in

Inilah Peluang dan Tantangan Generasi Milenial di Era Digital

Sudah siapkah menghadapinya?

Waktu bergulir dengan cepatnya. Zaman pun berubah dengan drastis. Pun demikian dengan masyarakat era digital di dalamnya yang tidak pernah statis. Selalu bergerak maju ke depan. Berbagai penemuan menyertai arah langkah kita. Termasuk juga keberadaan teknologi informasi dan komunikasi yang kerap kali menyertai aktivitas sehari-hari kita.

Smartphone pun semacam menjadi barang wajib di era digital yang dipegang oleh semua kalangan. Setiap orang terhubung dengan yang lainnya melalui internet, lebih tepatnya menggunakan media sosial. Kehadiran media sosial di tengah-tengah kita mengubah wajah dunia. Benar kata sebagian orang bahwa dunia semakin sempit karena kemajuan teknologi. Kondisi semacam inilah yang seolah membenarkan pernyataan bahwa dunia tak selebar daun kelor.

Sebagian Besar menjadi Pengguna Aktif Media Sosial

Sebagian besar penduduk Indonesia menjadi pengguna aktif media sosial. Hampir semua kalangan memiliki akun media sosial, baik di Instagram, Facebook, Twitter dan sebagainya. Kemudahan demi kemudahan bisa kita peroleh hanya dengan bermodalkan paket data atau langganan internet. Di era digital, kita bisa menjalin relasi dengan siapa pun di dunia ini. Apalagi mereka yang memiliki kemampuan bahasa asing yang cukup baik, maka bukan tidak mungkin mereka akan memiliki banyak jaringan di berbagai belahan dunia.

Tali persaudaraan bisa semakin kuat disebabkan oleh hubungan yang kita jalin melalui media sosial. Yang semulanya terasa susah untuk menjangkau dan menghubungi, sekarang beda cerita. Kita bisa mudah berbicara bahkan bertatap muka melalui fasilitas video call dengan teman-teman kita. Sungguh ajaib perubahan teknologi di era digital saat ini.

Selain dipergunakan untuk mempererat tali silaturahmi, kehadiran media sosial ternyata membawa dampak positif juga bagi dunia bisnis. Setiap dari kita memiliki kesempatan untuk menjadi entrepreneur di dunia maya. Kita bisa memasarkan berbagai produk yang kita hasilkan dengan memposting di akun medsos yang kita miiki. Dengan begitu, secara langsung biaya pemasaran dan biaya promosi bisa dipangkas.

bisnis online , era digital
Ilustrasi bisnis online di era digital (Sumber: Pexels)

Revolusi digital ternyata bisa menghemat biaya-biaya yang harusnya dikeluarkan oleh para pengusaha. Jika menggunakan cara lama, maka kita akan membutuhkan biaya untuk membuat spanduk, selebaran, banner, dan semacamnya untuk memperkenalkan atau mempromosikan barang-barang kita kepada orang lain. Belum lagi biaya-biaya lainnya yang akan dikeluarkan untuk pemasaran produk seperti biaya transportasi. Beruntung pula anak-anak muda yang melihat peluang bisnis ini dengan jeli dan cekatan. Bahkan sebenarnya kita tidak mesti menghasilkan barang sendiri untuk menjualnya ke orang lain. Dengan menjadi reseller, kita juga bisa menikmati kemudahan berdagang di era digital saat ini.

Selain itu, kaum muda yang hidup di era digital saat ini memiliki peluang besar untuk menjadi kreator video, kreator musik, kreator konten, dan kreator desain grafis. Jenis profesi semacam ini menjadi pilihan anak-anak muda yang memiliki bakat, talenta dan kreativitas. Dengan memanfaatkan hobi dan bakatnya dengan optimal, mereka bisa mendapatkan pundi-pundi kekayaan. Banyak contoh anak muda yang begitu cerdas dan kreatif dalam melihat peluang dan pasar di era digital. Sebagian dari mereka menjadi YouTuber atau vlogger yang memposting berbagai macam video-video kreatif di channel mereka. Dan mereka menikmati penghasilan dari konten-konten kreatif yang mereka buat.

Kemajuan teknologi informasi juga tidak hanya menjanjikan peluang emas, namun juga ada tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh generasi milenial. Semisal ancaman pornografi dan radikalisme. Sejauh ini pemerintah memang telah berupaya untuk memblokir situs-situs yang bermuatan pornografi, akan tetapi sebagian anak-anak muda kita memiliki kehebatan untuk meretas dan masuk ke situs-situs berbahaya tersebut. Berbahaya bagi perkembangan pikiran dan psikis mereka sendiri.

Selain itu, ancaman radikalisme yang tersebut di berbagai blog dan situs di jagad maya. Ada beberapa oknum dan golongan tertentu yang sedang mengincar anak-anak muda yang polos dan tak memiliki prinsip serta pendirian yang kuat. Anak-anak muda semacam itu mudah dipengaruhi dan gampang untuk dicuci otaknya. Cuci otak maksudnya adalah disusupkannya bibit-bibit radikalisme dalam pikirannya seolah-olah hal itu merupakan suatu hal yang wajar dan benar.

Salah satu ciri orang yang terkena virus radikalisme adalah menganggap pemahamannya sendiri paling benar dan pemahaman orang lain salah dan selalu keliru. Pemahaman orang lain akan benar jika sesuai dengan pemahamannya yang bersangkutan. Sekali lagi, untuk kaum muda berhati-hatilah ancaman radikalisme sedang mengintai.

media sosial , era digital
Ilustrasi media sosial (Sumber: Pexels)

Peluang untuk Kaum Muda

Ibarat pisau bermata dua, kehadiran media sosial dan berbagai macam teknologi informasi di hadapan kita sebenarnya tergantung kita pribadi. Pisau jika digunakan untuk memotong sayur sangat bermanfaat. Beda halnya jika digunakan untuk melukai orang lain, maka akan membahayakan. Begitu juga dengan teknologi informasi, jika digunakan untuk kebaikan maka kita akan mendapatkan manfaatnya. Jika digunakan untuk keburukan, kita pun akan menerima akibatnya.

Maka dari itulah, di era digital saat ini, kaum muda diharapkan bisa semakin bijak dalam menggunakan media sosial. Belajar untuk menahan diri dan tidak gampang memberikan pernyataan yang menimbulkan perpecahan. Seperti ujaran kebencian, fitnah, adu domba dan sebagainya. Penggunaan media sosial untuk melukai hati orang lain justru membuat karakter luhur kita semakin merosot tajam. Terakhir, pesan saya untuk kaum muda, khususnya untuk diri saya sendiri, yaitu agar semakin bijaksana dalam menyikapi masifnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

[Ruang Fiksi] Karena Aku Memilihmu

kejutan , kegagalan

Kegagalan Itu Punya Banyak Kejutan, Jangan Cepat-Cepat Menyerah!