in

Mengapa Memaafkan Itu Penting? Temukan Alasannya di Sini!

Ketika mendengar kata ‘memaafkan’, apa yang kira-kira terlintas dalam pikiranmu? Sebuah usaha untuk menghargai diri sendiri? Atau malah suatu hal yang melukai harga diri? Lalu sebenarnya mengapa kita perlu memaafkan?

Kehidupan yang sedang kita jalani saat ini pasti memiliki lika-liku tersendiri. Seringkali kehidupan tidak berjalan mulus sesuai dengan apa yang kita harapkan, sehingga membuat kita tak puas dengan keadaan. Kebahagiaan, kenyamanan, serta ketenangan merupakan beberapa hal yang sangat kita dambakan dalam hidup.

Namun, semua itu pastilah membutuhkan perjuangan, sebab kita tak bisa memungkiri jika dalam prosesnya ada luka-luka yang belum tersembuhkan. Luka hati yang membuat kita terjebak dalam amarah dan dendam.

Mungkin Kita Berpikir Bahwa Waktu Akan Mengobati Semuanya

Mengapa Memaafkan Itu Penting? Temukan Alasannya di Sini

Bagi sebagian orang, luka hati yang diperoleh dalam perjalanan hidup sulit dilupakan, entah itu berhubungan dengan seseorang, diri sendiri, ataupun situasi. Iya, luka yang kita peroleh bisa saja bukan karena orang lain melainkan karena kita yang tak bisa berdamai dengan diri atau tak bisa menerima situasi yang sedang terjadi.

Luka atau kemarahan yang tak tersembuhkan dalam diri kita hanya akan menimbulkan emosi-emosi negatif. Ruang hati akan selalu terasa penuh. Pada akhirnya, sulit untuk mengendalikan diri saat  kita berhadapan dengan masalah baru sebab masalah lama yang tak terselesaikan. Kita mungkin sering berpikir bahwa waktu akan mengobati semuanya. Namun, nyatanya sebanyak dan selama apapun waktu tak akan bisa menyelesaikan semuanya jika tidak ada peranan aktif dari diri kita untuk bertindak dan berbenah.

Pernahkah kita mencoba untuk memaafkan? Pernahkah kita mencoba untuk memaafkan setiap detail proses yang menyakiti kita dalam perjalanan?

Memaafkan Tidak Sama dengan Melupakan

Mengapa Memaafkan Itu Penting? Temukan Alasannya di Sini

Memaafkan memang bukan perkara mudah yang bisa kita lakukan begitu saja apalagi jika berhubungan dengan orang lain, tapi memaafkan bisa menjadi titik awal untuk melepaskan segala belenggu kemarahan. Mengubah energi-energi negatif menjadi energi positif yang membangun.

Memaafkan akan membantu kita mengobati perasaan yang terluka, bukan menghapuskannya. Kita harus tahu bahwa memaafkan tak sama dengan melupakan. Pada dasarnya kita akan tetap mengingat semua perbuatan-perbuatan buruk itu, lalu apakah artinya kita gagal dalam memberi maaf? Tidak, sebab lupa dan maaf adalah dua hal yang berbeda.

Melupakan artinya kita menghilangkan sebuah rekaman memori dalam otak. Sebaliknya, memaafkan berarti kita berdamai dengan semua reaksi emosi yang muncul dari rekaman memori itu. Itulah mengapa, semakin kita mencoba untuk melupakan, proses pemaafan akan menjadi semakin sulit. Sebab pemaafan mengharuskan kita untuk menyadari semua kejadian tak menyenangkan di memori kita.

Memaafkan artinya kita memilih untuk berlepas diri dari amarah yang menggerogoti diri. Memaafkan membuat kita dapat bersikap netral kala mengingat peristiwa atau perbuatan itu kembali, tak akan ada beban perasaan yang menyakiti hati.

Memaafkan sebenarnya adalah bentuk penghargaan kepada diri sendiri. Sebab, tak ada kebaikan dari menyimpan luka dan amarah. Sebagai manusia kita membutuhkan hidup yang damai tanpa beban dari masa lalu. Memaafkan menjadi langkah awal agar kita tak merasa buruk dengan semua  yang pernah terjadi. Tidak ada lagi kesal, marah, malu, atau bersalah atas apa yang kita alami.

Satu hal yang perlu kita tekankan saat memutuskan untuk memberi maaf adalah ‘kesiapan’. Memutuskan untuk memberi maaf sama dengan mengumpulkan keberanian untuk melangkah mendobrak pintu yang selama ini terkunci rapat, membuka kotak Pandora yang entah apa isinya dan kita diharuskan menerima dengan lapang dada.

Semua Proses yang Kita Lalui Membawa Diri pada Kedamaian

Mengapa Memaafkan Itu Penting? Temukan Alasannya di Sini

Proses memaafkan menjadi sulit kala kita tak benar-benar siap. Reaksi emosi yang kembali muncul sebab menerjang semua rasa sakit serta luka-luka masa lalu akan menghambat proses, bisa saja kita akan semakin marah dan kesal. Namun demikian, kita harus benar-benar meyakinkan diri bahwa semua proses yang kita lalui akan membawa diri ini kepada kedamaian serta perasaan lega yang tak dapat digambarkan oleh kata-kata.

Ingatlah! Memaafkan tak akan menjatuhkan harga diri kita, sebaliknya ia akan membersihkan semua sampah yang muncul akibat luka-luka itu. Membuang kesedihan serta memudahkan kita untuk mensyukuri kehidupan. Menerima diri kita, lebih maupun kurangnya. Percayalah, tak ada yang bisa menggantikan efek positif yang kita rasakan kala kita sudah mampu menerima apa pun yang terjadi. Yakin, bahwa sulitnya proses pemaafan yang terjadi adalah demi dirimu bukan orang lain. Dengan memaafkan, kita tahu bahwa diri ini tetaplah berharga dan berhak bahagia seperti apa pun masa lalu yang menyertai kita.

Jadi, sudah siapkah kita untuk memaafkan?

 

 

Referensi:

Nurindah Fitria, dkk. Melepas Luka: Sebuah Perjalanan Memaafkan Ibu yang Tak Sempurna. (2019).

Report

What do you think?

Participant

Written by Anjar Novi

Story MakerYears Of Membership

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Buat kamu yang pernah berpikir mengakhiri hidup

Buatmu yang Pernah Berpikir Mengakhiri Hidup, Bertahanlah Sekali Lagi

Tips Agar Kamu Tetap Termotivasi dalam Kondisi Apapun