in

Benarkah Patah Hati Justru Bikin Kita Jadi Produktif?

Inilah kenapa banyak karya seniman hebat, lahir dari patah hati

bangkit dari patah hati

Kawan Ublik jangan kaget ya lihat judul artikel kali ini. Selama ini kan citra patah hati adalah bikin perasaan jadi sedih, melankolis, bawaannya baper mulu, kecewa, ah, pokoknya segala perasaan negatif tumpah ruah bikin mood hilang entah ke mana! Jadi sulit dipercaya rasanya ketika membaca judul artikel ini. Apa hubungannya patah hati dengan jadi produktif? Produktivitas kan butuh semangat bekerja?

Patah hati banyak sebabnya. Biasanya perasaan ini disebabkan oleh sebuah hubungan percintaan yang kandas karena kasih kita tak berbalas. Hiks. Kita sudah mengusahakan segalanya untuk doi, tetapi si doi malah memilih yang lain. Atau kita sudah lama memendam rasa, si doi justru nggak menganggap kita ada. Sedih nggak, tuh?

Eh, tapi patah hati nggak cuma dari masalah percintaan saja, lho! Perasaan ini bisa berasal dari penolakan dari sesuatu yang kita harapkan. Misalnya saat kita memiliki cita-cita masuk ke sebuah perguruan tinggi ternama tetapi gagal. Atau bagi yang bergerak di bidang kreatif, karya kita dicela seenak udel padahal kita mengerjakannya sepenuh hati.

Nggak enak , patah hati
Patah hati memang nggak enak. (Sumber gambar: Kelly Sikkema on Unsplash)

Duh, sakit banget, tahu! Rasanya hati kayak dibelah dua, terus bawaannya baper beberapa waktu. Makan rasanya nggak enak. Tidur nggak nyenyak. Mau mengerjakan sesuatu rasanya malas. Pokoknya yang ada di pikiran kita adalah si sumber patah hati.

Namun ternyata patah hati bisa membuat seseorang lebih kreatif dan produktif. Bahkan cerita musisi yang menciptakan lagu populer berasal dari proses pembuatannya yang dipenuhi perasaan patah hati sudah lazim terdengar.

Beberapa nama besar seperti pelukis Van Gogh, penyanyi Bob Dylan, dan Virginia Wolf yang merupakan seorang novelis Inggris yang dianggap menjadi salah satu tokoh terbesar sastra modernis abad 20 adalah sebagian orang yang berhasil menyulap kesedihan menjadi kesuksesan. Mereka menikmati perasaan patah hati itu untuk melakukan apa yang mereka kuasai dan sukai sehingga menghasilkan karya luar biasa.

si baper , patah hati
Bagi si Baper patah hati bisa diubah jadi karya. (Sumber gambar: Luis Galvez on Unsplash)

Dilansir dari Wired.com, kesedihan tampaknya membuat kreativitas kita berada di puncak. Setidaknya itu yang menjadi kesimpulan penelitian Modupe Akinola, seorang professor di Columbia Business School pada makalahnya yang berjudul “The Dark Side of Creativity: Biological Vulnerability and Negative Emotions Lead to Greater Artistic Creativity.” Eksperimen yang dilakukan sederhana: professor itu meminta subjek penelitian untuk berbicara tentang pekerjaan impiannya. Secara acak subjek diberi respon negatif atau positif berupa anggukan dan senyuman atau cemberut dan gelengan kepala.

Modupe Akinola juga menghitung DHEAS (dehydroepiandrosterone) yaitu hormon endogen yang menumpulkan efek dari hormom stress seperti kortisol. Depresi erat kaitannya dengan stress kronis. Jika kadar DHEAS rendah maka itu akan berhubungan dengan mood swings atau  mood yang berubah-ubah serta kesedihan. Subjek juga ditanya tentang perasaan mereka.

Tidak mengherankan jika subjek yang diberi respon positif merasa lebih baik dari sebelumnya. Sebaliknya, subjek yang merasa impiannya telah dihina merasa kesal. Tetapi hasil yang mengejutkan adalah subjek yang diberi respon negatif memiliki kehidupan kampus lebih baik dibanding orang yang diberi respon positif atau malah nggak diberi respon sama sekali.

Ternyata efek orang yang merasa patah hati bisa seperti itu, ya, Kawan Ublik? Kenapa ya kok bisa begitu? Nah, mari kita simak alasannya berdasarkan apa yang penulis alami sendiri. Check this out!

1.Anugerah Untuk Si Baper

Terkadang pas kita merasa patah hati akan sesuatu, terus orang lain di sekitar kita biasanya cuma bilang, “Gitu doang dipikirin. Lupakan aja, deh.” Padahal bagi orang yang sedang mengalami, apa yang dianggap bukan apa-apa bagi orang lain adalah apa-apa baginya. Mereka nggak bakal mengerti sebab tingkat sensitivitas orang berbeda-beda.

berkarya , patah hati
Bagi si Baper patah hati bisa menghasilkan karya. (Sumber gambar: Anh Nguyen on Unsplash)

Nah, bagi kita yang mudah terbawa perasaan, bawaanya melankolis, sebaiknya rasakan betul perasaan itu dan curahkan pada sesuatu yang kita kuasai dan sukai. Misalnya bagi pecinta puisi, buatlah puisi berdasarkan apa yang kamu rasa atau ingin kamu ungkapkan. Bagi yang gemar bikin ilustrasi kamu bisa gambar tokoh yang mencerminkan kamu. Kamu bahkan bisa menghibur diri sendiri dengan menciptakan akhir bahagia bagi si tokoh.

Kemungkinan besar hasil yang kamu rasa adalah jauh lebih baik dari sebelum memulai. Instingmu akan lebih tajam dalam berkarya. Tentu saja apa yang kamu ciptakan akan lebih baik daripada ketika nggak merasa apa-apa alias lempeng gitu kayak jalan tol.

2.Kita Jadi Lebih Peka

Sadar nggak sih pas kamu sedang jatuh cinta semua terasa lebih indah? Bawaanya mikirin doi mulu. Terus pas kamu sedang patah hati, sosok dia yang biasa menemani tiba-tiba hilang.

Tetapi apa Kawan Ublik pernah berpikir, saat kamu sedang tergila-gila dengan sesuatu hal, ada seseorang atau bahkan beberapa orang yang kamu abaikan? Jatuh cinta membuatmu buta dan mengerahkan segala waktu hanya untuknya. Kamu nggak sadar kalau kamu jadi cuek dengan orangtua atau sanak saudara. Kamu bahkan nggak tahu apa ibumu sudah makan atau belum sebab terlalu sibuk peduli pada si doi.

Sejak patah hati, orang-orang yang sayang padamu tetapi kamu abaikan tetap akan peduli padamu. Membuatmu sadar kalau mereka adalah orang yang benar-benar tulus sayang padamu. Kamu kemudian akan menyadari hal-hal yang selama ini kamu lewatkan atau abaikan. Nah, dari situ kamu belajar lebih peka pada sekitar. Ide bisa datang dari mana saja asal kamu mau memperhatikannya.

2.Karena Cinta Diri Sendiri

Patah hati memang nggak enak. Tapi itu adalah kesempatanmu untuk belajar lebih kuat dan mencintai diri sendiri. Kamu bisa lebih fokus pada diri sendiri karena waktu yang berlalu telah kamu habiskan untuk si sumber patah hati.

cintai diri sendiri , patah hati
Cintai diri sendiri lebih baik daripada terus terjebak dalam kesedihan. (Sumber gambar: Trym Nilsen on Unsplah)

Ketika kamu punya waktu untuk instrospeksi diri, kamu sadar betapa banyak waktu yang kamu buang padahal kamu bisa menggunakannya untuk lebih mengenal diri kamu sendiri. Mungkin selama ini kamu merasa nggak perlu melakukannya, tetapi kenyataannya mengenal diri sendiri adalah cara untuk sukses.

Kamu akan punya kesempatan untuk mengasah bakat yang kamu miliki. Kamu bisa mencoba hal-hal baru setiap saat tanpa tergantung orang lain. Karena semakin cinta pada diri sendiri, tentu saja kamu sadar tidak boleh berada dalam kesedihan lama-lama. Karena cinta diri sendiri, kamu akan bertekad untuk sukses dan membahagiakan orang-orang di sekitarmu juga. Semangat juang itulah yang membuat kamu jadi lebih produktif.

Gimana Kawan Ublik? Sekarang percaya kan kalau patah hati memang bisa bikin kita jadi lebih produktif? Jadi setop murung dan berdiam diri lama-lama. Mulailah bergerak untuk mengejar apa yang kita cita-citakan. Semoga berhasil! 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

marie kondo , konmari

Seni Beres-beres di Era Digital dengan Metode KonMari

5 Usaha Sampingan yang Bisa Mahasiswa Kerjakan Sambil Kuliah