in

Sudah Siap Menikah? Pahami 9 Poin Perencanaan Keuangan Berikut Ini

Rencana keuangan saat menikah

‘Rezeki sudah ada yang mengatur’ itulah kalimat penyemangat para calon mempelai dalam membulatkan tekad menuju pelaminan. Seiring perjalanan pernikahan, ternyata kalimat itu seringkali kehilangan kekuatan untuk mengokohkan pasangan saat berhadapan dengan masalah keuangan, khususnya kebutuhan rumah tangga yang di atas anggaran.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut, karena pada hakikatnya rezeki memang diatur dan diberikan oleh Yang Maha Menciptakan. Perihal cara menjemput dan mengelola rezeki itulah yang menjadi urusan manusia.

Pernikahan memang bukan hanya urusan cinta dan bagaimana meneruskan keturunan, tapi juga perihal ekonomi dan peruntukannya. Jika kamu berencana untuk menikah tapi sebagian hatimu masih berada pada bayang-bayang ketakutan akan kekurangan secara finansial atau justru kamu sudah menjadi keluarga muda yang terlanjur punya banyak mimpi namun tidak berimbang dengan penghasilan, coba simak beberapa poin berikut.

1.Dimulai dengan Sikap Saling Terbuka

Niat yang baik harus dimulai dari kejujuran dan keterbukaan. Jangan sekali-kali berandai-andai pasangan akan bertindak semena-mena dalam keuangan keluarga sehingga kamu membenarkan tindakanmu untuk menyimpan uang tanpa sepengetahuannya.

2.Bersedia Memahami Kondisi Keuangan Keluarga

Banyak keluarga muda yang sebenarnya tahu seberapa besar penghasilan dan pengeluaran mereka setiap bulannya, namun hanya sedikit di antaranya yang mau memahaminya dan menjadikannya patokan atau batas dalam mengambil keputusan keuangan keluarga secara utuh.

3.Buat Rencana Keuangan yang Realistis

menikah , rencana keuangan
Rencanakan keuangan dengan realistis (Sumber: Pixabay)

Bersikaplah objektif dalam membuat rencana keuangan untuk jangka waktu per hari, bulan, dan tahun. Hindari sikap terlalu ketat dan ideal, hal ini justru akan membuat kamu merasa tertekan dan lalai dalam memenuhi kebutuhan pribadi. Jika masih berada di angka realistis, maka kebutuhan atau kesenangan pribadi wajib dimasukkan dalam anggaran keuangan.

4.Memilah Kebutuhan dan Keinginan

kebutuhan dan keinginan, rencana keuangan
Bedakan antara kebutuhan dan keinginan (Sumber: Pixabay)

Hal inilah yang banyak diributkan oleh para pakar ekonomi dalam memberi nasihat keuangan keluarga. Lepas dari status lajang harus membuat kamu pandai memilah antara kebutuhan dan keinginan. Jika kamu masih samar membedakannya, coba buat daftar apa saja yang ingin kamu beli atau capai dengan pendapatan keluarga, kemudian pilah mereka dengan sangat matang dan bijak apa saja yang masuk kategori kebutuhan bersama dan pribadi, dan keinginan bersama dan pribadi.

5.Katakan Tidak pada Utang

Tidak berutang , rencana keuangan
Ktakan tidak pada utang (Sumber: Pixabay)

Tidak semua utang masuk label ‘tidak’. Utang jelas boleh dilakukan selama tidak berdasar pada alasan konsumtif. Hati-hati pada pemilihan gaya hidup, tren terkini, dan teman berbincang keuangan selain pasangan dan keluarga.

6.Buat Tujuan Finansial Keluarga

Tidak ada kata terlambat, meskipun kamu baru membicarakannya setelah pernikahan menahun. Itu sudah menjadi tanda bahwa kamu dan pasangan sadar untuk berbenah dan memiliki impian bersama dalam hal keuangan. Mulailah dengan menetapkan tujuan sedetail mungkin namun tetap realistis, terarah, dan terukur. Dengan memiliki tujuan akan membuat kamu dan pasangan bersemangat untuk fokus pada perencanaan keuangan yang sudah dibuat demi terealisasinya tujuan finansial keluarga.

7.Menabung di Awal

menabung , rencana keuangan
Menabunglah sejak awal (Sumber: Pinterest/azizahrempong)

Ini adalah trik tertua dalam dunia finansial keluarga. Usahakan dan biasakan menabung di awal tanpa khawatir kebutuhan kamu akan terlantar. Menabung masuk kategori wajib dan juga harus bernilai realistis saat disandingkan dengan anggaran kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.

8.Berinvestasi

berinvestasi , rencana keuangan
Berinvestasilah (Sumber: Reader Digest)

Investasi memiliki kadar ‘sangat perlu’ bagi keluarga modern. Macamnya banyak, mulai dari benda dengan nilai jual tinggi seperti emas, tanah, dan bangunan, atau usaha sampingan yang memiliki pendapatan yang dapat diharapkan. Jadi kamu tidak hanya mengandalkan tabungan semata demi mencapai tujuan atau impian finansial keluarga.

9.Proteksi

proteksi, rencana keuangan
Buat proteksi keuangan keluarga (Sumber: Pinterest/islampos)

Mulailah dengan mendaftarkan diri sebagai tertanggung pada asuransi jiwa jika kamu adalah penafkah utama dalam keluarga. Jalan ini merupakan salah satu ikhtiar dalam memberi kepastian masa depan bagi pasangan dan keluarga jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada kamu sehingga kamu tidak lagi mampu mencari nafkah.

Jadi, apakah kamu masih membiarkan ketakutan menghantuimu? Jika ‘masih’ maka kesalahan terletak pada niatmu yang masih sangat jauh untuk membentuk keluarga. Namun jika kamu menjawab ‘tidak’, maka mulai sekarang kamu harus bangun dan bergerak. Ingat, tidak boleh berhenti apalagi menyerah.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

Memilih jurusan , kuliah

6 Tips Supaya Tidak Salah Pilih Jurusan Kuliah, Buatmu Calon Mahasiswa

Punya Teman Sensitif? Begini Tips Menghadapinya