in

Mengintip Pesona Alam Kawah Wurung Bondowoso yang Menakjubkan

Jika ditanya soal destinasi tujuan wisata alam di Jawa Timur khususnya wilayah Tapal Kuda, sebagian besar wisatawan pasti akan menjawab Banyuwangi. Memang, kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Jawa ini memiliki segudang destinasi wisata alam yang populer. Sebut saja Teluk Hijau, Pulau Merah, Taman Nasional Alas Purwo, dan banyak lagi. Namun, banyak orang atau wisatawan yang belum tahu bahwa ada sebuah kabupaten di sebelah barat Banyuwangi yang juga memiliki banyak destinasi wisata alam yang menakjubkan, yakni kabupaten Bondowoso.

Kabupaten Bondowoso merupakan satu-satunya daerah di wilayah Tapal Kuda yang tidak memiliki garis pantai dan terbilang kurang strategis karena bukan merupakan  jalur utama ekonomi. Meski demikian, kabupaten ini memiliki potensi wisata alam yang besar karena  secara umum wilayahnya merupakan dataran tinggi yakni bagian barat berupa pegunungan (Pegunungan Hyang), bagian tengah berupa dataran tinggi dan bergelombang, sedang bagian timur berupa pegunungan (Dataran Tinggi Ijen). Oleh karenanya, kota kecil ini kini dijuluki sebagai The Highland Paradise. 

Pilihan Editor:

Selain wisata alam Kawah Ijen yang sudah mendunia, ada satu lagi destinasi wisata di Bondowoso yang patut untuk dikunjungi wisatawan yaitu Kawah Wurung. Simak ulasannya berikut ini.

1.Keunikan Kawah Wurung

Padang Ilalang Kawah Wurung (Sumber : Banyuwangibagus.com)

Kawah Wurung berada di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut. Sekilas dari namanya saja, Kawah Wurung memang terbilang cukup unik. Dalam bahasa Jawa, wurung berarti gagal atau tidak jadi sehingga Kawah Wurung memiliki arti kawah yang gagal terbentuk. Jika biasanya sebuah kawah berisi air belerang dengan kadar keasaman yang tinggi seperti halnya Kawah Ijen, maka hal ini tidak berlaku pada Kawah Wurung. Kawah Wurung merupakan wisata alam berupa cekungan tanah luas yang ditumbuhi rerumputan hijau. Tampak seperti savana, namun berupa perbukitan. Oleh karenanya, masyarakat lokal juga sering menyebutnya sebagai “Bukit Teletubbies”.

Selain itu, Kawah Wurung juga dijuluki sebagai “Bukit Cincin” karena terdapat pepohonan yang tumbuh di sekeliling cekungan Kawah Wurung yang jika dilihat dari udara bentuknya menyerupai cincin hijau. Pun jika dilihat secara sekilas, bentuk cekungan Kawah Wurung mirip dengan kaldera di Gunung Bromo, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Pada waktu tertentu, khususnya pada musim penghujan, sebagian besar kawasan Kawah Wurung  berubah menjadi padang ilalang yang tentunya sangat indah dan pas bagi wisatawan untuk berfoto ria.

2. Tempat Berkemah Paling Nyaman

Milky Way (Sumber : Jadagram.com)

Wisata alam khususnya di dataran tinggi rasanya kurang afdol jika hanya dikunjungi dalam waktu singkat. Salah satu cara agar bisa puas menikmatinya dalam waktu agak lama adalah dengan cara berkemah. Kawah Wurung merupakan salah satu destinasi wisata alam yang sangat nyaman untuk dijadikan lokasi berkemah bersama kerabat atau sahabat. Cuaca disini tak sedingin di lokasi perkemahan Kawah Ijen sehingga aman bagi wisatawan yang “alergi” terhadap suhu dingin. Selain itu, angin yang berhembus tidak terlalu kencang.

Jika cuaca cukup cerah, wisatawan yang berkemah di Kawah Wurung juga dapat menikmati keindahan “Milky Way” atau hamparan bintang-bintang Galaksi Bima Sakti di langit pada malam hari. Hal ini sangat memanjakan mata yang mana pemandangan langit seperti itu tak bisa ditemui di daerah perkotaan. Selain itu, wisatawan yang berkemah di Kawah Wurung juga dapat membuat api unggun untuk sekedar menghangatkan badan atau “barbeque”. Ranting pohon juga tak sulit ditemukan di sekitar tempat berkemah. Namun, tentu wisatawan wajib berhati-hati untuk mencegah terjadinya kebakaran di sekitar perkemahan.

3. Surganya Para Atlet Paragliding

Olahraga Paralayang (Sumber : Beritajatim.com)

Tak lama sejak dikenal luas oleh publik, kawasan Kawah Wurung kini menjadi salah satu spot yang baik untuk olahraga paralayang atau paragliding. Pemerintah kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Perhubungan (Disparporahub) memberikan dukungan penuh dengan menjadikan Kawah Wurung sebagai lokasi berlatih bagi para altlet paragliding profesional. Selain itu, nantinya wisata paralayang tersebut juga dapat dinikmati oleh wisatawan luas. Lewat ketinggian, wisatawan dapat menikmati keindahan alam Gunung Ijen, Gunung Raung, dan luasnya perkebunan kopi Arabika.

Saat ini telah dibentuk sebuah komunitas paralayang bernama Elang Ijen Bondowoso. Anggotanya tak hanya masyarakat asli Bondowoso, namun juga beberapa atlet nasional yang diantaranya berasal dari Kota Malang, Kota Batu, dan Bali. Para atlet menyatakan bahwa lokasi paralayang di Kawah Wurung terbilang sangat indah dan aman karena memiliki lokasi pendaratan yang cukup landai. Komunitas ini juga menjadi ujung tombak pemerintah sebagai ajang promosi wisata.

4. Akses Menuju Kawah Wurung

Jalan Mulus Berkelok (Sumber : Ardiyanta.com)

Wisata alam Kawah Wurung secara administratif berada di Desa Jampit, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Lokasinya sejalur dengan jalan utama menuju Kawah Ijen. Wisatawan dapat membawa kendaraan pribadi atau menaiki kendaraan umum dari terminal Bondowoso. Jalan menuju tempat wisata ini pun kini sudah 99% mulus dan beraspal, hanya sedikit melewati jalan tanah saat memasuki kawasan wisata karena membelah perkebunan kopi.

Waktu tempuh dari pusat kota Bondowoso menuju Kawah Wurung yaitu sekitar dua hingga tiga jam. Sepanjang perjalanan melalui jalan yang cukup berkelok, wisatawan akan disuguhi pemandangan yang sangat indah dan memanjakan mata, perkebunan kopi di kanan kiri, dan keramahan masyarakat lokal. Selain itu, terdapat banyak spot indah untuk wisatawan menambah koleksi foto atau sekadar beristirahat.

 

(Editor: Restia Ningrum)

(Sumber gambar utama : Piknikyok.com)

Uniknya Pasar Terapung Banjarmasin, Ketika Jual Beli Terjadi di Atas Air

indeks kebahagiaan masyarakat Indonesia berdasarkan status perkawinan

Indeks Kebahagiaan dan Kabar Baik bagi Kaum Jomblo Indonesia