Dahulu, bentuk rumah yang ada di Sumatera Barat didominasi oleh bentuk-bentuk tradisional seperti Rumah Gadang. Hal ini berpengaruh juga terhadap bentuk bangunan yang ada di Sumatera Barat. Tapi, seiring berjalannya waktu, bentuk-bentuk tersebut ditinggalkan dan mulai beralih kepada bentuk-bentuk yang lebih modern dengan bahan yang lebih kokoh.

Masyarakat Indonesia kini cenderung lebih tertarik kepada hal-hal modern, seperti halnya teknologi canggih dengan desain yang lebih sederhana dan elegan pada sebuah bangunan. Hal itu dipandang lebih menarik dibandingkan dengan model tradisional. Tapi ada yang unik pada bangunan yang satu ini, Masjid Raya Sumatera Barat.

Pilihan Editor;

Bentuk-bentuk tradisional yang sudah lama ditinggalkan itu mulai menarik minat masyarakat indonesia lagi. Saat ini banyak yang ingin memodifikasi dan mengembangkan lagi gaya tradisional tersebut. Hal itu terjadi karena barangkali sudah banyak yang menyadari akan pentingnya identitas dari kebudayaan lokal. Salah satu bentuk penggabungan kedua unsur tersebut yang cukup fenomenal adalah Masjid Raya Sumatera Barat yang terletak di Jl. Khatib Sulaiman di Padang, Sumatera Barat.

Masjid Raya Sumatera Barat Tampak dari Atas (Sumber: seruni.id)

Bentuk masjid ini terbilang unik, berbeda dari kebanyakan masjid di Sumatera Barat lainnya yang bergaya modern lebih banyak menggunakan kubah sebagai bagian atap masjid dengan bahan utama bangunan yang terbuat dari beton. Sedangkan masjid dengan gaya tradisional banyak yang memakai bentuk Rumah Gadang dengan menaruh gonjong pada bagian atap masjid. Proses pengerjaannya menggunakan bahanbahan dan alat yang modern.

Kebanyakan masjid besar yang ada di Indonesia terdapat sebuah kubah besar pada bagian atapnya, seperti Masjid Istiqlal (Jakarta), Masjid Nasional Al Akbar (Surabaya), Masjid Agung Jawa Tengah (Semarang), dan beberapa masjid lainnya. Namun lain halnya dengan Masjid Raya Sumatra Barat yang tidak memiliki kubah, melainkan mengikuti tipologi arsitektur Minangkabau dengan ciri bangunan berbentuk gonjong. Apabila dilihat pada bagian atas, masjid ini memiliki 4 sudut lancip yang mirip dengan desain atap rumah gadang.

Konstruksi bangunan Masjid Raya ini dirancang sesuai dengan kondisi geografis Sumatera Barat, yang beberapa kali diguncang gempa berkekuatan besar. Atas dasar tersebut, masjid dibangun dengan struktur dan desain konstruksi yang kuat, anti guncangan sehingga diharapkan aman dari guncangan gempa hingga 10 skala richter.

Masjid Raya ini fungsinya tidak sebatas rumah ibadah. Bangunan yang berada tak jauh dari Pantai Padang itu dapat dijadikan sebagai shelter lokasi evakuasi tsunami dengan memanfaatkan lantai II dan lantai III masjid.

Mengenal Masjid Raya Sumatera Barat yang Begitu Fenomenal

Masjid Raya Sumatera Barat
Masjid Raya Sumatera Barat (Commons.wikimedia.org)

Masjid Raya Sumatera Barat merupakan masjid terbesar di Sumatera Barat, Indonesia yang dibangun pada 21 Desember 2007 yang menghabiskan dana mencapai 500 miliar lebih. Masjid ini dirancang oleh tim khusus yang dibentuk oleh pemerintah Sumatera Barat. Berbeda dari kebanyakan masjid lainnya, masjid ini memiliki bentuk yang unik yaitu dengan menggabungkan unsur-unsur dari rumah gadang, dan unsur modern, bentuk yang unik menimbulkan persepsi yang bermacam-macam dari masyarakatnya sendiri, baik positif maupun negatif.

Dari hasil riset yang saya lakukan melalui berbagai sumber referensi terpercaya, pada poin ini kita akan sedikit membahas tentang sisi dari interior masjid. Interior Masjid Raya Sumatera Barat inilah yang menjadi ikon pada bangunan ini yang meliputi arsitektur dan interior bangunannya. Masjid ini merupakan bangunan neo-vernakular, konsep yang diangkat adalah ‘musyawarah dan mufakat’ yang dikenal sebagai filosofi masyarakat Minangkabau dalam mengambil keputusan. Masjid ini merupakan simbol pemersatu bagi umat Islam di Sumatera Barat.

Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan budaya masyarakat setempat bahwa umat Islam di Sumatera Barat memiliki beberapa aliran dan beberapa cara pandang yang berbeda terhadap Islam. Dengan demikian, secara tidak langsung masjid ini diharapkan dapat memberikan dampak sosial dan psikologis yang mampu mewakili penyatuan umat Islam di Padang, Sumatera Barat.

Bentuk Arsitektur Interior dan Eksterior Masjid Raya Sumatera Barat

Tampak samping (Sumber: Trover.com/debby soejatna)

Masjid Raya Sumatera Barat ini dibangun di lahan seluas sekitar 40.000 meter persegi dengan luas bangunan utama kurang dari setengah luas lahan tersebut, yakni sekitar 18.000 meter persegi, sehingga menyisakan halaman yang luas. Pada struktur konstruksi bangunan menunjukkan pola rumah gadang dengan pola segitiga ke bawah, bahan material kayu dan ornamen pada passade masjid merupakan bentuk ukiran yang terdapat pada rumah gadang, gonjong yang dihadirkan berakar dari bentuk gonjong pada rumah gadang.

Bagian atap (kubah) pada masjid ini sangat ikonik, atap masjid ini terlihat seperti gonjong rumah gadang diikuti dengan bentuk ukiran kayu yang terdapat pada bagian dinding-dinding atap (passade) yang mengambil bentuk ukiran pada rumah gadang. Jika diperhatikan lebih lanjut, atap dari masjid ini mengikuti bentuk pola rumah gadang yang berpola segitiga ke bawah dan kembang ke atas, yang artinya berpegangan ke pada bumi.

Arsitektur Bangunan Masjid Raya Sumatera Barat

interior bangunan masjid raya sumatera barat
Interior masjid (Sumber: Ganaislamika.com)

Pada bagian interior ini terdiri dari bagian mihrab, liwan dan sahn. Pada bagian mihrab ini mengusung bentuk desain yang lebih modern. Bentuk lingkaran bulat telur itu mengingatkan penulis kepada karya rancangan desainer terkenal dunia yaitu Karim Rashid seorang desainer yang sangat terkenal dengan gaya futuristiknya. Dia sering membuat bentuk-bentuk yang hampir serupa dengan rancangan mihrab masjid ini. Di lain sisi, bentuk mihrab seperti bulat telur juga mengingatkan kepada bentuk hajar aswad yang berada di makkah. Sedangkan bentuk Liwan pada masjid di desain sangat bersih dan kelihatan kokoh dengan menggunakan material beton dan keramik.

Pada bagian dinding ruangan didominasi oleh pintu-pintu dan jendela yang memiliki lubang-lubang vertikal sebagai sirkulasi udara yang masuk dari luar ke dalam ruangan. Pada bagian plafonnya terdapat bentuk bagian dalam kubah yang langsung membungkus semua ruangan, meskipun tidak menampakkan bentuk kubah pada bagian luar, namun bentuk kubah dapat terlihat pada bagian dalam masjid. Plafon tersebut dipenuhi dengan tulisan kaligrafi Asmaul Husna (nama-nama Allah) dan pada bagian tengah liwan terdapat susunan lampu-lampu yang menggantung membentuk lingkaran pada bagian atas plafon ruangan, hal ini menunjukkan bentuk modern dan tidak terlihat bentuk tradisional dari dalam masjid ini.

Berwisata Indonesia ke Masjid Raya Sumatera Barat

fakta unik menarik tentang wisata indonesia melalui masjid raya sumatera barat
Photo: Dipadang.com

Masjid Agung Madani Pasir Pengaraian Islamic Center Rokan Hulu, Riau, beberapa tahun terakhir menjadi magnet bagi masyarakat Sumatera Barat. Kemegahan masjid tersebut menjadi daya tarik untuk dikunjungi selain merasakan nuansa beribadah serasa di Mekah.

Hari ini masjid-masjid tumbuh, dan salah satu di antaranya sering menjadi ikon kota. Dengan begitu, masjid tidak sekedar ruang beribadah, melainkan untuk wisata. Kekuatan fotografi, menjadi masjid salah satu latar yang cukup digandrungi saat ini.

Dalam waktu dekat, Masjid Raya Sumatera Barat akan menjadi ikon Kota Padang khususnya, Sumatera Barat secara umum. Masjid yang berdiri di Padang Baru, Kota Padang ini, sekarang terus dipersolek. Kabiro Bina Mental Pemprov Sumbar Syahril B mengatakan, pembangunan Masjid Raya Sumatera Barat boleh dikatakan hampir selesai, hanya tinggal beberapa bangunan fasilitas dalam kegiatan memakmurkan masjid.

Itulah pembahasan mengenai megahnya Masjid Raya Sumatera Barat yang menjadi salah satu ikon sumatera barat dan termasuk sebagai salah satu masjid terbesar di indonesia. Semoga bermanfaat!

 

(Sumber gambar utama: Raunsumatra.com)