Pernahkah kamu tiba-tiba jadi sensitif karena hal-hal sepele? Stres yang memuncak gara-gara kejar-kejaran dengan deadline? Lalu masalah rutinitas yang seolah-olah berputar di lingkaran yang sama? Belum lagi kalau bicara prestasi atau hasil pekerjaan yang stagnan, padahal sebagian besar waktu sudah dihabiskan untuk pekerjaan itu?

Sebenarnya, apa yang salah? Tenang kawan, kalau kamu pernah mengalami yang seperti itu jangan panik. Mungkin saja kondisi pikiran yang tidak fokus itu juga bisa terjadi karena kurang piknik. Ya, piknik, traveling, jalan-jalan, trip, adventure, apalah sebutan yang kamu suka, pada dasarnya adalah kebutuhan batin setiap orang.

Pilihan Editor:

 

Jadi, kenapa kita butuh traveling? Apalagi mumpung masih muda dan energinya masih banyak. Lebih dari perjalanan untuk bersenang-senang , traveling bisa memberi makna yang dalam dan memberi efek positif pada diri. Bahwa setiap tempat baru yang dikunjungi memiliki cerita baru, maka setelah seseorang melewati perjalanan, segala sesuatunya tak akan pernah sama lagi. Meminjam kutipan dari travel writer Agustinus Wibowo, ‘Perjalanan bisa jadi pelarian dari rasa takut, bisa pula pencarian untuk menemukan cara membunuh takut.’ Sekali lagi, kenapa kita butuh traveling? Berikut ulasannya, mulai dari cari pengalaman baru sampai cari jodoh! Ups.

1.Menambah Pengalaman Baru

Experience (Sumber: Pixabay)

Demi sesuatu bernama pengalaman, orang akan melakukan banyak hal baru, berkelana, kadang mencoba-coba, juga memenuhi keinginan diri atas sesuatu yang belum pernah dirasakan. Traveling dan pengalaman seperti satu paket hal yang tidak terpisahkan. Jadi, pengalaman apa saja yang bisa didapat dari traveling? Sebut saja ilmu, orang-orang, suasana, dan budaya yang semuanya baru. Misalnya saat ke negara-negara Asia tenggara, kita jadi bisa melihat ‘kota lama’ di sana, juga kehidupan multikultural yang sesungguhnya. Ke Karimunjawa bisa melihat sunset bulat sempurna itu bagusnya bagaimana. Hal-hal yang tidak bisa kita dapat hanya dengan tidur-tiduran di rumah.

2.Refreshing, Ambil Jeda dari Rutinitas

Apa jadinya kesibukan tanpa jeda? Bahkan mesin pun butuh ‘istirahat’, tidak bisa dipaksa kerja terus menerus. Saat kamu punya rutinitas sehari-hari yang melelahkan, jangan lupakan hak dirimu untuk merefresh pikiran dengan traveling. Dengan begitu, fokus dan ketenangan akan bisa kamu dapatkan kembali.

3.Sudut Pandang Baru

Ada masa-masa di mana kamu menemukan apa yang sebenarnya kamu mau. Saat itulah kamu berusaha untuk meraih sesuatu dengan caramu. Inilah momen di mana kamu mampu melihat sesuatu dari sudut pandang baru. Ya, tidak cukup hanya menambah pengalaman baru, traveling pun bisa mengubah cara pandang karena terbiasa menghadapi hal-hal baru. Yang terpenting kita butuh traveling untuk bisa merespon keadaan dengan lebih positif. Dari yang biasanya tertutup dan cuek, menjadi terbuka dan ramah.

4.Menjadi Pribadi yang Lebih Bijak

Lebih dari perkara eksistensi diri setelah mengunggah foto di media sosial, traveling juga bisa membuat kita jadi pribadi yang bijak. Mau tidak mau, traveling adalah tentang menantang diri, keluar zona nyaman, dan beradaptasi dengan hal-hal baru. Apa lagi selain itu? kita bisa jadi lebih bijak dalam mengatur budget, peka pada kondisi sekitar, dan melatih jiwa pemimpin, setidaknya untuk diri sendiri. Di saat-saat tertentu, harus mengambil keputusan yang penuh risiko.

5.Lebih Mengenal Tuhan

Saat melihat kehidupan orang-orang di luar, kita bercermin tentang kehidupan yang kita jalani selama ini. Begitu pun saat menyatu di alam bebas. Betapa luasnya ciptaan Tuhan. Bahwa tidak ada apa-apanya kita di dunia ini. Banyak orang yang lebih hebat dari kita. Di tengah-tengah hamparan alam semesta luas, kia bukan apa-apa. Apalagi kita dibanding Sang Pencipta? Kita jadi akan mengevaluasi diri, bersedia untuk belajar dan memperbaiki diri. Satu lagi, dalam perjalanan, seringkali ada hal-hal tak terduga di mana kita merasa tak punya apa-apa lagi. Saat tak ada yang bisa menolong, hanya Tuhanlah yang benar-benar Maha Penolong.

6.Membuat Kita Makin Kaya

Traveling yang membuat kita makin kaya ini bisa diartikan untuk pengalamannya, atau bisa juga kaya dalam arti sebenarnya, yaitu menambah saldo di rekening. Dengan modal kamera, skill edit foto, skill menulis, dan komitmen, kamu bisa jadi travel blogger yang mereview tempat wisata. Ketika hasil karyamu berkualitas, tidak munutup kemungkinan bahwa kamu dibayar untuk sesuatu yang kamu senangi.

Berikutnya adalah kaya secara kepribadian. Pengalaman, teman, cerita, budaya, dan sudut pandang baru adalah definisi kaya yang tidak bisa diukur dengan materi. Melalui traveling kita juga bisa mendapat inspirasi baru untuk melakukan sesuatu dengan cara yang lebih baik.

7.Menemukan Orang-Orang Baik

Seorang teman yang hobi traveling mengutarakan kesannya yang dia dapatkan setiap bepergian ke tempat lain. Adalah pada dasar nya semua orang itu baik, bahkan sangat baik. Beberapa kali dia ngetrip, sempat mengalami kesusahan. Tapi di balik kesusahan itu, selalu ada kemudahan. Banyak pertolongan Tuhan yang tak terduga melalui perantara orang-orang baik yang bahkan belum kenal sebelumnya.

8. Cari Jodoh

Konon, cara mudah untuk bisa melihat sifat asli seseorang adalah dengan mengajaknya berbisnis atau traveling. Nah, karena kali ini kita sedang membahas kenapa butuh traveling, bolehlah kita hubungkan urusan traveling dengan usaha menjemput jodoh.

Bukan berarti menemukan orang secara random di tempat asing lalu berharap dia adalah jodohmu, oh bukan begitu juga, kawan. Selama perjalanan sangat mungkin kita menemui keadaan penuh tantangan atau hal-hal yang tak terduga, sehingga butuh mecari solusinya bersama-sama.

Apakah dia mau mengalah, apakah dia egois, dan seperti yang diharapkan: apakah dia orang yang bisa diandalkan dalam berbagai situasi? Ada baiknya coba dulu menempuh perjalanan dengan si dia, sebelum melakukan perjalanan jauh bernama rumah tangga. Eh, tapi kalau si dia-nya belum ketemu, berarti kamu perlu baca ini. 

Demikianlah, apapun makna traveling buatmu, yang jelas kadang kita butuh pergi sejenak dan mengambil jarak untuk menghayati siapa diri kita. Traveling, sejauh apapun, bukan hanya tentang pergi, tapi juga ingat pulang ke tempat kita berasal.

 

(Sumber gambar utama: Pixabay)