in

Mengulik Kisah Cinta Tina Latief pada Olahraga Lari

Tina: “So, don’t ask me why I run, ask yourself why you don’t!”

 

Sahabat Ublik, lari adalah cabang olah raga yang kedengarannya sederhana. Sebagian orang malah berpikiran bahwa lari adalah olahraga yang kurang menarik. Lain halnya dengan Tina Latief, sosok cantik yang memandang olahraga lari dengan sudut pandang yang berbeda. Nyatanya berlari membawa banyak manfaat dan mengubah hidupnya.

Perempuan yang akrab disapa Tina itu banyak membagikan kisah inspiratifnya di blog pribadinya (tinalatief.com). Siapakah Tina, dan bagaimana ia bisa jatuh hati pada olahraga lari? Berikut fakta menarik tentang Tina Latief, seorang aktivis dan blogger cantik yang gemar berlari.

Terjangkit Virus Herpes Menjadi Awal Mula Tina Latief Menekuni Olahraga Lari

“Saat memasuki tahun kedua di bangku universitas, saya terjangkit virus herpes. Virus itu secara drastis menggerogoti daya tahan tubuh yang membuat saya sering bolak-balik ke rumah sakit. Dokter yang menangani saya menekankan agar saya memperbaiki gaya hidup. Makan yang cukup, istirahat cukup, dan rutin berolahraga. Katanya hanya itu yang akan membuat saya sembuh dari sakit, begitu yang berulang-ulang ditekankannya. Bagi orang yang dalam hidupnya jarang melakukan kegiatan outdoor seperti saya, memenuhi persyaratan ini rasanya hampir mustahil. Namun dari sinilah awal saya berkomitmen untuk sehat dan mulai berolahraga, yang mana lari adalah olahraga yang saya pilih,” kenang Tina tentang awal mula ia menekuni olahraga lari.

Baca Juga: Tentang Sejarah dan Wujud Cinta terhadap Masa Depan: Belajar dari Ardian Nur Rizki

Kecintaannya pada lari tidak datang begitu saja. Alumni Universitas Indonesia ini memulainya dengan berlari jarak pendek.  Seiring berjalannya waktu, Tina bergabung dengan komunitas lari. Ia berhasil berlari dengan jarak yang cukup jauh pada tahun pertama menjadi anggota komunitas tersebut. Ia pun menyadari bahwa berlari bukan hanya membuatnya sembuh dari sakit, melainkan membuatnya semakin sehat.

Mengulik Kisah Cinta Tina Latief pada Olahraga Lari
Tina saat mengikuti Borobudur Marathon. (Sumber gambar: instagram.com/tinalatief/)

 

Kegemarannya ‘Berlari’ Seringkali Dipertanyakan

Berlari mungkin bukan menjadi olahraga favorit kebanyakan orang. Tak heran jika banyak yang bertanya pada Tina tentang kegemarannya tersebut.

“Terkadang saya bingung ketika hendak menjawab. Memangnya apa yang salah dengan berlari, bukankah tidak ada bedanya dengan olahraga yang lainnya? Perihal capek, tentu saja capek. Berlari berkilo-kilometer siapa yang tidak merasa capek.”

Melalui artikel yang ia tulis dalam blog pribadinya, Tina menjawab rasa penasaran orang-orang yang mempertanyakan tentang hobinya tersebut. Artikel berjudul “Ketika Orang Terus Bertanya Mengapa Saya Berlari dan Saya Tak Terganggu dengan Hal Itu Lagi” itu memaparkan tentang awal mula ia berlari hingga kesadarannya bahwa sehat adalah pilihan yang mana harus dicari dengan cara diperjuangkan.

Mengulik Kisah Cinta Tina Latief pada Olahraga Lari
Olahraga membuat kesehatan Tina semakin membaik. (Sumber gambar: instagram.com/tinalatief/)

“Yang tidak pernah saya duga sebelumnya, saya mulai berani bermimpi untuk menyabet gelar podium. Bahkan saya memasukkannya ke dalam daftar 100 bucket list—100 hal yang ingin saya capai atau lakukan di dunia. Meskipun kedengarannya memang realistis, tetapi cukup gila untuk saya lakukan. Entah bagaimana bisa gagasan ini muncul di kepala saya. Namun acapkali mengikuti event perlombaan/race dan mendapati orang lain berlari lebih cepat, jantung saya sering berdebar mengalirkan perasaan iri. Dia juga hanya memiliki dua kaki, mengapa saya tidak bisa lebih cepat dari padanya?” kisahnya.

Baca Juga: Lutvi: “Jadi Guru di Pedalaman Harus Multitalenta”

“Kini saya semakin mantap bahwa pada dasarnya memang tidak ada lagi yang perlu dipertanyakan tentang berlari. Sebaliknya, saya akan bertanya balik kepada siapapun yang masih meragukan urusan berlari. Ya saya berlari, lantas mengapa Anda tidak?”

Tina Latief dan Olahraga Lari
Berlari adalah olahraga yang Tina Latief gemari. (Sumber gambar: instagram.com/tinalatief/)

 

Berlari Sudah Menjadi Gaya Hidupnya

Tak pernah terbesit dipikirannya untuk menjadi seorang atlet. Namun kini berlari telah menjadi gaya hidupnya. Ada kemauan yang kuat dalam dirinya untuk berlatih lebih keras. Ia terus berlatih agar bisa berlari lebih cepat dari yang lain.

Pentingnya berolahraga lari agaknya masih dianggap sebagai runititas yang sepele dan tidak memberikan manfaat apapun bagi sebagian orang. Tetapi siapa sangka jika olahraga ini bisa membawa perubahan pada seseorang sampai sejauh ini. Tina mengaku, bukan lagi manfaat yang ia dapatkan dari berlari. Melainkan gaya hidup sehat yang tertanam di dirinya.

“Pagi hari sebelum berangkat bekerja, saya meluangkan waktu untuk memperbaiki pace dan endurance. Satu lagi yang berubah semenjak saya berlari, sekarang saya menjadi lebih rajin untuk bangun pagi dan tidak malas untuk pergi berlatih. Saya tidak pernah menyesal telah memilih olahraga ini. Thanks God, saya berumur panjang berkat berlari.”

atlit lari Indonesia
Tina saat mengikuti Jogja Marathon. (Sumber gambar: instagram.com/tinalatief/)

 

Tips Membangun Komitmen Berlari Ala Tina Latief

Lima tahun bukanlah waktu yang singkat untuk bisa tetap konsisten dalam menekuni olahraga lari. Dari perspektif pengalaman pribadinya, Tina membagikan 5 tips dalam membangun komitmen berlari. Semua tertuang dalam blog pribadinya (tinalatief.com).

Pertama, mulai dengan pikiran positif (start with positive mind) bahwa apa yang kita lakukan, terlebih jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, tidak akan pernah sia-sia.

Kedua, cari teman yang tepat (find the perfect friends) karena berada di lingkungan komunitas atau para pecinta olahraga akan membuat kita selalu dikelilingi atmosfer yang sehat, membuat kita akan merasa merugi jika melewatkan olahraga.

Baca Juga: Hudha Abdul Rohman, Pembicara Ulung dengan Segudang Keahlian

Ketiga, belajar dari orang lain (learn from others) karena orang lain akan banyak membantu kita melewati hari-hari sulit saat baru mulai berolahraga. Misalnya terkait dengan perlengkapan lari yang baik untuk pemula, informasi pendaftaran event, atau tentang mengatur jadwal latihan. Jangan pernah merasa malu karena menjadi pemula. Sebaliknya, banyaklah bertanya dan belajar dari pengalaman dan pengetahuan orang lain.

Keempat, tantang dirimu (challange yourself) karena tantangan akan meningkatkan kualitas kita. Dalam olahraga lari, tantangan bisa seperti mengikuti event lomba yang tujuannya untuk mengetahui kemampuan kita. Adanya persaingan secara otomatis akan mendorong kita untuk lebih giat berlatih dan menjadi lebih baik.

Kelima, cintai prosesnya (love the process) karena tidak ada jalan pintas untuk menjadi lebih baik. Kuncinya adalah sabar dan tekun berlatih. Jika kita bersabar dan tekun, pada saatnya kita akan memetik manfaat yang bahkan tidak pernah kita duga. Seperti misalnya, tidak terasa kini saya sudah berlari sampai 5 tahun lamanya, memiliki banyak teman dari berbagai komunitas lari dan yang terpenting lagi kini saya menjadi 100% gadis yang sehat dan makin mencintai olahraga.

One Comment

Leave a Reply
  1. Woww inspiratif…

    Dulu saya suka sekali dengan merokok, setelah membangun habits olahraga lari membuat saya terus gigih olahraga setiap hari demi tubuh tetap sehat dan penuh keberkaha. Sehingga menjalankan segala aktivitas dengan gesit 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

konsep diri , keluarga

Antara Konsep Diri, Kecerdasan Emosional, dan Kesuksesan

memulai , bergerak

[Ruang Fiksi] Memulai Melompati Jurang