in , , , ,

Salut! Pemuda Lulusan SMP Ini Merakit Vespa Tank yang Laku di Eropa

Pendidikan masih terus dipercaya menjadi jalur yang membawa kesuksesan. Semakin tinggi tingkat pendidikannya, maka semakin besar peluangnya untuk sukses di bidangnya. Itu adalah pandangan umum di sekitar kita. Bagaimana dengan pemuda yang ‘hanya’ lulusan SMP? Apakah itu membuat kesempatan suksesnya jadi berkurang? Jawabannya belum tentu! Asal ada tekad, usaha dan keyakinan yang kuat untuk sukses. Seperti halnya yang dialami oleh pemuda yang satu ini, Yogi Hermawan (27) asal Kediri, Jawa Timur. Yogi adalah seorang pecinta vespa yang hanya berhasil menamatkan pendidikan hingga bangku SMP.

Bukan karena faktor ekonomi yang membuatnya harus putus sekolah, tapi kecintaannya terhadap vespa sering membuatnya mengikuti touring ke luar kota dengan anak-anak vespa satu klubnya. Sehingga, ia pun sering bolos dan terpaksa harus putus sekolah saat duduk di bangku SMA. Penyesalan tentunya ada, hingga suatu hari ia berpikir sudah saatnya ia mengikuti nasihat orang tuanya untuk mencari pekerjaan atau membuka usaha demi kehidupannya kelak.

( Baca juga: Ulus Pirmawan, Petani Indonesia Peraih Penghargaan Bergengsi dari FAO )

Yogi kemudian mulai berhenti mengikuti touring ke luar kota dan nekat membuka sebuah usaha bengkel las yang telah dirintis sejak tahun 2009. “Nekat karena saat itu saya tidak mempunyai ilmu las sedikit pun,” ujar Yogi. Bermodalkan uang Rp 4 juta yang merupakan hasil dari penggadaian mobil. Mobil tersebut ternyata bukan mobil pribadi miliknya ataupun milik keluarganya. Tapi, milik seseorang yang menggadaikan mobil itu kepada ayahnya.

Tentu saja hal itu membuat ayah Yogi marah.  Namun, perlahan-lahan syukurlah ia bisa menebus kembali mobil tersebut meskipun dalam jangka waktu yang cukup lama. Dari hasil menggadaikan mobil tersebut, Yogi hanya mendapatkan uang Rp 4 juta. Ia hanya mampu membeli peralatan las seadanya, selebihnya ia cicil.

Kenapa memilih usaha bengkel las daripada usaha lain?

Karena Yogi sudah dapat memastikan pelanggan bengkelnya, yaitu teman-temannya satu klub Vespa Rosok Scooter Jahanam (RSJ), Yogi merasa, suatu saat pasti teman-temannya membutuhkan jasa bengkel lasnya itu untuk memperbaiki vespa mereka. Ia juga menerima pesanan pembuatan pagar besi saat teman-temannya tidak sedang membutuhkan jasanya.

Suatu hari, Yogi berhasil mengembangkan dan merakit sebuah vespa berdasarkan ide dan rancangan dari salah seorang teman satu klubnya yang lebih akrab disapa T-Pos. Yogi sendiri awalnya hanya menggunakan vespa tersebut untuk kebutuhan pribadi seperti mengangkut alat-alat bengkelnya. Tapi, setelah agak usang dan ingin membuat rancangan terbaru, Yogi pun menjual vespa rakitannya itu.

Baca juga : Terpilih Jadi Pulau Terbaik di Dunia, Inilah 5 Alasan untuk Mengunjungi Pulau Jawa )

Dan betapa terkejutnya ia, karena banyak yang berminat membeli vespa rakitannya itu. Mereka menilai, bahwa vespa rakitan Yogi itu sangar dan keren. Bagaimana tidak? vespa buatan Yogi memiliki bentuk yang unik, hingga menyerupai tank alias model armada tempur milik tentara. Yogi pun membuat kembali vespa yang sama dengan mengembangkan kembali beberapa bagian yang kurang sempurna. Dan ternyata, semakin banyak yang berminat dengan vespa buatannya, hingga ia pun berinisiatif membuat vespa untuk dijual.

Vespa tank Yogi (Sumber: resgional.kompas.com)

Vespa buatan Yogi tersebut dijual seharga Rp 8 – Rp 11 juta tergantung tingkat kerumitan dan lamanya pengerjaan. Vespa tank tersebut, rata-rata berukuran panjang 270 cm dan lebar 125 cm. Ada pula yang panjangnya mencapai 4,5 m. Jumlah roda bisa mencapai belasan demi menopang bodi vespa tank yang berat. Dalam satu minggu, Yogi dibantu empat pekerja dapat membuat dua sampai tiga vespa tank dengan omset puluhan juta rupiah per bulannya.

Yogi memasarkan vespanya tersebut melalui jejaring sosial dan melalui perantara seseorang dari Jogja, ia berhasil mengekspor vespanya hingga ke benua Eropa. Sungguh sebuah hal yang membanggakan bagi negara Indonesia memiliki pemuda seperti Yogi. Kini vespa Yogi telah terkenal di mana-mana. Beberapa orang yang telah membeli vespa dari Yogi, mengaku puas dengan vespa tersebut. Bahkan ada juga yang berlangganan membeli vespa kepadanya.

( Baca juga : Inilah Sosok Mahasiswa Kreatif Penggagas Kampung Warna-Warni Jodipan di Kota Malang )

Apa keunggulan dan kekurangan vespa buatan Yogi?

Selain bentuknya yang unik, vespa buatan Yogi tidak hanya dapat berjalan maju, tetapi juga dapat berjalan mundur. Kemampuan berjalan mundur ini adalah hasil utak-atik transmisi mesin vespa itu sendiri. Yaitu, memindahkan salah satu transmisinya menjadi khusus untuk berjalan mundur. “Untuk bisa berjalan mundur, tidak perlu ada alat tambahan lagi. Kita manfaatkan satu mesin yang multifungsi,” ujar Yogi.

Salah seorang pengguna vespa tank buatan Yogi mengungkapkan, “tidak ada kendala yang cukup berarti saat touring menggunakan vespa buatan Yogi, hanya putus kopling yang merupakan masalah yang kecil.”

 

( Sumber gambar utama: tempo.co/Hari Triwarsono )

‘Terapi Belanja’ yang Perlu Kamu Tahu agar Tidak Menguras Dompet

5 Manfaat Membaca yang Mungkin Belum Kamu Sadari