in

Menjadi Milenial Bahagia untuk Produktif dalam Berkarya

Sudah produktif? Tapi apakah kamu sudah bahagia sepanjang hari?

Sahabat Ublik, dewasa ini bahagia seolah kata yang absurd dan tidak jelas maknanya, serta sulit sekali dipahami pola timbul dan tenggelamnya. Hal ini dikarenakan banyak orang yang mengejar kebahagiaan namun akhirnya tidak merasa bahagia. Atau dengan kata lain justru menjadi semakin mudah stres, perasaan kacau setiap hari, mood menurun, bahkan pada tingkatan tertentu membuat muak dan menghindar dari semua hal untuk menyendiri. Lalu melepaskan segala sesuatu yang sudah diupayakan selama ini.

Padahal, tuntutan hidup yang diusahakan, katanya adalah kebahagiaan masa depan. Nah, dari sini kita seharusnya sudah tahu apa yang melatarbelakangi tingkat stres dan keabsurditasan kata bahagia itu sendiri. Terlalu terpaku pada masa depan dan lupa menikmatai hari ini. Hal itu membuat tingkat cemas dan perasaan dikejar waktu semakin tinggi. Seolah tidak sabar berbahagia di masa yang disebut ‘masa depan’. Padahal masa depan itu sendiri belum jelas apakah ada bahagia yang dimaksud.

bahagia , berkarya

Padahal untuk produktif dalam berkarya, kita perlu bahagia dan menjaga suasana hati tetap baik sepanjang hari. Termasuk untuk para milenial yang di usia-usia dua puluh tahun ini, sedang dihadapkan pada keputusan yang akan mempengaruhi masa depan. Bahagia itu sendiri tidak selamanya berkorelasi dengan materi, meski materi juga salah satu hal yang membuat beberapa orang merasa cukup dan bahagia. Karenanya orang yang bahagia dengan orang yang tidak bahagia hanya dibedakan oleh satu hal, yaitu kebiasaan.

Oleh karena itu ada baiknya perhatikan kebiasaan kecil di bawah ini, yang barangkali secara tidak sadar, terlupakan olehmu.

Fokus pada hal positif

Karena terlalu dikejar waktu, diburu-burui oleh diri sendiri, agar lekas menyelesaikan segala hal. Untuk sampai pada sebuah kebahagiaan yang bernama ‘kesuksesan’, biasanya kita lupa untuk fokus pada hal remeh yang positif.

Misalnya, saat target belum sesuai lalu merasa diri sendiri payah dan tidak berbakat. Atau yang paling halus, berupa perasaan tidak mampu dan berkata ‘ya sudah, mungkin memang aku tidak bisa’ sekilas hal ini seperti tahu diri. Padahal perasaan negatif seperti ini justru mematikan kreativitas berkarya.

Hal itu terjadi karena dikejar waktu, pagi bertemu malam sibuk bekerja, malam sampai pagi buta masih sibuk dengan pekerjaan. Tidur sebentar saja. Dan kebiasaan ini dilakukan secara kontinu. Dengan harapan segera dipertemukan dengan kesuksesan.

Hal positif yang tidak boleh kita lupakan adalah ketika bangun di pagi hari, lalu menghirup segarnya udara, bersyukurlah. Pagimu ini, ada yang menginginkan juga. Yaitu orang yang terbaring sakit. Mereka menginginkan waktu sehatmu selama dua puluh empat jam seharian untuk menuntaskan perjuangannya. Namun mereka tidak bisa, dan kamulah yang pagi ini bisa seharusnya merasa bersyukur.

Jangan lupa beri kata positif untuk dirimu sendiri, misalnya kemarin sudah dimaki bos karena kesalahan kerja. Hari ini katakan pada dirimu, ‘Dimarahi dalam pekerjaan itu wajar kok. Yang tidak wajar kalau tidak tahu diri dan tidak berbenah diri. Lagian aku sendiri tahu kalau itu bukan sengaja’.

Ketika dirimu menyemangati diri sendiri, sadar atau tidak, kamu menjadi kuat, karena percaya sepenuhnya bahwa dirimu punya hak untuk menjadi lebih baik.

Rayakan kesuksesan-kesuksesan kecil

Sadar atau tidak, karena terpaku pada kata ‘sukses’ kita justru merasa bahwa kebahagiaan itu jauh sekali. Padahal apa yang kita lakukan, to do list yang berhasil kita kerjakan, hal itu juga merupakan sebuah kesuksesan.

Sukses melawan rasa malas untuk belajar, di saat YouTuber favorit upload video baru. Melawan rasa malas, padahal selesai kerja seharusnya tidur dan mengistirahatkan bahu. Atau bahkan melawan rasa takut mencoba. Hal itu adalah kesuksesan kecil yang harus diapresiasi serta menambah kesyukuran diri.

Sibuklah, namun tidak terburu-buru. Hal ini membuat tingkat stres menurun. Slow but sure bukan hanya sebuah pepatah tidak bermakna. Pepatah itu hadir untuk mengingatkan sendiri, agar tidak terburu-buru namun melakukan usaha dengan pasti.

Rayakan kesuksesan kecil, misalnya saat menyelesaikan satu to do list, beri jeda untuk bernapas dan beristirahat sebentar.

Seimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan

Seimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan. Maksudnya adalah, jangan lupakan kehidupan pribadi. Seperti halnya menjaga kesehatan dengan berolahraga pagi, yang mana olahraga sendiri adalah salah satu obat stres yang berpengaruh sekali. Olahraga juga mampu membuat pikiran segar dan menaikkan mood.

Jangan lupa untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dengan hubungan. Karena dukungan keluarga akan membuatmu lebih semangat. Terlebih saat sedang jatuh, mereka akan menangkapmu dan memapahmu berjalan lagi. Tentu adalah hal membahagiakan bukan, didukung oleh orang tersayang?

Tidak segan membantu orang lain

“We’ve shown in our research that giving money to others actually does make people happier,” (Michael Norton, penulis Happy Money: The Science of Smarter Spending)

Berbagi tak pernah merugikan diri sendiri. Bayangkan seandainya kamu sudah punya segalanya; punya rumah dan mobil yang bagus, punya pekerjaan yang bergengsi, dan uang yang tak akan habis tujuh turunan, namun kamu tidak punya siapa-siapa, pasti hidup terasa kosong dan hambar.

Sebenarnya kita memang membutuhkan orang lain untuk bahagia. Meski bahagia itu sendiri harus dibentuk dari dalam diri. Misalnya, saat kamu melihat keluargamu sedang kesusahan, Ayah dan Ibumu menangis karena himpitan masalah. Ketika kamu tidak bisa membantu, hatimu pasti sakit, sedih, dan resah, merasa tak berguna.

Maka, saat kamu sedang berjuang demi keluargamu, sesungguhnya yang sedang kamu perjuangkan adalah mengusir perasaan tidak menyenangkan itu. Karenanya membahagiakan orang lain justru lebih membahagiakan diri sendiri.

Berhenti khawatir

Berjuang untuk masa depan, yang mana masa depan itu sendiri belum pasti, tentu membuat hati was-was. Sudah benarkah keputusan yang diambil? Benarkah dengan jalan ini, impian bisa diraih? Kenapa susah sekali untuk sukses? Kenapa orang lebih dulu sukses?

Pikiran seperti itu akan menimbulkan racun-racun dalam mental kita, mematikan langkah, karena terlampau khawatir akan kesalahan dan masa depan. Berhentilah khawatir dan fokus pada hal-hal yang bisa kamu kendalikan saja.

“Focus only on things we can control.” (Rousyan Fikri, CEO dan Cofounder Pahamify)

Maka, sekarang, mari ciptakan kebahagiaan. Fokuslah pada saat ini, masa ini, untuk masa depan. Karena masa depan belum tentu bisa kita kunjungi nanti, tapi kalau sudah dipersiapkan sejak sekarang pun tidak akan pernah merugi.

Fokuslah hanya pada apa-apa yang bisa menumbuhkan kreativitasmu. Sebab pada masalah-masalah yang membuat kita berhenti tumbuh, hal itu akan terus ada sampai akhir kehidupan kita. Hanya yang sadar bahwa menumbuhkan kebahagiaan diri sendiri itu sangat pentinglah, yang bisa kreatif sepanjang hari.

Jadi, apakah Sahabat Ublik sudah berbahagia hari ini? Tarik napas dalam-dalam dulu dan embuskan, lalu perlahan-lahan, tarik sudut bibir kalian ke atas. Selamat, kamu sudah bahagia dan bersyukur hari ini.

Selamat berkarya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

bayu , masterchef

‘Terus Belajar’ adalah Kunci Kesuksesan Bayu MasterChef di Dunia Kuliner

Menunda Pekerjaan Berarti Pemalas? Simak 7 Fakta Berikut Ini