in

Nikmati Proses Hidupmu Selepas SMA dengan 7 Tips Ini

Tentang proses panjang yang akan dilewati setiap orang demi cita-citanya

Menikmati proses setelah jenjang putih abu-abu. Sulit? Pasti. Tapi, menjadi berani itu penting.

Semester baru kini dimulai. Apa kabar kamu, lulusan SMA yang dulu berencana meneruskan kuliah? Atau mungkin ada yang berencana kerja atau berwirausaha? Sudahkah kalian melangkah?

Pernahkah kamu merasa seperti terombang-ambing di tengah lautan, tiba-tiba ada sebuah pelampung karet menghampirimu, kemudian kamu menggapainya dan berpasrah pada gelombang untuk membawamu ke mana pun asal masih bisa bernapas dan berpegang pada pelampung karet tersebut? Atau mungkin di tengah jalan kamu menemukan pelampung karet lainnya yang ukurannya lebih besar, namun kamu tidak tahu apakah kondisinya lebih baik dari pelampung sebelumnya sehingga kau lebih memilihnya?

menikmati , proses

Merasa bingung, tersisih, dan tidak mengerti harus bagaimana? Ternyata ini merupakan proses yang sangat wajar dihadapi oleh siapa saja yang baru saja melewati jenjang putih abu-abu. Sebuah perubahan fase kehidupan yang berarti sebuah tantangan besar bagi lulusan SMA. Pada tahap inilah setengah dari fase hidup sesungguhnya mulai terbuka. Orang terdekat harus siap menepuk pundak lulusan SMA ini dan memberikan dorongan moral sebanyak-banyaknya pada mereka. Baik itu orang tua, kakak, adik, sepupu, teman, guru, maupun siapapun orang dekat, semestinya mengatakan :

Kau akan menjadi orang yang siap menjadi bagian dari masa depan. Itu tidaklah kilat, semua perlu proses. Namun proses itu dimulai saat ini. Maka pikirkan, renungkan minatmu, dan melangkahlah dengan yakin. Dunia ini penuh persaingan. Sekali lagi, semuanya dimulai saat ini. Termasuk persaingan itu. Berdoalah… sertakan Tuhanmu dalam perjuanganmu. Percayalah ini memang tidaklah mudah. Kelak setelah kau masuki jurusan yang kau inginkan mungkin juga kau bilang akan menyerah saja karena kau mulai berubah pikiran. Kau enggan memiliki profesi A di masa depan. Kau ingin profesi B atau mungkin C. Itu baru satu masalah. Rintangan lain akan datang menyapamu.

Tolong jangan cepat angkat tangan apalagi ingin lari dari kenyataan. Jadilah dirimu yang tangguh. Ingat kembali masa di mana kau mengawali mimpimu, lalu teruslah berjuang. Jangan mau dipecundangi rasa takut. Pemenang sesungguhnya adalah mereka yang berhasil melewati semua tantangan demi mencapai garis finish.

Agar kamu lebih menikmati proses, coba perhatikan hal-hal di bawah ini. Semoga bisa membawamu merasa lebih baik.

1. Mendekatkan Diri pada Tuhan agar Diberikan Jalan yang Terbaik

Karena hanya pada Tuhanlah segala urusan dikembalikan. Kita berhak menentukan impian dan tujuan kita, tetapi Tuhan lebih tahu apa yang terbaik bagi kita. Tugas kita adalah berupaya sebaik mungkin, melawan rasa ragu, takut, dan malas. Doa yang kita panjatkan setiap hari juga akan mengingatkan kita akan tujuan kita. Nikmatilah proses perjuangan ini hingga keberhasilan kau raih.

2. Analisis Jurusan Pilihan dengan Passion dan Peluang Kerja

Cermatilah peluang yang kamu miliki dengan mengambil jurusan itu. Temukan pula passion-mu di jurusan tersebut. Teliti lagi, benarkah sama sekali tidak ada hal baik sesuai passion yang bisa kau kerjakan dengan mengambil jurusan ini? Sudah yakinkah?

Suka kerja lapangan atau kerja kantoran? Suka diam sendiri di depan laptop atau hobi cuap-cuap? Atau mungkin bekerja melayani pasien, berinteraksi dan memberi pengobatan? Atau lebih suka main-main mesin? Tanyakan pada dirimu. Kuatkan arah ketertarikanmu. Sudah banyak hasil studi mengungkapkan, mereka yang menekuni pekerjaan sesuai passion akan memperoleh hasil lebih baik daripada yang setengah hati melakukannya.

Baca juga;

Cara Mengatur Pola Pikir agar Hidup Lebih Bahagia
Mengenal Toxic Positivity, Niat Baik yang Berbahaya
Pentingnya Skill dan Grit untuk Mengembangkan Karirmu di Perusahaan

3. Jangan Mau Jadi ‘Ansos

Bersosialisasi mendekatkan kita pada banyak informasi yang kita butuhkan, termasuk tentang kuliah dan mencari pekerjaan. Buatlah pikiranmu lebih terbuka dan tidak menjadi orang yang terus menyalahkan keadaan. Tak kenal maka tak sayang, kan? Menjadi anti sosial atau ‘ansos’ juga rentan membuat kita menjadi orang yang tersudutkan, minder, dan  membuat orang sulit percaya pada kita.

4. Carilah Afirmasi Positif Sebanyak Mungkin

Tak semua orang dekat yang kita tanyai pendapat mengenai fakultas atau jurusan yang kita ambil akan setuju dan memberi respon positif. Hal tersebut bisa jadi karena mereka memang kurang memahami tentang potensi jurusan tersebut. Ada baiknya kita mencari tahu pada orang yang sudah lulus atau sedang mengenyam pendidikan di fakultas tersebut. Tanyakan selengkap mungkin seperti peluang beasiswa, organisasi, kompetisi, jalannya pembelajaran, lahan pekerjaan, dan peluang lanjut studi. Masukkan hal-hal positif dalam pikiran.

Jangan langsung ambil kesimpulan buruk, jika menemukan hal negatif. Semua jurusan pasti ada plus minusnya. Hal negatif tersebut hendaknya dicari tahu lebih lanjut apa penyebabnya. Bisa jadi hal negatif yang kita dengar ternyata hanya terjadi pada Si ‘A’, sementara pada Si ‘B’ tidak. Hal tersebut terjadi karena ada alasan di baliknya. Kita bisa melihat seseorang sukses karena apa? Ketekunan, dedikasi, kedisiplinan. Jadi jangan cepat berkesimpulan ya, guys!

5. Curhat pada Orang yang Lebih Dewasa dan Bisa Dipercaya

Jangan simpan semua kekhawatiran seorang diri. Emosi yang kalut hanya akan menyesatkanmu pada jalan yang salah. Overthinking juga bisa membuat seseorang menjadi mudah depresi. Percaya tidak percaya, orang yang depresi mengalami pengurangan volume otak, sehingga fungsi memori mereka menjadi terganggu. So, sayangi dirimu. Jangan sia-siakan kemampuan jasmani (termasuk otak) terganggu apalagi di usia yang masih sangat muda. Melalui berbagi cerita dengan orang lain, pikiran kita juga menjadi lebih terbuka akan banyak hal. Sehingga ketika kita menemui sebuah kesulitan yang lain kita bisa menanganinya atau paling tidak bisa menahan diri dan tidak panik.

Sulit menemukan sosok yang bisa dipercaya? Orang-orang di sekitar tidak bersedia? Bersabarlah, memang tidak semua orang bisa mudah mengerti kondisi kita. Cari sosok lainnya yang benar-benar bersedia mendengarkan. Ungkapkan dengan setulusnya.

proses , cerita
Ceritakan proses perjuanganmu pada orang terdekat…

6. Takarlah Kebahagiaan sebagai Proses, Bukan Hasil Semata

Takarlah segala pencapaian berdasarkan proses. Nikmatilah momen-momen perjuangan, saat begitu banyak orang terkasih yang turut andil dalam proses kita. Setiap orang memiliki waktunya sendiri. Ketika segala upaya sudah kita lakukan, tugas selanjutnya adalah tetap setia pada proses dengan menyertakan doa dalam setiap momen ibadah kita.

dr. Dyah Sania Artiwi (dokteria) dalam suatu kesempatan di salah satu universitas negeri di Surabaya mengungkapkan, salah satu penyebab seseorang menjadi pemurung dan gelisah adalah karena dia selalu menggebu dan berorientasi hanya pada hasil yang dia dapatkan. Padahal ada begitu banyak hal yang individu libatkan dalam perjuangannya. Materi, waktu, dan dukungan orang terdekat. Menghargai diri sendiri sebaik-baiknya dengan menikmati proses adalah sesuatu yang sangat baik diterapkan oleh setiap orang. Hidup tidak akan pernah terasa indah selagi kita merasa terus terbebani atas segala sesuatu. “Enjoy-kan hidupmu!” bahagia tidak perlu menunggu nanti.

Dalam pandangan agama Islam, segala sesuatu harus dihargai sejak prosesnya.  “Kepunyaan Allah lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allah lah dikembalikan segala urusan.” (QS Ali Imron : 109)

Dalam suatu sesi wawancara, artis sekaligus pemudi Indonesia berprestasi, Maudy Ayunda, mengatakan bahwa ia adalah tipikal orang yang merasa senang menikmati proses dari tidak bisa menjadi bisa. Itulah alasan mengapa ia suka terus belajar, menggali potensi diri, dan menjadi berkembang. Maudy juga menambahkan bahwa ia tipikal orang yang lebih banyak “bergerak dan bekerja” dalam diam. Proses panjang yang harus ia lalui tidak serta merta diekspos kepada orang lain. Pada akhirnya saat ini dia bisa meraih impian-impiannya. Seperti yang kita tahu, beberapa bulan lalu ia sempat menghebohkan media dengan kabar diterimanya ia di program magister dua universitas terbaik dunia sekaligus (Stanford dan Harvard).

Sahabat Ublik, apapun yang sedang kita perjuangkan saat ini, kerjakanlah dan tetaplah konsisten meski suatu waktu nanti semangatmu tak sekencang sebelumnya, masalah datang menertawakan usahamu yang seolah lamban, bahkan belum terlihat hasilnya sama sekali. Setiap orang punya rezeki dan waktunya masing-masing. Jadi, dengan menghargai proses kita dapat menjadi individu yang selalu bersyukur dan tidak mudah kecewa. Percayalah, Tuhan tidak pernah tidur.

7. Tantangan? Hadapi Saja!

Setiap orang punya tantangannya masing-masing dan bervariasi tingkatannya mulai dari mudah hingga berat. Tak jarang ada yang mengungkapkan sesungguhnya wujud tantangan terbesar kita adalah diri sendiri. Rasa malas atau ragu misalnya. Jika tantangan tersebut berasal dari luar diri, maka jangan panik. Bersiaplah untuk itu dan berusaha yang terbaik untuk menyelesaikannya.

Yuk semangat berjuang! Kamu pasti bisa!

Ditulis oleh Yuanita D Tresnatias

Recently a midwife in a private mother and child hospital in Purbalingga. Forever job : a learner. Setiap waktu, keadaan, dan tempat adalah hal yang membuat kita terus belajar. Belajar tidak pernah membuat kita jadi kalah atau mundur. Jangan lupa hargai usaha dan proses dengan terus bahagia

tips , memilih investasi

Cerdas Memilih Investasi, Jangan Sampai Bikin Gigit Jari!

Menjadi Petani Muda Milenial, Kenapa Tidak?