa dimungkiri setiap manusia pasti ingin masa depan yang cerah. Sehingga banyak sekali para generasi milenial yang berusaha untuk memperoleh prestasi yang sebanyak-banyaknya. Tetapi pencapaian prestasi harus diimbangi dengan sifat rendah hati dan lapang dada, karena di dalam kehidupan ini kita akan bertemu dengan orang memilihi potensi yang jauh lebih baik dari kita. Akan tetapi hal itu tidak bisa menjadi alasan kita merasa down. 

To be honest, aku bukanlah seseorang perempuan yang memiliki segudang prestasi. Bisa dikatakan aku adalah perempuan sederhana yang selalu berusaha untuk meraih prestasi. Jika ditanya aku pernah kecewa dan menyesal dengan diri sendiri pasti jawabannya sering. Yah, aku menyesal telah membuang waktuku ketika di bangku sekolah dulu.

belajar , meraih prestasi
Jangan berhenti belajar dan meraih prestasi (Sumber gambar: Pixabay)

Dan hal yang aku sesali adalah kenapa dulu waktu SMK aku tidak ikut organisasi dan ketika mengikuti organisasi aku selalu berhenti di tengah jalan. Memang kita tidak mungkin bisa mengubah masa lalu akan tetapi kita masih memiliki kesempatan untuk menciptakan masa depan yang lebih cepat.

Di awal masuk kuliah adalah sesuatu hal yang sangat something buatku, sebuah semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Sehingga, aku sudah mulai merencanakan masa depan yang ingin diraih dengan setting goals. Aku ingin membuat kenyataan impian buat lanjut studi ke luar negeri. Ternyata langkah itu tak semudah seperti apa yang aku bayangkan, jadi aku selalu berpikir jika langkah untuk mencapai puncak kesuksesan pasti akan banyak orang yang sukses tanpa berusaha keras.

Di dunia kampuslah aku mulai merasakan apa yang namanya organisasi, dan aku menyadari ternyata organisasi itu asyik, ya. Setiap apply event pasti yang ada bagian yang harus diisi yaitu organisasi apa yang pernah diikuti dan prestasi yang pernah dicapai. Pernah tidak sih kalian merasa bahwa kalian telah membuang waktu hanya melakukan sesuatu yang tidak produktif? Organisasi bikin aku bisa mengisi waktuu dengan produktif. Kenapa tidak dari dulu ikut organisasi ya?

Dengan izin Allah swt aku dipertemukan dengan orang-orang hebat yang selalu membakar semangatku buat melanjutkan studi ke luar negeri. Dengan bertemu dengan orang-orang hebat mampu membuatku menemukan passion-ku di dalam bidang menulis. Yah, mungkin aku bukan seseorang yang memiliki bakat sejak lahir di dalam bidang ini, akan tetapi aku selalu ingin membuat apa yang aku anggap mampu atau menguasainya dapat mempermudah jalanku untuk study abroad. 

study , meraih mimpi
Salah satu mimpiku untuk study abroad (Sumber gambar: Pixabay)

Perjalanan tak semulus seperti yang aku banyangkan, banyak event kepenulisan yang aku ikuti namun hanya beberapa yang memuat karyaku. Tapi hal tersebut tak mampu menyurutkan semangatku untuk berprestasi di dalam bidang kepenulisan. Karena aku selalu ingin tentang impianku untuk menjadi seseorang yang pertama di dusunku (cangkupannya lebih kecil dibandingkan dengan desa) yang study abroad dan pasti itu akan membuat bangga ke dua orang tuaku. Mungkin hal tersebut bukanlah salah satu cara untuk  membahagiakan ke dua orang tuaku, tetapi hal itu telah menjadi impianku ketika aku duduk di kelas XI SMK.

Dengan keinginanku yang kua tersebut, membuatku selalu yakin pasti akan ada jalan menuju Roma. Jika belum sekarang pasti pada di saat yang tepat, atas izin Allah pasti mimpi itu dapat diraih. Ada beberapa kalimat dari laman ublik.id yang tertulis tepampag nyata  “Bagi saya, hari ini kolaborasi dalam berkarya merupakan sebuah keniscayaan. Karena saai ini adalah eranya kolaborasi, bukan kompetisi. Kolaborasi dalam mencapai sebuah tujuan bersama agar harapannya dapat melesat bersama. Dan sudah saatnya, seperti yang dikatakan sahabat ublik yang satu ini “hari ini bukan soal tentang aku saja, bukan hanya tentang kamu, bukan juga tentang dia, dan bukan pula tentang mereka namun ini semua tentang KITA. Tentang kita yang memahami arti kebersamaan untuk memperluas kebermanfaatan.”

Meraih mimpi bersama (Sumber gambar: Pixabay)

Jadi, bagi saya prestasi adalah sesuatu yang bukan untuk dibangga-banggakan akan tetapi bagaimana kita mempertanggungjawabkan prestasi itu kepada Allah, dan seluruh makhluk di muka bumi ini. Aku memang gadis sederhana yang punya segudang mimpi yang berusaha impian itu bukan hanya untuk diri sendiri, akan tetapi untuk kita semua. Karena saya juga meyakini bahwa kecerdasan bukanlah jalan utama penentu kesuksesan.

Suatu hari nanti aku ingin beusaha untuk mengubah mindset di lingkungan sekitarku tentang penjelasan dari Daniel Goleman yang memberikan pencerahkan yang masuk akal dan hati kepadaku bahwa “kesuksesan terkait langusng dengan jalinan hubungan yang kita dengan sesama, bukan seberapa pintarnya otak kita. “Ini soal kecerdasan emosional.” Dan kesuksesan yang hakiki bagi saya dengan diimbangi dengan pencapaian prestasi adalah “kesuksesan terletak pada hubungan yang didasari  cinta karena Allah.”

Di akhir paragraf ini saya akan berbagi sebauh kata yang menjadi tamparan keras di mana aku terlambat untuk menyadarinya. Mungkin aku mendapatkan quote ini pada tahun 2016, namun di awal tahun ini aku baru benar-benar memahami makna dari kata-kata yang menampar diri ini. Semoga di tahun 2019 ini adalah awal tahun pencapaian terbesar di dalam hidup kita yang akan berlanjut di tahun berikutnya.

ADA RASA SAKIT YANG TIDAK MEMATIKAN

“Yakni rasa sakit karena belajar, bertumbuh, menempa diri

Menjadi kuat dan menguatkan

Menjadi sukses dan mensukseskan

Menjadi besar dan membesarkan

Menjadi tinggi dan meninggikan

 RASA SAKIT YANG MENYEMBUHKAN”

 

Artikel ini merupakan artikel kiriman pembaca, isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. Kamu juga dapat mengirimkan tulisanmu melalui link berikut https://bit.ly/2Cnatij . Ketentuan menulisnya dapat dibaca di link berikut : https://bit.ly/2FwQlNH

Ditulis oleh Zebra Sulistiyani

Mahisiwi IAIN SALATIGA, Jawa Tengah jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, FTIK

jalanan

[Ruang Fiksi] Sajak dari Jalanan dan Cerita di Baliknya

kebiasaan di malam hari

12 Kebiasaan Malam Hari yang Akan Mengantarkanmu pada Kesuksesan