in ,

Saat Mie Instan Indomie Go International sampai ke Eropa dan Afrika

Bukan rahasia lagi bahwa produk mie instan Indomie begitu populer di berbagai negara di dunia. Simpel dan praktis cara membuatnya, rasanya yang lezat, dan harganya terjangkau menjadi pilihan alternatif banyak orang. Dengan kemasannya, Indomie cukup awet disimpan sebagai persediaan.

Bahkan karena brand image yang begitu kuat, orang Indonesia lantas menyebut mie instan yang lain pun dengan sebutan ‘Indomie’, meskipun mie instan yang dikonsumsi itu tidak bermerek Indomie. Tapi, sebagaimana kita tahu, mie instan tentunya tidak sehat jika sering-sering dikonsumsi.

Sekarang mari kita coba melihat sisi lainnya. Bahwa lndomie ternyata tidak hanya terkenal di Indonesia saja, tapi juga di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, bahkan sampai ke  Hong Kong hingga Taiwan. Tidak hanya itu, Indomie juga go international, telah menjangkau negara-negara nun jauh di sana di kawasan Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika.

Momofuku Ando (Mie Instan Pertama di Dunia)

Sebelumnya, tahukah kamu tentang mie instan pertama di dunia? Siapa gerangan yang pertama kali memiliki ide membuat makanan olahan berupa mie instan? Dialah Momofuko Ando, laki-laki dari Jepang yang saat itu umurnya mendekati setengah abad. Ando sempat melakukan banyak uji coba dan gagal berkali-kali. Sampai akhirnya berhasil, di tanggal 25 Agustus 1958, dirinya memperkenalkan mie ramen ayam yang bisa diterima masyarakat Jepang. Tidak hanya di jepang, popularitas mie instan juga merambah ke seluruh dunia.

Saat Indomie Berekspansi

Konon, cita rasa Indomie ini membuat warga negara Indonesia (WNI) yang sedang tinggal di luar negeri merindukan tanah air. Ternyata lidah bangsa lain pun bisa menerima Indomie, meskipun dengan sedikit penyesuaian beberapa bahannya.

Tidak hanya puas merajai pasar lokal, perusahaan milik Salim Group tersebut juga melebarkan sayapnya. Setidaknya Indomie sudah ada di 80 negara yang merupakan tujuan ekspor dari Indonesia. Mereka berkomitmen serius mengenalkan rasa Indonesia ke berbagai belahan dunia.

mie instan, indomie
Mie Instan (Sumber: forum.bodybuilding.com)

Indomie di Serbia

Pada awalnya masyarakat Serbia mengaku tidak terlalu suka dengan mie. Mereka lebih memilih sup sebagai makanan sehari-hari. Tapi semuanya berubah sejak Indomie datang. Di atas tanah seluas 5 hektar, pabrik mie instan itu berdiri di Serbia. Kapasitas produksinya mencapai 500.000 box Indomie per bulan dan didistribusikan ke seluruh wilayah Eropa.

Menurut informasi dari Duta Besar RI di Serbia, melalui laman web Kementerian Luar Negeri: “Investasi Indonesia hadir untuk menangkap peluang ekonomi dan bisnis yang terpampang luas di Serbia.” Berangkat dari latar belakang Indonesia sebagai anggota G 20, menunggu investasi bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan perekonomian bangsa, “Sebagai negara G 20 kita harus menanamkan investasi kita di luar [negeri],” lanjutnya.

Apalagi, fakta sejarah mengatakan bahwa Indonesia dan Serbia memiliki ikatan tersendiri. Dahulu ketika negara Yugoslavia masih ada dan Serbia menjadi bagiannya, Presiden Joseph Broz Tito bersahabat dekat dengan Presiden Sukarno. Kedua sosok presiden tersebut merupakan sosok pionir Gerakan Non Blok selama dunia dirundung Perang Dingin.

Kelak, beberapa puluh tahun kemudian, berdirinya pabrik Indomie di Serbia ini membuat masyarakat di sana diuntungkan. Banyak sektor yang menerima keuntungan dari adanya pabrik mie instan di negara ini. Tenaga kerja mereka terserap dan sumber daya alamnya termanfaatkan, karena tidak semua bahan-bahan untuk membuat mie diambil dari negara asalnya. Gandum, untuk bahan mie didapat langsung dari Serbia.

Indomie di Nigeria

Selain di Serbia, mie instan Indomie juga sangat mendominasi pasar di Nigeria. Berdasarkan pencatatan dari perseroan, pangsa pasar Indomie di Nigeria mencapai 70 persen. Lalu seperti apa rasa produk mie instan Indonesia ini ketika dikonsumsi masyarakat Nigeria? Memang tidak sama persis dengan yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Sejauh ini setidaknya terdapat empat varian rasa yang dipasarkan di Nigeria, di antaranya, Chicken Flavour (Rasa Ayam), Onion Chicken Flavour (Rasa Ayam Bawang), Pepper Chicken Flavour (Rasa Ayam Lada), dan Oriental Fried Noodles (Mi Goreng Oriental).

indomie di Nigeria, mie instan Indonesia
Dufil, Pabrik Indomie di Nigeria (Sumber: www.dufil.com)

Setidaknya ada tiga pabrik Indomie di Nigeria yang memproduksi mie instan dengan menggunakan mesin mutakhir. Uniknya, tidak sedikit warga Nigeria yang menyangka bahwa Indomie adalah produk asli negara mereka.

Tidak hanya di Serbia dan Nigeria saja yang memberi dampak perekonomian, tetapi di Mesir pun begitu. Seperti yang pernah diberitakan antaranews.com, pabrik indomie bisa menyediakan tenaga kerja bagi 1000 karyawan di Mesir. Lebih dari soal makanan, keberhasilan ekspansi Indomie ke beberapa negara di dunia menunjukkan salah satu keberhasilan diplomasi ekonomi Indonesia.

 

(Sumber gambar utama: asia361.com)

One Comment

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Difabel dan stereotip

Difabel dan Stereotip, Bagaimana Sikap Kita Seharusnya?

Resepsi, baper soal nikah

5 Alasan yang Bikin Milenial Baper Soal Nikah