in

Mengenal Uni Wulan, IRT Penulis Pendiri Wonderland Family

kata siapa menjadi IRT membuat seseorang tidak produktif? Uni Wulan sudah membuktikan sebaliknya

Memilih menjadi ibu rumah tangga setelah menempuh pendidikan di perguruan tinggi kerap disayangkan oleh banyak orang. Terlebih apabila sudah lulus dari sebuah universitas, memperoleh gelar, tapi akhirnya malah bating setir berkarir di luar bidang yang pernah dipelajari. Keputusan ini pun biasanya menjadi obrolan empuk atau gosip panas di masyarakat.

“Sayang sekolah tinggi kalau akhirnya hanya menjadi ibu rumah tangga.”

“Untuk apa ijazahnya? Sudah sekolah tinggi dan mendapat gelar, malah mubazir.”

“Oh, sekarang cuma jadi IRT? Kenapa tidak bekerja? Kan, punya gelar sarjana?”

Demikian kira-kira ujaran yang sering terdengar. Bagi sebagian besar ibu rumah tangga, kalimat-kalimat di atas pastinya bikin baper, ya. Akan tetapi tidak demikian untuk Wulan Mulya Pratiwi. Wanita yang kini memilih menjadi IRT sekaligus penulis ini, pernah menimba ilmu di Akademi Kebidanan STIKes Mercubaktijaya Padang serta merasakan berkarir sebagai staf dosen di Akbid Lenggogeni Padang, juga Akbid Pelita Andalas Bukittinggi.

Anggapan bahwa ibu rumah tangga tidak produktif atau tak mampu melakukan hal-hal luar biasa ditepis oleh sosok wanita kelahiran Padang, 8 Februari ini. Wulan Mulya Pratiwi atau akrab disapa Uni Wulan, sangat produktif menelurkan buku-buku anak dan beberapa karya nonfiksi. Uni Wulan membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dan menyabet sederet prestasi di dunia penulisan, meski sehari-hari memilih untuk menjadi ‘ratu’ rumah.

Baca juga:

Tentang Sejarah dan Wujud Cinta terhadap Masa Depan: Belajar dari Ardian Nur Rizki
E-Learning dan Teknologi Pendidikan untuk Indonesia di Masa Depan
6 Tips Supaya Tidak Salah Pilih Jurusan Kuliah, Buatmu Calon Mahasiswa

Pendiri komunitas menulis Wonderland Family sekaligus penerbitan indie CV. Wonderland Family Publisher ini pun sudah jadi langganan memenangi berbagai lomba kepenulisan tingkat nasional. Wow, keren, ya, Sahabat Ublik! Nah, untuk kamu yang masih penasaran dengan sosok Uni Wulan, yuk simak wawancara tim Ublik dengan beliau beberapa waktu lalu via WhatsApp.

Sejak kapan Uni mulai menulis? Tepatnya terjun ke dunia literasi?

Saya menulis sejak tahun 2009, Mbak. Waktu itu awalnya menulis buku kebidanan sesuai background pendidikan saya (Bidan Pendidik).

Uni Wulan banyak menelurkan buku anak, apakah sejak awal memang memilih fokus menulis bacaan untuk anak?

Awalnya saya menulis buku kesehatan umum, namun seiring pengetahuan tentang tumbuh kembang balita, lalu punya anak, saya mencoba menulis cernak. Saya menulis cernak tahun 2014. Lalu sekarang mulai fokus ke genre anak.

Uni Wulan sekarang kan menjadi mentor di berbagai kelas menulis, lebih senang mana nih: nulis atau jadi mentor?

Dua-duanya, Mbak. Menjadi mentor secara enggak langsung membuat saya terus belajar. Dalam proses pembelajaran ini, tentu menambah skill dan ide-ide dalam menulis cerita anak.

Penyerahan hadiah dari Kemdikbud

Prestasi apa saja yang pernah diraih baik di dunia literasi atau nonliterasi?

Hmm… pencapaian yang paling baru, Juara 1 Sayembara Komik Anak HUT Purbakala Kemdikbud tahun 2019, Penulis terpilih FGD Komik Pembelajaran tahun 2019, Juri Penulisan Sayembara Literasi Balai Bahasa Sumatra Barat, penulis terpilih workshop Litara tema Muatan Lokal, Instruktur Cipta Buku Anak Bersama FLP Riau dan Penerbit Erlangga.

Saya juga pernah menjadi narasumber untuk kelas menulis cerita anak yang diadakan oleh beberapa penerbit seperti, Penerbit Elexkids, Scritto, Ziyad, Checklist, serta narasumber kelas menulis ensiklopedi dan biografi islami edisi terbit di Elex Media Komputindo.

Wow, Keren! Ngomong-ngomong, bisa cerita sedikit tentang Wonderland Family dan penerbitan Indie yang Uni dirikan?

Wonderland Family adalah sebuah komunitas literasi dengan moto spread kindess gain wisdom yang aktif mengadakan training-training kepenulisan secara online dan offline. Berdiri sejak November 2017, tergabung dalam badan hukum CV. Wonderland Family Publisher.

Buku-buku hasil karya penulis Wonderland Family diterbitkan oleh Wonderland Publisher, yaitu sebuah penerbitan indie di mana sama-sama berada dalam lindungan badan hukum CV. Wonderland Family Publisher. Buku-buku terbitan Wonderland ini, ikut meramaikan literasi dan mengedukasi anak-anak di daerah-daerah perifer, karena kami aktif donasi ke TBM. Tidak hanya di Indonesia saja, bahkan kehadirannya telah dapat dimanfaatkan oleh pembaca di luar negeri juga, seperti telah tersedianya buku kami di perpustakaan Negara Malaysia, Jepang, Australia, dan Norwegia.

Tambah takjub sama Uni Wulan, nih! Kalau begitu Wonderland juga menyelenggarakan berbagai pelatihan menulis, ya, Uni? 

Benar. Sejauh ini kami telah menyelenggarakan  pelatihan menulis novel, cerpen teenlit dan romance, kisah inspiratif, ensiklopedi islami, biografi, puisi, lembar aktivitas, komik, dan yang pasti menulis cerita anak. Karena buku anak adalah icon dan fokus genre dari Wonderland Family. Dari keseluruhan pelatihan tersebut, Alhamdulillah… kami telah melahirkan puluhan buku ‘bergizi’ yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan juga mancanegara.

Apa istimewanya kelas menulis Wonderland Family?

Salah satu hal yang membuat kelas kami istimewa itu karena Komunitas Wonderland Family sering bekerja sama mengadakan kelas dan bimbingan menulis cerita anak dengan beberapa penerbit mayor, seperti lini Gramedia Group (Elexkidz, Elex Media Komputindo, Gramedia dan Quanta), Ziyad, Scritto, dan Cheklist. Hasil karya bimbingan para peserta tersebut lalu diterbitkan oleh penerbit mayor yang bekerja sama dan didistribusikan ke Gramedia/ toko buku seluruh Indonesia. Jadi intinya kita menggandeng pihak penerbit, di situ nilai plus kelas Wonderland Family.

Uni, untuk prestasi yang pernah diraih teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Wonderland Family, apa saja?

Banyak teman-teman alumni yang kini berkiprah sebagai penulis cerita hingga buku anak-anak. Satu hal yang lebih membanggakan adalah tiga buku hasil karya menulis keluarga Wonderland berhasil unjuk diri di acara bergengsi London Book Fair di negara London tahun 2018 lalu. Serta  buku 25 Fabel Islami terbitan Elexkidz, terpilih sebagai buku terbaik di Islamic Book Fair tahun 2018. Alhamdulillah…

Selain bekerja sama dengan penerbit, apakah ada pihak lain yang digandeng Komunitas Wonderland Family?

Tentu ada. Kami juga bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Indonesia sebagai penyelenggara sayembara menulis cerita anak dan artikel dengan tema Pelestarian dan Pemanfaatan Cagar Budaya pada tahun 2018. Alhamdulillah, pada tahun 2019  ini buku tersebut akan didistribusikan secara gratis untuk edukasi anak-anak Sekolah Dasar Negeri se-Indonesia.

Uni sangat produktif menulis buku anak, bagaimana mengatur waktu antara menulis dan keluarga?

Saya buat schedule-nya, Mbak. Saya juga buat list job bulanan, jadi ada capaian naskah yang saya kerjakan dalam satu bulan. Waktu saya menulis biasanya saat anak sekolah. 4-5 jam per hari. Jika fokus InsyaAllah bisa mengejar target daftar saya.

Kalau malam saya tidak buka laptop lagi. Habis magrib saatnya ngaji dan makan malam bersama, belajar, lalu membaca nyaring sampai jam tidur anak-anak. Jika belum lelah, setelah anak-anak tidur, saya lanjut ngetik lagi. Tapi kalau malas, saya kembali ke jadwal “kerja” saya di waktu 4-5 jam ketika anak sekolah saja.

Visi dan misi dari Wonderland Family itu apa, Uni? 

Bagi kami, menulis tidak hanya sekadar menyalurkan hobi, minat, dan bakat saja, tetapi juga ikut menoreh sejarah, membingkai pesan, mendidik anak-anak  Indonesia lewat tulisan yang menghibur dan bergizi. Visi-misi paling utama adalah membuktikan kepada Allah Ta’ala bahwa kami telah ikut berdakwah dan menyampaikan kebenaran, walau hanya satu ayat saja. Dan semoga semua cita-cita ini dimudahkan dan mendapat keberkahan dari-Nya. Allahuma aamiin.

Boleh berbagi tips untuk pemula, bagaimana cara bikin cerita anak yang ciamik ala Uni Wulan?

Tipsnya, pertama dan yang paling penting itu harus kuasai jenjang usia pembaca, banyak membaca buku-buku anak sebab referensi sangat penting, berinteraksi dengan anak-anak, sehingga bisa memilih konflik yang memang tepat untuk mereka. Jangan lupa terus belajar dunia dan tumbuh kembang anak-anak.

Jadi, kata siapa menjadi IRT membuat seseorang tidak produktif? Uni Wulan sudah membuktikan bahwa banting setir jadi ratu rumah bukan halangan seseorang untuk tetap produktif  berkarya. Tinggal bagaimana kita bisa mengatur waktu sebaik mungkin agar urusan rumah tangga dan “kantor” berjalan selaras. Sukses terus buat Uni Wulan, ya!

 

 

Sumber gambar: dokumentasi pribadi (Facebook: Wulan Mulya Pratiwi)

Report

What do you think?

aplikasi gojek

Pahlawan di Jalan Raya untuk yang Suka Bepergian Sendiri

Tips Mengelola Keuangan Efektif Bagi Mahasiswa

7 Tips Mengelola Keuangan Efektif Bagi Mahasiswa