in

Mengajari Anak Tentang Mengelola Uang dari Budaya Angpao Lebaran

Belajar soal uang bisa dimulai sejak anak-anak lho, mulailah saat lebaran

Hai Sahabat Ublik, bagaimana puasanya sebulan kemarin? Lancarkah? Bukan cuma buat diri sendiri, ada saatnya yang masih single saat ini, nanti juga jadi ‘mama muda’ yang puasa bareng si kecil. Nah, setelah puasa lalu apa? Tentunya datanglah hari raya yang ditunggu-tunggu itu. Apa lagi kalau bukan lebaran alias Hari Raya Idulfitri.

Sebagai tuan rumah, tentu kita mempersiapkan momen lebaran itu jauh-jauh hari. Mulai dari beli kue, baju baru, korden baru, taplak baru, semuuuua baru. Eitss, itu bukan suatu keharusan, ya! Perlu diingat, yang lebih penting adalah momennya!

Sudah tidak asing lagi kebiasaan memberikan angpao untuk anak-anak, bahkan orang dewasa pun beberapa juga masih ada yang mendapatkan. Entah itu dua ribu, lima ribu, bahkan ratusan ribu pasti masuk ke dalam kantong baju. Maka tidak heran, anak-anak sengaja memakai baju yang ada kantongnya, hihihi.

Namun, tahukah kalian mengapa angpao menjadi budaya saat lebaran? Angpao sebenarnya merupakan budaya dari Tionghoa yang bertepatan tahun baru Imlek. Jadi bisa disimpulkan bahwa kita mengadaptasi budaya tersebut ketika lebaran. Dahulu, angpao dikemas dalam amplop berwarna merah dan bergambar huruf China. Sekarang ini, tersedia berbagai macam motif yang menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak.

Nah, berhubung si kecil belum bisa membelanjakan uang dengan baik, saya beri beberapa tips untuk mengajari anak tentang mengelola angpao lebaran supaya anak tidak konsumtif. Tentu tidak ingin, bukan, kalau anak boros? Meskipun di sekolah sudah mendapatkan pelajaran dari bapak/ibu guru, peran kita sebagai orang tua sangatlah dibutuhkan untuk menemani anak dalam praktiknya.

1. Berikan celengan

Celengan adalah alat menyimpan uang yang bisa dibilang tradisional. Sebab sudah sejak dahulu celengan dibuat untuk menabung. Meskipun begitu, celengan masih eksis lho, di era modern seperti sekarang. Apa lagi celengan sudah banyak sekali ragamnya. Warnanya, bentuknya, dan harganya pun terbilang murah. Tidak sulit mencari celengan untuk si kecil, karena saat ini bisa lewat online. Coba deh, belikan celengan sesuai dengan request si kecil. Pasti lebih semangat untuk menabung angpao lebaran mereka!

lebaran , celengan
Ortu bisa mengajak anak menabung (Sumber: Medium)

2. Ajak anak berdiskusi

Menanyakan untuk apa uang angpao tidak salah, kok. Kita bisa mengontrol uang anak. Misalnya, “Adek, uangnya mau dibuat apa?” Saat sang anak ingin mainan baru, tidak apa, asalkan tidak berlebihan. Dan yang lebih penting, mainan tersebut nantinya tidak mencuri waktu belajar sang anak.

3. Buat rekening khusus anak

Dalam keadaan kepepet, anak bisa membobol celengan sendiri, lho (dari pengalaman sendiri hihihi). Ya…meskipun celengan miliknya sendiri. Tapi orang tua tidak perlu khawatir. Zaman sudah canggih! Buat saja rekening khusus anak, yang bisa dipakai untuk masa depan dan kondisi darurat. Jadi tidak ada risiko uang berkurang atau hilang, kecuali terblokir.

4. Temani anak ketika berbelanja

Menemani di sini jangan disalah artikan mengekang, ya. Tapi supaya anak tidak asal membelanjakan uang. Teguran juga diperlukan apabila anak susah dikontrol. Beri pemahaman untuk membelanjakan barang yang bermanfaat. Berhubungan dengan liburan hari raya dan kenaikan kelas, si kecil pun bisa diajak membelanjakan hasil angpao lebaran untuk membeli peralatan sekolah. Lumayan lah, sekalian menghemat pengeluaran rumah tangga. :p

5. Ajarkan anak untuk berbagi

Berbagi bisa menumbuhkan rasa cinta kasih terhadap sesama manusia. Berikan kesempatan si kecil untuk mengangsurkan uang kepada orang yang membutuhkan. Ada pepatah mengatakan, “ada banyak kebaikan yang akan kita dapatkan dari memberi”. Itu artinya, dengan berbagi dapat menjadikan hidup bahagia.

Anak-anak pun perlu belajar berbagi dengan temannya (Sumber: handinhandparenting.org)

Bagi kalian yang ingin mengajarkan bisnis kepada si kecil bisa menerapkan poin-poin di atas, sebab anak akan terbiasa dalam mengelola keuangan. Jangan lupa memberikan pujian, supaya anak lebih percaya diri dan semangat untuk mengelola uang dengan baik.

Terakhir, biasakan anak untuk mengucapkan terima kasih, ya. Sebab kalimat sederhana itu berpengaruh besar terhadap rasa apresiasi yang ia terima dari orang lain, pun juga berterima kasih pada Tuhan, sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bersyukur dan menghargai hal sekecil apa pun itu.

Semangat membentuk generasi yang hebat! Karena generasi hebat lahir dari ibu yang hebat. Mudah-mudahan ini juga bisa jadi bekal yang bermanfaat buatmu, walau sekarang belum punya anak. Hehe. Sampai jumpa di lain kesempatan ya, Sahabat Ublik! 🙂

Ditulis oleh Yustika Ayu Lestari

Analyse (dalam bahasa Italia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skill yang Harus Dimiliki dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

lulus , salah jurusan

Inilah Fase-Fase Salah Jurusan dan Cara Mengatasinya