in

Menata Kehidupan di Era Pandemi yang Lebih Sehat Mental

Tidak bisa kita mungkiri bahwa sejak masa pandemi melanda, kehidupan kita mengalami banyak perubahan yang signifikan. Siap tidak siap, mau tidak mau, kita harus menghadapinya. Walau bagaimanapun juga, kehidupan harus tetap berlanjut.

Akhir bulan Juni 2020 lalu, saya pulang ke kampung halaman karena libur akhir semester dan saat itu sudah diberlakukan new normal sehingga saya memutuskan untuk pulang melepas rindu ke kampung halaman.

Awal bulan Juli 2020 saat masa liburan usai, saya tidak bisa meninggalkan kampung halaman karena penyebaran virus yang semakin merebak dan pengawasan di kampung juga semakin diperketat. Akhirnya saya terjebak di kampung halaman, dan mau tidak mau harus melepaskan pekerjaan.

Bukan hal yang mudah dilakukan ketika kita harus melepas sesuatu yang di sana kita telah torehkan satu titik bernama harapan. Untuk beberapa orang mungkin adalah hal yang mudah untuk memulai kembali, tetapi tidak untuk saya.

Seminggu setelah saya putuskan untuk resign dari pekerjaan, saya sempat uring-uringan, dilanda kegelisahan akan masa depan, khawatir, dan banyak pola hidup yang berubah. Pola makan dan pola tidur tidak lagi teratur seperti biasa. Tidak jarang, emosi pun meledak-ledak.

Kemudian saya teringat akan hal ini. Yang akhirnya menjadi pegangan bagi saya ketika mengalami masa sulit.

 Dalam setiap peristiwa yang terjadi, ada pelajaran yang bisa dipetik

Pelan-pelan, saya mulai mengajak diri saya untuk berdamai. Membisikkan semangat-semangat baru di dalam hati saya. Menengadahkan tangan memohon berkat pada Sang Pencipta, serta menyakini bahwa sesuatu yang terbaik sedang didesain-Nya untuk masa depan saya.

Belakangan saya tahu bahwa waktu itu kesehatan mental saya sedang terganggu dan bersyukur saya bisa mengatasi hal itu sebelum akhirnya saya terjatuh lebih terpuruk.

Baru-baru ini, perihal kesehatan mental ramai diperbincangkan. Sahabat Ublik pasti sudah tahu dong ya, bahwa 10 Oktober ditetapkan sebagai hari kesehatan mental sedunia. Ternyata, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik yang harus kita jaga dan perhatikan.

Apa sih, Kesehatan Mental itu?

Menata Kehidupan di Era Pandemi yang Lebih Sehat Mental

Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera yang dialami setiap individu, di mana setiap individu dapat mengontrol dan mengelola stres secara wajar dalam dirinya serta dapat berinteraksi di lingkungannya.

Kesehatan mental dan kesehatan fisik saling memengaruhi satu sama lain. Jika kesehatan mental terganggu, maka kesehatan fisik pun akan terkena imbasnya. Begitupun sebaliknya. Jadi, kita harus memperhatikan keduanya secara seimbang agar kehidupan berjalan dengan maksimal.

Bagaimana caranya agar kesehatan mental tetap terjaga? Berikut empat hal yang saya lakukan.

1. Katakan Hal Positif Tentang dan Untuk Diri

Mengelola Kehidupan di Era Pandemi yang Lebih Sehat Mental

“Kamu pasti bisa.”

“Kamu itu berbakat.”

“Terima kasih sudah berjuang sejauh ini.”

“Gak apa-apa jika gagal, besok dicoba lagi.”

“Tuhan tahu yang terbaik untukmu.”

Kata-kata itu adalah contoh dari sekian banyak hal positif yang saya bisikkan kepada diri ini setiap kali jatuh, setiap kali gagal, setiap kali kepala penuh beban, saat seolah berada di jalan buntu. Dan, semua hal itu membantu saya untuk me-reset atau me-refresh pikiran agar lebih segar untuk mulai melangkah.

Sahabat terbaik adalah: Diri Sendiri

Tidak ada yang lain. Hanya diri saya satu-satunya sahabat terbaik untuk saya. Ia yang tak pernah meninggalkan saya, setia menemani saat duka maupun suka. Satu-satunya teman perjalanan yang saya tidak ingin tinggalkan adalah diri saya. Itulah mengapa saya akan merawatnya, memperhatikan kesehatan mental dan fisiknya, jika ia terhilang sayapun hilang, dan jika ia bahagia sayalah yang menciptakannya.

( Baca juga: Buatmu yang Pernah Berpikir Mengakhiri Hidup, Bertahanlah Sekali Lagi )

2. Rawat Hubungan dengan Pencipta

Mengelola Kehidupan di Era Pandemi yang Lebih Sehat Mental

Kedamaian sejati berada di dalam peluk-Nya. Pelukan Sang Pencipta. Tempat terbaik untuk mengadu dan mengaduh. Sejak lahir hingga masa di bumi ini berakhir, perjalanan dan perjuangan hidup telah dituliskan oleh-Nya, dalam buku kehidupan. Cobaan dan ujian yang kita alami, Dia telah menyediakan solusi. Hampirilah, niscaya tiap air mata akan digantikan sukacita, tiap beban akan terasa ringan, selalu ada berkah bagi orang yang mengandalkan-Nya.

( Baca juga: Harapan Tidak Pernah Meninggalkan Kita )

3. Membuka Diri

Mengelola Kehidupan di Era Pandemi yang Lebih Sehat Mental

Masuklah ke dalam komunitas yang akan membawa pengaruh positif bagi kita. Dengan memulai hidup berbaur, akhirnya kita bisa melihat bagaimana orang-orang di sekitar kita berinteraksi dan bersosialisasi. Kita bisa saling berbagi pandangan satu sama lain. Bahkan dengan membuka diri kita bisa belajar dari pengalaman-pengalaman orang lain tentang bagaimana mereka menghadapi hidup dan menyelesaikan masalah-masalah mereka yang mungkin hampir mirip dengan masalah yang kita alami.

Dengan membuka diri akhirnya kita tidak terkungkung akan pemikiran kita sendiri. Suatu ketika, kita barangkali akan mengatakan “Oh, ternyata aku tidak sendiri” dan pengalaman ini sangat menolong kita untuk lebih positif menghadapi masalah yang sedang kita alami. Jadi kita merasa tidak sendiri, dan perasaan ini menolong kita untuk mengontrol perasaan dan emosi dalam diri.

( Baca juga: Tips Berkarya Dengan Tulus (Belajar Dari Sosok Didi Kempot) )

4. Pola Hidup Sehat

Mengelola Kehidupan di Era Pandemi yang Lebih Sehat Mental

Seperti yang sudah saya katakan di atas tadi, bahwa kesehatan mental dan kesehatan fisik berkaitan satu sama lain. Kita tidak bisa memberi perhatian ke satu sisi saja. Keduanya harus di jaga dan diperhatikan secara seimbang. Mulailah hidup sehat, seperti berolahraga, menjaga pola makan, dan memperhatikan pola tidur dengan baik.

Seperti pepatah yang mengatakan:

Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat

Semoga bermanfaat ya, Sahabat Ublik. Apapun yang saat ini tengah kamu alami, percayalah bahwa akan selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Jangan membebani diri dengan hal-hal yang berada di luar jangkauan, itu hanya membuat pikiran menjadi tidak sehat. Belajarlah menerima bahwa tidak semua rencana kita sesuai dengan rencana-Nya. Juga, belajarlah percaya, Tuhan merancang yang terbaik bagi kehidupan kita.

Mulai sekarang, yuk kita rawat mental agar diri menjadi lebih kebal!

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Untukmu yang Tetap Tersenyum Meskipun Dipandang Sebelah Mata

Cegah Meningitis Mumpung Masih Muda, Kenali Juga Penyebabnya

Cegah Meningitis Mumpung Masih Muda, Kenali Juga Penyebabnya