in

Cara Mudah Mengatasi Gejala Burnout Akibat Lelah Bekerja

Pernahkah kamu merasakan yang seperti ini? Rasanya hari-hari begitu melelahkan, berjalan tanpa ada tujuan. Beraktivitas penuh dengan kemalasan. Hilang fokus, pekerjaan jadi berantakan. Kira-kira kita ini lagi kenapa ya? Ada istilah dalam dunia psikologi yang disebut dengan gejala burnout. Ini adalah suatu kondisi ketika kita merasa lelah baik secara fisik, emosi, psikologis sebagai akibat dari tekanan atau stres yang berlangsung lama. Jika dibiarkan berlarut-larut, akan membahayakan psikis dan fisik.

Burnout dapat dialami oleh siapa saja. Orang yang sering memaksakan diri untuk terus bekerja, mereka yang kurang apresiasi dari pekerjaan yang telah dilakukan, ibu rumah tangga yang stres di rumah, orang-orang yang memiliki beban berat dalam bekerja, dan mereka yang memiliki pekerjaan yang monoton. Semuanya bisa saja mengalaminya.

Dampak dari gejala burnout bisa membuat seseorang kesulitan dalam beraktivitas, kewalahan dalam mengelola rutinitasnya, tidak berdaya, perasaan kecewa, lelah, kehilangan energi. Bahkan dapat membuat seseorang kehilangan minat dan motivasi untuk melakukan pekerjaannya. Jika tidak segera diatasi, hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi.

Bagaimana cara mengatasi gejala burnout? Berikut beberapa tips yang bisa kita coba:

  • Membuat Prioritas

Kita bisa mulai dengan mengelompokkan pekerjaan mana yang penting sampai tidak penting. Nah dari kebiasaan membuat to do list ini, kita bisa memilih mana yang harusnya kita kerjakan dan selesaikan satu per satu. Kita tidak bingung lagi menentukannya dengan melihat prioritas yang telah dibuat. Dengan begitu, ada kontrol dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. Ada pengingat yang membuat kita bergerak.

  • Kurangi Ekspektasi, dan Beri Apresiasi ke Diri Sendiri

Dalam bekerja, kita tidak bisa selalu sempurna dan selesai tepat pada waktunya. Hargai progres yang telah kita lakukan. Perlahan tapi pasti kita akan mencapai target-target yang lebih tinggi. Tapi ingat, untuk mencapai hal ini pasti butuh waktu yang tidak sebentar. Proses jauh lebih penting dari pada hasil yang sempurna. Setiap diri butuh waktu untuk berkembang. Tugas kita adalah menghargai diri sendiri dengan progres ini. Apresiasi setiap kinerja yang telah dilakukan. Pencapaian akan selalu mengikutinya di belakang.

  • Jaga Keseimbangan Hidup

Penting untuk kita mengambil jeda dari rutinitas kerja. Kita butuh healing, istirahat untuk mengembalikan energi yang hilang. Lakukan sesuatu yang menyenangkan yang biasa kita lakukan sebelumnya, bisa dengan membaca buku, minum kopi, hang out bareng temen, makan atau berbelanja keperluan, atau hal yang menyenangkan lainnya.

gejala burnout
Ilustrasi gejala burnout

Ingat 7 kebiasaan yang menjadi kunci sukses karir seseorang yang ditulis oleh Stephen Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective Teens, kunci yang ketujuh adalah “Asahlah Gergaji” artinya di sini adalah kita perlu untuk mengambil jeda dalam bekerja untuk menjaga kesegaran pikiran dan motivasi dalam diri. Stephen Covey menggambarkan hal ini dengan ilustrasi seseorang yang sedang menggergaji sebatang pohon besar. Berjam-jam ia mencobanya tetapi tidak ada kemajuan yang berarti.

Tanpa menyadari bahwa gergaji yang ia gunakan tumpul. Jika saja seseorang itu mengambil jeda waktu untuk mengasah gergajinya, ia akan lebih mudah dan cepat menebang pohon itu. Mengasah gergaji ini bisa kita konotasikan sebagai hal yang menyenangkan, menyalurkan hobi, liburan, untuk me-recharge  dan mengembalikan semangat dan motivasi. Itulah pentingnya mengambil jeda. Perlu banget lho, sahabat Ublik. Jangan kerja terus-terusan, kasihan badan dan pikirannya 🙂

  • Perhatikan Gaya Hidup

Hal yang tidak kalah penting lainnya adalah perhatikan gaya hidup kita. Makanan yang kita makan, yang tentunya harus sehat dan bergizi ya. Kemudian sering nggak kita olahraga dan menjaga kesehatan tubuh kita. Selanjutnya adalah tidur yang cukup. Jam tidur yang cukup juga menunjang kita untuk bekerja lebih baik. Mengurangi jam tidur membuat badan kita jadi tidak bugar bukan? Jangan sering-sering begadang ya. Meskipun dikejar deadline juga harus diusahakan untuk waktu tidur yang cukup. Supaya kerjanya juga optimal. Oke?

Itu tadi adalah beberapa tips agar kita tidak mengalami gejala burnout yang berkepanjangan. Pesan saya untuk diri saya sendiri dan Sahabat Ublik, kalau waktunya kerja ya kerja, kalau waktunya istirahat ya istirahat. Jangan terlalu menekan diri untuk terus bekerja setiap saat. Tubuh juga punya hak untuk istirahat. Manfaatkan waktu kita sebaik mungkin, masa muda tidak terulang untuk kedua kalinya. Semangat ya 🙂

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kenali Metode Self Healing di Masa Pandemi

tips menjadi freelancer

Tips Menjadi Freelancer yang Sukses, Praktis untuk Diterapkan