in

Pikiran Negatif Membuat Hidupmu Sesak, Bagaimana Solusinya?

Menghindari pikiran negatif? Begini caranya untuk menyelamatkan dirimu dari pikiran negatif

(Sumber gambar: Pixabay)

Kalau kamu termasuk orang-orang yang memandang masalah kecil seolah masalah besar, itu artinya kamu terjebak pada pikiran negatif. Yang mana pikiran negatif ini bisa membuat hidupmu penuh sesak. Kalau kamu berlarut-larut terjebak pada pikiran negatif, kamu bisa stres dan dampaknya tidak hanya pada psikis, melainkan pada fisik juga.

Saat kamu terjebak dalam pikiran negatif, secara tidak sadar kamu pun akan merespon segala sesuatu dengan negatif. Pada apa-apa yang seharusnya tidak perlu dipikirkan secara berlebihan pun akan membuatmu pusing memikirkannya. Walau kamu kenal dengan quote ‘dibawa santai aja’ namun otakmu memang sudah default ke cara berpikir ke arah negatif lebih dulu. Hal ini bisa menghambat dirimu sendiri dan orang-orang yang berhubungan denganmu.

Supaya kamu bisa lebih mengenali dirimu, mengenali seberapa tingginya tingkat energi negatif dari dalam dirimu, ada baiknya coba ingat kembali apakah kamu sering melakukan ini :

1.Berlarut-larut memikirkan kemungkinan kenapa seseorang tidak membalas pesanmu padahal sudah membacanya. Merasa kalau kamu punya salah dan membuatnya tidak nyaman.

2.Saat melakukan kesalahan kamu merasa mungkin tidak berbakat dan harus berhenti mencobanya.

3.Sering merasa orang lain tidak menyukaimu.

4.Selalu merasa menjadi korban dari segala hal yang terjadi.

5.Merasa semua orang tidak ada yang mengerti dirimu, semua orang salah.

Bagaimana? Dari lima contoh kecil itu, berapa yang tanpa sadar sering kamu alami? Hal lain yang bisa untuk mengukur tingkat energi negatif dalam dirimu adalah banyaknya orang yang mengkritik sikapmu. Ini bukan berarti kamu harus mendengarkan semua perkataan orang atau bersikap untuk membahagiakan semua orang.

Namun apakah pikiran negatif itu tidak bisa dihilangkan? Tentu saja bisa. Sebab semua itu ada pada dirimu sendiri. Maka, mari perbaiki yang salah.

future , pikiran negatif
Daripada berpikir negatif, mengapa tidak fokus saja pada masa depan? (Sumber gambar: Pixabay)

1.Kelilingi diri dengan sesuatu yang positif

Dewasa ini, untuk mencari sesuatu yang kita inginkan amatlah mudah. Terlebih atas bantuan-bantuan teknologi. Kamu bisa mengelilingi dirimu dengan hal-hal positif, membiasakan dirimu berbaur dengan hal positif, seperti mengikuti akun-akun positif di media sosialmu, mulai mengikuti channel YouTuber yang positif, dan jangan lupa untuk membaca paling tidak artikel ringan yang positif yang bisa kamu baca sambil nunggu bus di pagi hari, atau saat lelah pulang kerja.

Seperti artikel dari Ublik.id yang memiliki konten konseling atau self improvement. Kenapa harus membaca juga? Sebab dengan membaca biasanya kamu juga, tanpa sadar, ikut menganalisis diri sendiri, kemudian timbul pertanyaan: bagian mana dari dirimu yang harus diperbaiki.

Sebab dengan membaca dan banyak menemukan kasus-kasus atau masalah, tanpa sadar kamu jadi semakin siap menghadapinya dengan positif. Meski tidak ada satu orang pun yang benar-benar siap diberi masalah.

Hindari hal-hal yang membuatmu kembali merasa negatif, misalnya seperti orang-orang negatif di sekitarmu, akun-akun yang kamu ikuti, dan video-video yang kamu tonton. Bagaimana cara mengetahui apakah mereka berdampak negatif bagimu? Yaitu apabila kamu bersinggungan dengan mereka, lantas merasa hidupmu kurang, mengutuk keadaanmu yang tidak lebih baik.

afirmasi positif , pikiran negatif
Coba berikan afirmasi positif untuk pikiranmu

2.Afirmasi positif

Afirmasi positif mampu membuatmu menyusun kembali tujuan-tujuan hidup. Berikan keyakinan kepada dirimu bahwa kamu mampu melakukannya. Bahwa kamu berhak bahagia. Bahwa kamu berhak menjadi lebih baik, atau bahwa kesalahan yang kemarin terjadi semata-mata bukan karena disengaja melainkan karena belum terbiasa dan sedang berjuang untuk bisa.

Afirmasi yang berulang-ulang kamu katakan pada dirimu, akan masuk ke dalam pikiran dan mengubah cara berpikirmu. Kenapa? Meski hanya sekadar kata-kata, namun afirmasi positif bekerja dengan cara mengurangi stres dan kecemasan. Sehingga kamu tidak terjebak dalam ketakutan serta membebaskan diri untuk berjuang dan gagal. Meski pahit dan sesekali dicibir orang.

3.Kenali negatifmu

Apa-apa yang tidak kita kenal maka tidak akan kita ketahui dengan baik. Adanya pengenalan, dan kerendahan hati untuk mengakui bahwa kita memiliki sifat negatif mampu membantu mengatasi sifat negatif. Karena kita sudah berada di ‘mode sadar’. Sadar kalau itu salah. Sadar kalau harus diperbaiki. Sadar saat tidak sengaja melakukannya lagi.

Saat tanpa sadar mengulanginya, maka yang perlu kamu lakukan adalah menggantinya dengan pikiran positif. Kemungkinan memang berat saat pertama kali melakukan kesalahan terlebih kepada orang lain. Beratnya untuk mengakui dan meminta maaf. Namun percayalah ketika kamu meminta maaf atas khilaf yang tadi kamu lakukan, orang lain tentu akan lebih respect. Dan yang jauh lebih penting adalah kelegaan di dalam hati dan pikiranmu. Tanpa sadar semakin lama kamu semakin terbiasa. Karena berrpikir positif itu sungguh enak dan nikmat.

pikiran negatif , menyalahkan
Bagaimana kalau mencoba pura-pura tidak tahu? (Sumber gambar: Pixabay)

4.Berhenti merasa mampu membaca pikiran

Setiap kali kamu merasa seseorang sedang tidak baik-baik saja deganmu hanya karena respon singkatnya. Atau saat wajahnya tiba-tiba berkerut-kerut. Atau bahkan dia tidak membalas pesanmu meski sudah membacanya. Berhenti untuk mengasumsikan bahwa mereka marah dan tidak nyaman denganmu, atau kamu merasa sudah berbuat salah kepada mereka.

Jangan merasa semua orang melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu karena apa yang kamu perbuat. Jangan. Pikirkan bahwa mereka juga punya kehidupan yang mana di dalamnya juga penuh oleh masalah pribadi mereka sendiri.

Sebab perasaan yang seperti ini selain merugikan diri sendiri juga merugikan hubungan sosialmu. Ketahuilah bahwa terkadang pura-pura tidak tahu kalau mereka tidak suka kita, marah dengan kita, atau membicarakan kita, itu justru lebih baik. Pura-pura tidak tahu dan tetap baik dengan mereka.

Sebab saat kamu mulai canggung dan mereka juga merasa kamu tahu kesalahan mereka, hubungan kalian jadi tidak baik-baik saja. Karena lebih baik pura-pura tidak tahu dan beranggapan semua baik-baik saja, daripada harus membuat hubungan kalian tidak enak lalu berimbas pada hubungan sosial yang lain. Apa lagi jika kalian masih bertemu di reuni atau tukang sayur langganan misalnya.

5.Ingatkan dirimu tentang apa-apa yang kamu miliki

Tentu melihat keberhasilan orang lain membuat kita berdecak kagum. Pada pemikir positif mereka akan merasa waktunya untuk mengoptimalkan usaha. Namun pada pemikir negatif justru bisa sebaliknya. Merasa kalau usaha yang selama ini dilakukan sia-sia, tidak berbakat atau takdir memang membuat kita berada di bawah.

Apa saja, menyalahkan apa saja.

Maka mulai hari ini, kenapa harus peduli dengan kesuksesan orang lain? Jangan fokuskan dirimu pada apa yang ada di sekitarmu. Melainkan fokuskan dirimu dengan tujuanmu sendiri, bagaimana hidup yang kamu impikan, bagaimana bahagia yang kamu dambakan.

Ini hidupmu kok. Sama halnya seperti bayi, mungkin kalau bayi iri dengan orang dewasa yang bisa berjalan sedangkan dia sudah pegangan saja masih jatuh. Lalu menyalahkan keadaan kenapa melahirkan bayi dengan kondisi belum bisa berjalan. Maka akan selamanya kita tidak bisa berjalan.

Karena bayi fokus pada tujuannya, tak peduli kebisingan dunia, atau sorak-sorai orang lain. Yang dia inginkan hanya satu, fokus pada tempat yang ingin ia datangi dengan berjalan pakai kaki mereka sendiri. Karena mungkin di sana ada mainan yang menarik minatnya. Maka meski sesekali gagal, jatuh, dan menangis. Ia tetap berusaha lagi, kenapa? Karena ia hanya fokus pada keinginannya.

Ya fokuslah pada keinginan dirimu. Jatuh itu biasa, mencoba itu wajib hukumnya. Kalau tidak begitu, bayi selamanya tidak akan bisa berjalan. Sejatinya kamu sudah tahu rumusnya sejak bayi, bukan?

Report

What do you think?

Participant

Written by Halo Oys

Years Of MembershipCommunity ModeratorVerified User

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

pom-pom , kantong plastik

Pusing Melihat Kantong Plastik Menumpuk di Rumah? Kelola Yuk!

Asah Kemampuanmu untuk Berpikir Kritis Agar Tidak Mudah Ditipu!