Lebaran sebentar lagi. Itu artinya tradisi mudik atau pulang kampung  untuk silaturahim menjadi sesuatu yang akan terus dibahas di berbagai media massa. Arus lalu lintas mudik sudah gencar disiarkan berikut perang tagar terkait siapa yang membangun jalan tol sudah ramai diperbincangkan. Tapi daripada pusing mikirin negara berikut intrik politik di atas sana, ada baiknya kita membahas pritilan-pritilan obrolan yang lebih dekat dengan kita saat masa mudik telah tiba.

Apa sih itu?

Jadi gini, pembaca Ublik yang budiman. Saat kita pulang ke kampung halaman dan bertemu saudara-saudara yang hanya bersua setahun sekali, maka tema obrolan yang muncul pasti tak jauh-jauh dari progres kehidupan. Bentuk progres kehidupan yang saya maksud di sini bisa berupa sesuatu yang konkrit atau yang masih abstrak. Nah, kalau di momentum silaturahim ini kita tidak bisa menunjukkan progres sebiji zarah pun, yang menahan malu ternyata bukan diri sendiri, lho… tapi nama baik orang tua dan keluarga.

Pilihan Editor:

 

Beberapa bentuk progres kehidupan yang sering dibahas saat mudik itu akan coba saya rangkum dalam beberapa serba-serbi berikut ini:

1. Kelulusan

Topik Obrolan Standar Saat Lebaran
Topik Obrolan Standar Saat Lebaran, Ilustrasi Wisuda

Kepada para mahasiswa, yang merindukan kejayaan… (masih mengutip lirik lagu Mars Mahasiswa), saya ingin menghimbau akan hal ini. Apabila kalian mudik tahun ini sudah masuk di akhir semester 8 atau lebih, maka sudah pasti progress tugas akhir atau skripsi merupakan topik utama yang akan ditanya oleh pakdhe, budhe, om, tante, serta eyang-eyang tercinta.

Jangan dinafiki, hadapi saja. Toh, kalau kalian punya saudara seumuran yang udah lulus duluan, yang lulusnya dengan pujian, dan langsung diterima bekerja di sebuah perusahaan multinasional, maka kelulusan hanya merupakan gerbang tol untuk masuk ke topik-topik lain yang lebih hangat dan mendebarkan. Di sinilah orang-orang yang baik secara idealisme atau kondisi memang belum lulus (seolah-olah) dituntut mampu untuk tetap menunjukkan progress kehidupan yang lain di luar bidang akademik.

Contohnya: Iya, saya belum lulus, pakdhe… Soalnya setahun terakhir ikut ekspedisi ke pedalaman buat pemberdayaan daerah tertinggal.

Sambil senyum kalem dan tetap berwibawa. Dijamin, ke-belum lulusan-an kalian akan lebih mudah ditolerir dan pride orang tua tetap terjaga.

2. Pekerjaan, Profesi, Penghasilan, Gaji

Topik Obrolan STandar saat Lebaran
Topik Obrolan Standar Saat Lebaran, Ilustrasi Gaji dan Pekerjaan

Banyak dari orang tua kita yang masa mudanya masih berada di era Pra-Digital, masih belum bisa membedakan empat hal yang saya tulis di atas. Pekerjaan bagi mereka adalah yang tiap hari keluar rumah dari pagi sampai sore dan tiap bulan dapat gaji atas apa yang sudah mereka kerjakan. Padahal untuk punya duit di zaman now, tidak setiap orang perlu berangkat pagi pulang petang untuk selembar slip gaji yang bisa jadi modal untuk barang kreditan. Hari ini, banyak profesi yang tetap menghasilkan tanpa perlu menjalani rutinitas semacam itu. Sayangnya, belum semua sodara-sodara kita yang tercinta belum banyak yang paham (apalagi mengapresiasi) profesi-profesi seperti video maker, content writer, art producer, web designer, dsb.

Nah, kalau urusannya sudah begini, maka bersiap-siaplah sodara. Kalian pasti akan disodori beragam lowongan pekerjaan, baik informasi CPNS, BUMN, bahkan kenalan-kenalan yang harapan para keluarga bisa memberi kalian “pekerjaan yang lebih baik”. Biar tahun depan bisa mudik pakai kendaraan yang lebih baik juga, kayak saudara-saudara yang sudah lebih dulu “sukses”. Kan seneng kalau ke rumah eyang bisa bawa (minimal) Mobilio, atau (ya syukur-syukur) Pajero Sport. Orang tua mana yang tak bungah hatinya melihat anak/ keponakan/ cucunya bisa begitu sukses semacam itu.

Oke, tahan. Tetep senyumin aja. Kalau kondisi sudah begitu, kalian bisa ambil tindakan dengan cerita santai. Sesekali sambil tunjukin kalau nama kalian udah rajin malang melintang di laman pencarian Google karena kontribusi yang sudah kalian kerjakan. Kalau kalian nggak mau riya’, ya sudah… ajakin makan opor lagi aja biar capek ngunyah dan nggak tanya macem-macem lagi. Hehehe

3. Calon Pasangan Hidup

Topik obrolan standar saat lebaran
Topik Obrolan Standar Saat Lebaran, Ilustrasi Pasangan Hidup

Memasuki usia 20-30an, maka serbi ketiga ini juga akan menjadi babagan yang akan dijadikan topik obrolan. Kalau kalian sudah punya kekasih hati, maka bereslah hidup kalian. Paling konflik akan mulai muncul ketika 3 kali puasa dan 3 kali lebaran kekasih hidupmu itu hubungannya tak kau bawa kemana-mana. Tapi itu masih mending lho daripada mereka yang harus menghadapi topik ini padahal untuk memikirkan menikah saja belum terlintas dalam angan. Atau sudah berkeinginan tapi memang belum menemukan partner yang cocok. Atau yang sudah berkeinginan dan sudah punya calon tapi masih tersandung masalah lain yang tidak bisa dijelaskan.

Situasi semacam ini akan semakin pelik ketika para sesepuh membandingkan orang-orang sepantar atau bahkan lebih muda yang sudah lebih dulu menggendong anak. Kalau sudah begitu, beranikan saja diri kalian untuk ganti memberi fatwa, “Jadwal nikah tiap orang kan beda-beda, pakdhe. Kalau barengan semua nanti Pak Modinnya repot.”

Itulah tadi serba-serbi topik obrolan standar saat lebaran yang perlu kita siapkan dari sekarang. Tidak semuanya perlu diseriusi. Sebab beberapa hal yang kita anggap serius justru dianggap lelucon oleh orang lain. Begitu pula sebaliknya.

Selamat bermudik ria, pembaca Ublik yang budiman… Selamat berlebaran dalam keadaan yang penuh bahagia.

Gambar Utama: instagram.com/ambon_2000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.