in ,

Pilih Pantai atau Gunung? Ternyata Bisa Menunjukkan Karaktermu

Pernah dengar enggak, sih, pernyataan kalau tempat wisata kesukaan bisa menunjukkan karakter seseorang? Kayaknya topik ini sudah dibahas di berbagai media, deh. Katanya kalau penyuka gunung tuh orangnya introvert. Terus kalau sukanya ke pantai maka orang itu pasti ekstrovert. Terus kalau suka keduanya? Yah, siapa yang melarang. Malah enak jadinya menentukan destinasi wisata.

Eh, tapi memang betulan begitu, yah? Apa benar tempat wisata bisa menunjukkan jati diri kita yang sebenarnya?

Pada dasarnya apa pun pilihan kita di hidup ini memang menunjukkan karakter seseorang, termasuk dalam menentukan tempat liburan seperti apa yang kita inginkan. Mau suasana alam pegunungan? Atau menginjak lembutnya pasir pantai?

Oleh sebab itu redaksi Ublik akan membeberkan karakter-karakter apa yang tersembunyi di antara dua pilihan: gunung atau pantai. Yuk mari disimak~

1.Introvert vs. Ekstrovert

Ternyata Kawan Ublik, kepribadian introvert dan ekstrovert ini memang ada hubungannya dengan pilihan pemandangan. Dilansir dari washingtonpost.com, para psikolog dari Universitas Virginia mengadakan penelitian yang menghasilkan jurnal berjudul Personality and Geography: Introverts Prefer Mountains”.

Dari judul jurnal itu saja seakan sudah ada penegasan bahwa introvert cenderung memilih gunung daripada pantai. Hal ini disebabkan oleh banyak hal yang didasari pada perbedaan dasar kepribadian. Introvert menyukai keheningan, tidak terlalu suka jadi pusat perhatian apalagi menyenangkan orang lain secara berlebihan. Ekstrovert justru kebalikannya. Mereka suka keramaian dan mendapatkan energi dari orang sekitar.

Dilihat dari kepribadian itu saja, tentu Kawan Ublik bisa melihat perbedaan antara gunung dan pantai. Pantai merupakan lingkungan yang terbuka, tidak ada penghalang antara pengunjung satu dengan lain, dan ramai, terutama ketika musim liburan. Gunung yang masih dikelilingi pepohonan membikin suasana sendiri yang membuat pengunjungnya merasa tidak terlalu terbuka layaknya pantai.

Psikolog dari Universitas Virginia juga melakukan eksperimen lainnya yaitu apakah ada hubungan antara dua jenis kepribadian dengan lokasi geografis tempat mereka tinggal kepada sebanyak 613.000 responden di Amerika Serikat. Hasilnya mengatakan bahwa penduduk di sekitar pegunungan lebih introvert daripada yang tinggal di dataran.

Mandalika,  pantai atau gunung
Pantai atau gunung? Lokasi: Mandalika, Lombok (Sumber: Ublik.id/Ika Nurul)

2.Dunia Virtual vs. Dunia Nyata

Dikutip dari traveltriangle.com, penggemar pantai biasanya suka banget unggah foto di media sosial, balas komentar orang lain, pokoknya matanya terpaku sama ponsel, alias tenggelam dalam dunia virtual. Sedangkan penyuka gunung cenderung benar-benar memutuskan dunia virtual dari dirinya karena ingin menikmati pemandangan alam secara sungguh-sungguh tanpa terganggu apa pun. Mereka berusaha sebisa mungkin terkoneksi dengan dunia nyata.

3.Ekspresif vs. Kalem

Kawan Ublik, pernah merasa heran enggak sama teman sendiri. “Ih, dia ini senang apa gimana sih kok mukanya gitu-gitu aja?” Jangan buruk sangka dulu. Cara orang berkespresi itu beda-beda. Ada yang blak-blakan, ekspresif sekali wajah dan tubuhnya. Ada pula yang tetap tenang apa pun yang terjadi.

Begitu juga cara orang pantai dan orang gunung mengekspresikan kebahagiaan mereka. Orang yang suka pantai cenderung lebih bebas, ceria, dan menunjukkan rasa bahagianya. Sedangkan orang yang menyukai gunung, biasanya lebih tenang dan kalem. Padahal kebahagiaan meluap-luap di hatinya sebab bisa menikmati pemandangan alam di sekitarnya. Mereka sama-sama bahagia dengan caranya sendiri.

Pantai Pulau Merah,  pantai atau gunung
Pantai Pulau Merah Banyuwangi (Sumber: Ublik.id/Erli)

4.Sebar Ide vs. Pendam Dulu

Penyuka pantai memang dasarnya memiliki sifat aktif  dan enerjik. Mereka suka bertemu dengan orang banyak dan mendapatkan energi darinya. Ketika ada ide di dalam kepala, mereka akan segera menyebarkan ide tersebut dengan tujuan agar mendapat masukan lain.

Sedangkan orang yang menyukai gunung bertindak sebaliknya. Mereka tidak akan mau menyebar ide sebelum mereka sendiri paham benar dengan ide tersebut dan membuat perencanaan yang matang.

5.Pembicara vs. Pendengar

Para penyuka pantai yang suka bergaul dengan orang banyak merupakan pembicara yang aktif. Mereka tidak masalah berbicara remeh-temeh karena mereka adalah pembicara yang baik. Dari hal yang kecil bisa saja mengarah ke pembicaraan besar.

Berbeda dengan para penyuka gunung yang suka ketenangan. Ketika kamu berteman dengan mereka, maka bersyukurlah sebab biasanya mereka merupakan pendengar yang baik. Meski bukan ahli dalam pembicaraan kecil, mereka bisa jadi tempatmu curhat. Lumayan sambil naik gunung biar enggak terasa capeknya. Hahaha.

Bromo, pantai atau gunung
Piknik ke Bromo (Sumber: Ublik.id/Azizah)

6.Penghibur vs. Pemikir

Liburan dengan penyuka pantai yang jago bicara dan aktif memang enggak ada bosannya. Adaaa saja caranya mereka bikin acara jadi seru. Entah dari topik yang dibicarakan, gaya bicaranya, atau lelucon yang dilontarkannya, mereka seakan tidak kehabisan ide untuk menghibur kawannya.

Tipe penyuka gunung yang introvert cenderung pemikir yang baik. Gunung memberi mereka kesempatan untuk merefleksikan diri dan berpikir tentang banyak hal yang tidak bisa mereka lakukan pada saat suasana berisik. Mereka bisa diajak bertukar pikiran jika kebetulan kalian menggemari bidang yang sama.

Bagaimana Kawan Ublik? Apakah perbedaan karakter di atas pas dengan apa yang kamu rasakan? Intinya sih apa pun karakternya, manusia terlalu kompleks untuk dikotak-kotakkan, tetapi cukup sederhana untuk menemukan kesamaannya.

 

(Sumber gambar utama: dokumen pribadi)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

5 Mindset yang Sebaiknya Dimiliki Anak Muda sebelum Membangun Bisnis

makanan khas papua

5 Makanan Khas Papua Selain Papeda yang Mesti Kamu Coba