in ,

Menjadi Lebih Produktif Dengan Cara Yang Benar

Sumber:Pixabay

Sahabat Ublik, terkadang ketika kita berniat menjadi lebih produktif, membuat jadwal yang panjangnya luar biasa. Otak akan lebih mudah lelah dan bahkan bisa jadi tak melakukan apa-apa lagi keesokan harinya, karena penat, atau bahkan karena bosan.

Di era digital ini, semua orang berlomba-lomba untuk menjadi produktif. Barangkali karena di era ini untuk mengerjakan sesuatu lebih sulit karena banyak sekali gangguan di mana-mana. Misalnya melalui ponsel kita sendiri, yang sekali memegangnya akan menghabiskan waktu berjam-jam tanpa sadar.

Namun, tentu saja menjadi produktif bukan tentang memasukkan semua pekerjaan di daftar kegiatan kita. Itu justru salah.

Lalu, bagaimana menjadi lebih produktif dengan cara yang benar itu?

  1. Membuat to do list yang masuk akal

Menjadi Lebih Produktif Dengan Cara Yang Benar
Mulailah membuat list

Banyak yang berpikir bahwa menjadi produktif berarti melakukan banyak hal dalam sehari-hari, namun yang terjadi justru sebaliknya. Rasa lelah yang amat sangat kemudian mendera dan membuat diri kita sendiri jera, untuk kemudian merasa lebih baik bila tidak menggunakan to do list dan melakukan semuanya apa adanya.

Boleh dikatakan, bahwa menjalani hari tanpa to do list akan membuat kita tidak melakukan apa-apa. Tidak melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan. Rawan lupa akan hal-hal yang penting atau prioritas. Karena seharusnya kita sudah mencatat dan  me-review apa-apa saja yang harus dilakukan keesokan hari pada malam sebelumnya, namun ketika tidak membuat to do list, di pagi hari kita tidak akan sempat mempersiapkannya karena terbatasnya waktu.

Baca Juga: Apakah Kita Menempuh Pendidikan Demi Mendapatkan Pekerjaan?

Maka, buatlah daftar yang masuk akal untuk dilakukan hari itu. jangan belebihan dalam membuat daftar. Sebetulnya, kunci menjadi produktif bukan terletak pada banyaknya pekerjaan yang dilakukan, kok.

  1. Pecahkan tugasmu menjadi bagian-bagian kecil

Menjadi Lebih Produktif
Pecahkan tugas menjadi bagian-bagian kecil

Pada setiap to do list, kita sering merasa pekerjaan itu terlalu besar. Maka, pecahlah menjadi bagian-bagian kecil. Bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain untuk mencapai to do list. Hal ini yang kemudian membuat kita merasa pekerjaan itu menjadi lebih ringan.

Seperti ketika kita menargetkan diri sendiri untuk membaca satu buku satu minggu, maka pecahkan menjadi bagian kecil. Seandainya buku itu berjumlah dua ratus halaman, maka per hari kita harus membaca kurang lebih dua puluh sembilan halaman. Dan dalam sehari itu kita bisa menyisihkan waktu di pagi hari sepuluh halaman, siang hari lima halaman, sore hari saat sepulang kerja sambil naik bus kita bisa membaca sepuluh halaman, dan sebelum tidur kita bisa membaca empat halaman.

Hal itu terasa lebih ringan daripada membaca satu buku dalam satu hari. Meski memungkinkan, tapi tidak semua orang punya waktu sebanyak itu setiap harinya. Dan pekerjaan pun perlu dipecah seperti itu, agar lebih ringan dan jelas arahnya, demi tercapainya sebuah to do list sampai tuntas.

Memecahkan pekerjaan menjadi bagian-bagian kecil juga membuat kita bisa memperkirakan waktunya.

  1. Berhenti multitasking

Menjadi Produktif yang efisien
Jangan multitasking!

Kerjakan satu hal dalam satu waktu, agar pekerjaan itu segera selesai. Karena ketika kita mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, semua pekerjaan itu tidak akan selesai. Fokus pada sebuah pekerjaan juga membuat pekerjaan itu benar-benar berjalan sesuai apa yang kita rencanakan. Tidak membuat fokus kita terpisah-pisah sehingga meminimalisir kesalahan.

“Otak kita tidak terpasang untuk multitasking. Ketika orang-orang berpikir sedang multitasking, sebenarnya mereka hanya berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya dengan cepat. Dan setiap kali mereka melakukan hal tersebut, ada ‘biaya kognitif’ yang dikeluarkan.” (Earl Miller, Ahli syaraf di Massachusetts Institute of Technology)

Baca Juga: Saat yang Lain Menikmati Liburan, Inilah Orang-orang yang Tetap Bekerja di Hari Raya

Multitasking membuat otak kita bekerja dua kali lebih banyak dan akan mudah kelelahan. Karena kita menggunakan bahan bakar otak, yaitu glukosa lebih banyak ketika melakukan banyak hal dalam satu waktu.

  1. Cari tahu 2 jam sibuk kamu

Kita semua tidak selalu sama, sebagian kita adalah orang yang beraktifitas di pagi hari dan sebagian yang lain beraktifitas di malam hari. Namun kita semua perlu mencari dua jam waktu sibuk, di mana waktu itu bisa kita gunakan untuk konsentrasi maksimal dalam pekerjaan yang berat.

Carilah dua jam dalam satu hari, karena tidak ada rumus pastinya. Sebab semua orang punya waktu yang berbeda-beda.

Waktu sibuk ini berfungsi untuk mengerjakan pekerjaan yang sulit atau tugas-tugas yang prioritas. Dan memakai waktu yang lain untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak terlalu sulit, pekerjaan ringan. Ini adalah konsep dari Profesor Georgetown Cal Newport.

  1. Berhenti sejenak, kemudian renungkan

Ketika kamu sudah melakukan banyak hal, maka berhentilah sejenak. Kita semua perlu mundur beberapa langkah untuk mengevaluasi segala yang sudah berlalu. Misalnya tentang apa yang sudah berhasil dikerjakan, apa yang tidak berhasil dikerjakan dan cari tahu menagapa hal itu terjadi. Dan apa sebenarnya prioritas kita. Lalu apa saja yang perlu kita ubah untuk menjadi lebih baik lagi.

Baca juga: Rizki Ageng: Menjadi Anak Muda Produktif dan Bekerja dengan Hati

Sesekali berhenti bukan berarti kamu sedang menghabis-habiskan waktu untuk hal yang tidak penting, kok. Meski pekerjaanmu banyak sekali. Berhenti dan merenung sejenak tidak akan merugikanmu. Justru kamu bisa berpikir jernih tentang apa-apa yang perlu dilakukan untuk menghasilkan pekerjaan yang lebih baik. Membuatmu lebih optimal mengerahkan hal-hal yang memang perlu dikerahkan.

  1. Mintalah bantuan jika kamu tidak mengerti

Menjadi Lebih Produktif
Minta pertolongan teman atau sahabat

Terkadang, kita ingin melakukannya sendiri dengan maksimal. Berusaha sendiri memang baik, benar, kita harus berusaha agar tidak sedikit-sedikit merepotkan orang lain. Namun, terpaku pada tugas yang tidak kamu mengerti sama sekali justru menghabiskan waktu. Ada baiknya, kamu meminta arahan. Hal ini tidak lantas membuatmu menjadi seseorang yang manja kok. Hal ini juga menghemat lebih banyak waktumu daripada mencoba untuk mengerti itu seorang diri yang justru membutuhkan waktu belajar yang lebih lama.

  1. Dapatkan sinar matahari yang cukup

Ini agak aneh, tapi sangat efektif meningkatkan produktifitas. Mengapa demikian? Karena sinar matahari membuat tingkat kewaspadaanmu berada di level yang seharusnya saat bekerja di ruang bercahaya. Serta memperjelas waktu sirkadian yang membuat respon tubuhmu jelas. Inilah mengapa kantor yang memiliki jendela sangat diminati.

Tujuh tips menjadi lebih produktif namun dengan cara yang baik di atas barangkali tidak akan membantu jika tidak ada niat dari dalam diri untuk menjadi lebih produktif. Dan bagi kamu yang sedang merencakan untuk menjadi produktif, bagus jika membaca ini dulu sebelumnya, sehingga tidak melakukan kesalahan seperti kelelahan akibat memasukkan terlalu banyak pekerjaan pada daftar harianmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ini Dia 7 Aturan Tidak Tertulis dalam Berteman

[Ruang Fiksi] Perempuan Beraroma Melati