in

Menyembuhkan Luka Inner Child, Berdamailah dengan Masa Lalumu

Hidup harus terus berlanjut, tidak peduli seberapa menyakitkan atau membahagiakan, biar waktu yang jadi obat.”

– Tere Liye-

Tidak ada manusia yang memiliki hidup yang sempurna. Masa lalu tak selalu menceritakan hal-hal yang menyenangkan. Pasti ada episode kehidupan yang tak jarang membuat kita menyesal atau bersedih hati. Tapi masa lalu tetaplah masa lalu, kita hidup di masa kini yang harus terus dijalani.

Seiring berjalannya waktu, luka-luka di masa lalu dapat sembuh dengan sendirinya. Tapi, ada juga pengalaman di masa lalu yang belum terselesaikan dan berdampak pada diri kita hari ini. Apa itu? Para ahli psikologi menyebutnya sebagai Inner Child.

Di dalam tubuh kita yang sudah dewasa ini, ada jiwa anak kecil yang masih belum terpenuhi kebutuhannya di masa lalu. Sifat kekanakan ini ada di dalam diri kita yang tidak ikut tumbuh dewasa dan tetap menjadi anak-anak. Ia bersembunyi dalam diri, baik mengenai hal-hal yang indah maupun yang buruk.

Sebuah studi dari International Journal of Qualitative Studies on Health and Well-being tahun 2016 lalu yang meneliti tentang inner child, hal ini muncul melalui pemahaman seseorang terhadap pengalaman masa kecil mereka. Pengalaman ini menjadi sumber belajar yang berharga sebagai orang dewasa. Tapi, tidak semua orang memiliki masa kecil yang ideal. Meskipun kita sudah dewasa, trauma, pengalaman, atau kejadian yang tidak menyenangkan itu masih menjadi bayang-bayang hingga kita dewasa. Ada kebutuhan yang tidak terpenuhi di masa kecil, trauma yang pernah kita alami dapat membawa kita pada masalah di kemudian hari.

Penyebab dari Inner child ini bisa bermacam-macam, di antaranya adalah kehilangan orang tua, perpecahan dalam keluarga atau brokenhome, KDRT saat kita kecil, kekerasan fisik, emosional, maupun seksual yang pernah dialami. Bisa juga karena pengabaian yang dilakukan orang-orang di sekeliling kita, perundungan atau bullying di waktu kecil yang masih membekas hingga hari ini, dan masih banyak lagi. Memori tentang hal-hal di atas masih berputar dalam ingatan kita hingga hari ini dan kita bertumbuh dengan memori itu yang belum sepenuhnya sembuh. Ada trauma tersendiri sebagai akibat dari pengalaman buruk di masa kecil dulu.

Ciri-ciri luka masa kecil yang bisa kita lihat dalam diri bisa dilihat dengan perasaan bersalah yang ada dalam diri kita, kita berusaha untuk menyenangkan semua orang, susah move on dengan orang lain, cemas jika dihadapkan pada sesuatu yang baru, sifat perfeksionis dalam diri kita, suka mengkritisi diri sendiri, curiga dengan orang lain, takut ditinggalkan, dan lain-lain. Hal ini menjadi dampak dari luka masa kecil yang kita alami dulu. Misalnya pengabaian yang dilakukan oleh orang-orang di sekeliling kita, dalam arti lingkungan terdekat yaitu keluarga, membuat kita bertumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya dengan orang lain, susah mengungkapkan apa yang kita alami kepada orang lain, kurang pandai dalam bergaul, dan lainnya. Jika luka ini terus berlangsung dan kita tidak berusaha untuk menyembuhkannya, maka akan menimbulkan masalah di kemudian hari nanti.

Menyembuhkan Luka Inner Child, Berdamailah dengan Masa Lalumu
Inner Child. Sumber: Pixabay.com

Bagaimana caranya untuk mengatasi luka inner child tadi? Berikut beberapa langkah yang bisa kita coba, semoga membantu 🙂

  • Sadari Bahwa Ada Luka inner child Dalam Diri dan Cobalah Untuk Memahaminya

Coba gali dalam diri kita pengalaman apa yang membuat kita di masa kecil dulu. Pahami situasi ketika dulu mengalami hal itu. Apa sebenarnya penyebabnya, bagaimana bisa hal itu terjadi. Apakah benar asumsi kita hingga hari ini tentang hal tersebut. Misalnya begini, kita merasa diabaikan di masa kecil. Mungkin tidak sepenuhnya begitu. Keluarga kita menyayangi kita dengan cara yang berbeda. Sibuknya mereka bekerja bukan berarti tidak menyempatkan waktu untuk bercerita dengan kita. Bisa jadi ini adalah cara mereka menunjukkan rasa cintanya kepada anak-anaknya. Sibuknya mereka bekerja, sedikit waktu yang disisihkan untuk anak-anaknya itu juga demi kebaikan kita. Mereka berusaha menyenangkan kita dengan memberikan semua yang mereka punya untuk masa depan kita. Diri kita yang merasa terabaikan ini mungkin kurang menyadari begitu besar cinta orang tua pada diri kita. Hanya saja pengungkapannya kadang tak seperti yang kita harapkan. Setiap orang punya luka inner child yang berbeda kan, coba pahami dan renungkan. Pahami dan diskusikan dengan dirimu yang kini telah beranjak dewasa.

  • Menyayangi Sisi Anak-anak Dalam Diri

Setelah kita tahu di mana akar masalahnya, penyebab dari luka yang kita alami dulu, coba bangun komunikasi yang lebih baik dengan diri kita dulu. Kebutuhan apa yang dulu belum terpenuhi. Coba sayangi sisi kekanakan ini. Cobalah untuk lebih mengerti.

  • Dengarkan Luka Inner child Dalam Diri

Seseorang butuh pemahaman atas permasalahan yang sedang dialami. Mungkin belum ketemu solusinya, tapi yang perlu kita lakukan adalah dengarkanlah semua cerita itu. Jika perlu menangis, maka menangislah. Mungkin sesaat kita bisa merasa lega. Kita hanya butuh telinga untuk mendengar keluh kesah dan cerita-cerita kita. Agak aneh sepertinya jika kita harus mendengarkan diri kita sendiri. Bagaimana caranya? mungkin akan pada step selanjutnya

  • Memaafkan Apa Yang Sudah Terjadi

Nah, tahapan yang agak susah mungkin adalah ini, memaafkan. Peluk erat masa lalu, dan coba mengikhlaskan segala sesuatu yang pernah terjadi. Entah trauma dengan orang tua, teman, orang-orang di sekitar kita, pengalaman pahit dan menyedihkan lainnya. Cobalah untuk memaafkan itu semua. Buat apa sih kita masih terus terbayang oleh masa lalu? Kita harus bisa bertumbuh menjadi lebih baik setiap hari, dan di titik ini, mungkin ini yang bisa menjadi penghalang kebaikan itu terjadi. Jangan sampai diri kita saat ini menuntut balas atas apa yang pernah kita alami dulu. Siklus ini tidak akan pernah berakhir jika kita terus menyimpan hal yang tidak baik dalam diri. Maafkan, maka hati kita akan dipenuhi kelapangan.

  • Menulis Jurnal

Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri di masa kecil dulu adalah dengan menuliskannya. Kita hadirkan kembali momen-momen di massa kecil dulu dengan bercerita. Bukan hanya menceritakan pengalaman buruk, coba ceritakan juga momen bahagia, hal manis yang pernah kita alami. Ceritakan sampai kita puas dan kehabisan kata-kata. Setiap hari cobalah luapkan segala perasaan kita. Menulis adalah salah satu Self healing yang sedikit membantu kita untuk sembuh dari luk dan memahami diri lebih baik lagi.

  • Konsultasi ke Profesional

Jika tahapan di atas masih belum juga menyelesaikan permasalahan luka inner child kita, maka cobalah untuk mendatangi professional. Mereka akan mencoba mengerti apa yang sedang kita alami dan merekomendasikan cara terbaik agar kita bisa sembuh dan melanjutkan hidup hari ini dengan lebih bersemangat lagi.

Tetap semangat sahabat ublik! Lukamu pasti sembuh. Ada satu puisi untukmu 🙂

Kita bukan berada di masa lalu

Untuk mengenang peristiwa haru

Juga bukan di masa depan

Yang penuh ketidakmungkinan

Kita berada pada takdir hari ini

Jadi tidak ada pilihan untuk pergi atau kembali 

Hadapi, 

Bukan menepi

Semua akan baik-baik saja

Allah bersama kita 🙂

Tetap bertumbuh

Lukamu pasti akan sembuh.

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

merasa minder

Merasa Minder? Kita Istimewa dengan Apapun yang Kita Punya