in

Perlukah Kita Puasa Dalam Menggunakan Media Sosial?

Kecanggihan media sosial barangkali menjadi sesuatu yang positif atau justru sebaliknya. Dulu, ketika kita ingin berkomunikasi, hanya dapat dilakukan dengan orang terdekat saja melalui pertemuan langsung. Lalu, muncul telepon, jarak bukan lagi penghalang. Dan saat ini hal yang nggak kalah canggih sejak adanya media sosial, dunia rasanya ada di dalam genggaman. Apa yang ingin kita cari hanya dengan menekan layar saja. Arus informasi begitu cepat diproses, dan kita jadi terbiasa dengan hal-hal instan dan cepat dalam keseharian.

Munculnya media sosial juga mengakibatkan satu penyakit mental yang disebut dengan FoMO (Fear of Missing Out),  atau takut kehilangan moment. Seseorang menjadi takut untuk ketinggalan berita, kecanduan media sosial, dan ingin terus terhubung dengan apa yang sedang dilakukan oleh orang lain. Menurut Przybylsky, yang melakukan penelitian mengenai FoMO, menjelaskan bahwa FoMO adalah keinginan yang besar untuk tetap terus terhubung dengan apa yang sedang dilakukan oleh orang lain melalui dunia maya. Orang menjadi merasa gelisah, takut tertinggal, merasa kurang dibandingkan orang lain setelah melihat apa yang mereka alami lebih baik dari dirinya.

RSPH (Royal Society of Public Health), yaitu lembaga independen untuk kesehatan masyarakat di Britania Raya, Inggris, telah mensurvei bahwa ada sekitar 40% pengguna media sosial mengidap penyakit FoMO. Faktanya yang terbanyak adalah perempuan. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki juga mengalami hal ini.

Beberapa hal negatif yang disebabkan ketika kita terlalu lama bermain media sosial adalah kecanduan, waktu jadi terasa lebih singkat, tidak produktif, kecemasan dan stress, kurang percaya diri, takut tidak mengikuti trend yang ada dan berbagai penyakit yang lebih menyerang pada kesehatan mental kita. Ketika kamu mengalami hal ini, mungkin inilah waktunya kita memulai untuk puasa dalam menggunakan media sosial.

Memang sangat menyenangkan kita mengetahui banyak hal dan bisa berbincang dengan siapa saja di media sosial. Mengekplorasi diri dan kebanyakan dari kita bermain media sosial adalah untuk mengusir sepi, mencari sumber kesenangan, bertukar informasi, membangun relasi, dan lain-lain. Namun tak jarang yang didapat justru sebaliknya, bukannya bahagia kita malah stress, yang awalnya pelampiasan jadi sumber kecanduan. Sesuatu yang berlebihan pasti tidak akan berdampak baik pada diri kita.

Perlukah Puasa Media Sosial?
Bermedia Sosial. Sumber: Pixabay.com

Ini adalah bebeberapa tips yang bisa kita lakukan agar sejenak menjauh dari media sosial dan hidup lebih bahagia. Nggak percaya? Coba dulu deh simak penjelasannya.

Batasi Penggunaan Media Sosial

Sadari bahwa hidup kita yang sesungguhnya jauh lebih berharga dari pada hidup di dalam layar dunia maya. Dengan mencoba untuk membatasi interaksi kita dengan dunia maya, justru kita akan lebih mengeksplorasi hal-hal menarik yang akan kita temukan di dunia nyata. Berinteraksi dengan orang lain secara langsung, belajar sesuatu, menikmati momen kebersamaan yang lebih nyaman, keseruannya lebih terasa dari pada hanya berdiam diri memandang layar hp. Kita bisa jadi lebih fokus untuk mengerjakan sesuatu tanpa terdistraksi dengan bermain media sosial. Untuk puasa dalam menggunakan media sosial ini kita bisa lakukan dengan bantuan beberapa aplikasi, seperti offtime, moment, Flipd, Space, Brain.fm, freedom,  dan aplikasi lainnya yang bisa membantu kita sebagai alarm bermain media sosial. Jika bantuan aplikasi tak mampu menahan keinginan kita untuk bermain gawai dan berselancar di media sosial, mungkin bisa coba letakkan smartphone kita di area yang sulit untuk digapai, atau titipkan kepada orang lain dan kita berfokus pada pekerjaan kita saat ini. Beberapa saat kita mungkin akan merasa kehilangan dan gatal untuk tidak mengecek pemberitahuan di smartphone.  Tapi ini hanya sementara saja, nanti akan terbiasa dengan sendirinya. Waktu kita bisa tersalurkan untuk hal yang lebih positif lagi dan kita dapat bermedia sosial dengan lebih bijak.

Buat to-do list

Kalau kita mencoba untuk membuat to-do list  apa yang akan kita lakukan di hari ini, kita akan berpikir berkali-kali untuk berjam-jam hanya untuk bermain hp. Coba saja list kegiatan dari bangun pagi sampai tidur lagi, pekerjaan apa yang ingin kita selesaikan di hari ini, mulai dari yang paling mudah hingga yang susah dan prioritaskan mana yang harus diselesaikan lebih dulu. Kita akan sadar ada banyak hal yang harus kita selesaikan. Dengan sendirinya alokasi waktu yang biasanya kita gunakan untuk bermain gawai jadi tersalurkan.

Lakukan aktivitas di luar bermain gawai

Coba perlahan-lahan alihkan aktivitas yang biasanya kita lakukan di media sosial dengan hal lain. Misalnya kita bisa membaca buku, koran, mennyalurkan hobi, berbincang dengan kawan, keluarga, dan rekan kerja. Mungkin agak susah ya apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini untuk membebaskan diri dari  bermain gawai. Tapi kita bisa latih diri kita untuk membatasi diri agar tidak kecanduan media sosial. Gunakan smartphone seperlunya dan optimalkan untuk kebutuhan yang mendesak saja.

Konsultasi ke Psikolog

Jika beberapa langkah di atas masih belum juga membuat kita terlepas dari kecanduan media sosial, mungkin cara yang satu ini bisa membantu kita untuk mengatasi masalah yang kita alami saat ini. Psikolog akan lebih mengerti kondisi yang kita alami, mencari akar masalahnya, merumuskan solusi yang tepat untuk kita.

Semoga sedikit tips ini bisa membantu untuk mengatasi masalah dengan media sosial. Saat merasa sudah kecanduan dengannya, coba berhenti sejenak dan pikirkan kerugian apa yang akan kita hadapi jika kita larut di dalamnya. Dan pikirkan juga apa yang akan kita dapat jika kita berhasil mengatasinya. Ada banyak hal baik yang bisa kita lakukan dari hanya sekadar berselancar di media sosial. Ada orang-orang yang berhasil terlepas dari kecanduan bermain medsos merasa dirinya lebih bahagia menjalani kehidupannya. Misalnya saja Mas Menteri Nadiem Makarim yang telah melakukan puasa dalam bermedia sosial  selama 2,5 tahun.

Kata Mas Menteri, “Bermedsos itu nggak papa, tapi kita harus aware dan sadar bahwa ini merupakan hal yang dapat menimbulkan kecanduan seperti rokok maupun alcohol. Dan orang nggak sadar, selain menimbulkan kecanduan, medsos dapat menciptakan perasaan loneliness yang sangat tinggi dan berkontribusi pada kesehatan mental kita. Saya sudah hampir 2,5 tahun tidak menggunakan medsos, dan itu sangat membantu. Pas keluar dari medsos saya merasa jauh lebih kalem, lebih PD dengan keputusan-keputusan yang saya buat, lebih fokus pada pekerjaan dan keluarga saya. Dan saya merasa lebih secure. Yang paling penting adalah keberanian untuk menjadi diri kita sendiri dan itu sangat sulit di dalam ekosistem medsos. Karena di medsos itu kita melatih diri kita untuk tidak menjadi diri kita yang sebenarnya.”

So, gimana menurut sahabat ublik? Perlu nggak kita puasa dalam menggunakan media sosial dari sekarang? Bijak dalam menggunakan waktu dan kesempatan kita ya. Apalagi di masa muda seperti sekarang ini, gali potensi dan temukan versi terbaik dari dirimu. Semangat!

Selamat bertumbuh setiap hari. Jadi lebih baik setiap matahari terbit kembali 🙂

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Masih Punya Masalah dengan Demam Panggung, Sudah Coba Cara Ini?

Langkah Penting Untuk Membangun Success Mindset