in

Cerdas Memilih Investasi, Jangan Sampai Bikin Gigit Jari!

Jika sudah memilih investasi, ternyata tidak menghasilkan sesuai yang diinginkan, apa jadinya?

Sebelum memilih investasi, perhatikan ini

Sebelum mengambil keputusan memilih investasi, ada sebuah nasihat yang selalu diulang: Don’t put your egg in one bucket! 

Menempatkan sejumlah dana dalam bentuk simpanan, ternyata tidak semudah kita menjentikkan jari. Demikian beragamnya jenis-jenis investasi yang marak ditawarkan oleh perusahaan jasa keuangan, alih-alih memberikan solusi cepat terkadang justru membuat seseorang larut dalam kebimbangan. Ditambah lagi, jika sudah memilih investasi, ternyata tidak membuahkan hasil sesuai yang diinginkan.

Seiring dengan kemajuan teknologi yang mendukung perekonomian di era digital, semakin banyak kesempatn memilih investasi. Hampir setiap perusahaan jasa keuangan, baik konvensional maupun syariah, menawarkan beragam simpanan untuk masa depan. Mulai dari tawaran sederhana seperti tabungan berjangka atau deposito, investasi logam mulia, saham, sampai dengan investasi aset tetap berupa pembelian rumah, semua ditawarkan dengan keunggulan berupa kemudahan proses dan hasil investasi yang sangat manis.

Namun demikian, manisnya tawaran ketika promosi, kadang tak seiring dengan kenyataan yang asli. Bahkan, tak jarang manisnya tawaran memilih investasi justru berbuah tragis. Hal itu bisa terjadi karena faktor internal perusahan yang melakukan penipuan, atau kondisi ekonomi makro yang memengaruhi fluktuasi pasar.

Buah investasi yang tak semanis yang didambakan di antaranya adalah ketika pasar sekunder ‘kebakaran’. Tentu saja yang dimaksud kebakaran di sini bukan seperti kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap, melainkan anjloknya harga yang tertera di bursa pasar sekunder. Walaupun tipis, tetap saja penurunan harga ini akan membuat para investor menahan niatnya untuk meraup keuntungan.

Selain memilih investasi berupa uang, memiliki aset tetap juga menjadi salah satu pilihan yang berisiko. Memiliki hunian tidak selamanya akan sesuai dengan impian, terutama jika masih ada angsuran yang harus diselesaikan. Ketentuan bunga pinjaman, biasanya akan menjadi floating setelah dua atau tiga tahun berjalannya kredit. Hal ini berarti akan ada kenaikan pembayaran angsuran setiap bulannya. Atau sekalipun aset tersebut sudah sah menjadi hak milik kita, bakal muncul risiko lain, misalnya pada saat akan dijual kembali. Melepas aset tetap tentunya akan memakan waktu, biaya, dan tenaga yang lebih besar daripada sekadar menjual kendaraan atau logam mulia.

Baca juga;

Awas! Social Cost yang Dapat Menggerogoti Isi Dompetmu
5 Kiat Hidup Damai Tanpa Pinjaman Uang
‘Terapi Belanja’ yang Perlu Kamu Tahu agar Tidak Menguras Dompet

Nah sahabat ublik, apapun permasalahan yang akan dihadapi di masa depan kita, semua itu sebenarnya tidak akan terlalu mengganggu kondisi keuangan kita secara signifikan, jika kita memperhatikan beberapa kunci dalam memilih investasi.

1.Jeli memilih jenis investasi

Setiap perusahaan jasa keuangan pasti akan mengemas jenis investasi yang mereka tawarkan dengan bahasa promosi yang spektakuler. Meskipun seharusnya setiap pemasar menginformasikan dengan detil produk yang ditawarkan, namun tidak ada salahnya bagi kita sebagai calon investor untuk menggali informasi lebih jauh tentang memilih investasi yang ditawarkan Tentunya harus dari sumber yang terpercaya.

Salah satu keharusan untuk jeli dalam memilih jenis investasi ini adalah dalam menentukan besar kecilnya risiko kerugian terhadap keuntungan yang didapat. Pada dasarnya prinsip sebuah investasi adalah profit dan risiko yang berbanding lurus. Semakin tinggi keuntungan yang diharapkan, maka terdapat risiko yang lebih besar pula. Sebagai contoh, pada investasi saham atau produk pasar sekunder lainnya. Ada kalanya keuntungan yang didapatkan sangat besar karena melesatnya harga saham. Tapi di lain waktu, akan ada pula resiko kerugian yang juga menghempaskan harapan investor untuk meraup keuntungan.

Faktor risiko seperti inilah yang harus masuk dalam daftar pertimbangan menentukan pilihan berinvestasi. Cerdaslah dalam mengolah uang yang kita gunakan untuk berinvestasi, sehingga tidak akan datang penyesalan karena adanya kerugian yang terlalu besar. Sekalipun datang risiko kerugian tersebut, setidaknya kita sudah bisa memperhitungkan dengan baik langkah-langkah penyelamatannya.

memilih investasi , emas
Memilih investasi logam mulia bisa jadi alterntif

2.Sesuaikan dengan pendapatan

Tawaran investasi yang datang bertubi-tubi terkadang membuat kita tergoda untuk mencoba. Tidak ada salahnya, namun selain harus cerdas memilih seperti pada poin di atas, kita juga harus memastikan bahwa dana yang digunakan untuk berinvestasi seharusnya adalah ‘uang dingin’, atau uang yang memang disisihkan tersendiri setelah kebutuhan-kebutuhan pokok dan urgen lainnya terpenuhi.

Mengapa demikian?

Seorang calon investor harus paham bahwa mengambil keputusan untuk berinvestasi, tidak sesederhana menyimpan uang di rekening gaji, yang pasti akan terisi setiap bulannya, dan bebas kita gunakan untuk apa saja. Ketika seseorang sudah memutuskan untuk berinvestasi, maka harus siap pula dengan resiko terburuknya yaitu kehilangan dana yang ditanam. Minimalnya, dana tersebut mandek tanpa bisa kita tarik dan gunakan karena kondisi pasar yang tidak stabil. Ada sebuah kondisi di pasar yang demikian fluktuatif, sehingga membuat sejumlah dana investasi justru akan berdampak kerugian jika dicairkan.

Contohnya, jika kita berinvestasi dengan membeli logam mulia. Ada kondisi ketika harga jual kembali dari logam mulia tersebut lebih rendah dibanding harga pada saat pembelian. Risiko yang sama mungkin terjadi ketika kita bermain valuta asing. Harga jual kembali memang rata-rata berada di bawah harga belinya, namun ketika kita harus segera menjual investasi logam mulia atau valuta asing dalam jangka pendek, maka kemungkinan kerugian akan lebih besar daripada keuntungannya, karena kenaikan harga yang belum signifikan.

3.Terapkan pola jangka panjang

Dengan melihat adanya risiko harga yang cenderung stagnan dalam jangka pendek, maka ada baiknya keputusan berinvestasi ini kita rencanakan untuk jangka panjang. Kita bisa memulainya dalam jangka waktu 5 tahun. Artinya, dana yang kita simpan dalam pos investasi ini akan kita ‘lupakan’ selama waktu 5 tahun ke depan.

Jangka waktu lima tahun bisa dikatakan sebagai waktu yang paling singkat bagi sebuah investasi untuk membuahkan hasil berupa margin harga terhadap harga belinya. Oleh karenanya, jika kita ingin berinvestasi, jangan buru-buru mencairkan dana investasinya karena bisa jadi dalam waktu yang terlalu singkat, kita belum menikmati tambahan hasil yang manis.

4.Jangan lapar investasi

Meskipun menyimpan satu atau beberapa investasi untuk masa depan adalah sebuah kebebasan pilihan dari pemilik dana, namun alangkah lebih bijak jika kita juga tidak lapar untuk ‘melahap’ semua pilihan yang ditawarkan. Promosi penawaran ragam investasi yang menggiurkan, tidak selamanya harus kita cicipi sekaligus. Pepatah ‘Don’t put your egg in one bucket’ pun harus kita sikapi dengan sangat bijak.

Mengapa hal seperti ini juga harus dipertimbangkan?

Karena merencanakan untuk memilih investasi adalah sama halnya dengan merencanakan pengeluaran berkala dari pendapatan yang kita miliki. Di atas kita sudah membahas tentang ‘uang dingin’ sebagai modal investasi. Nah, dengan modal tersebut, tentunya tetap tidak akan efektif apabila kita membaginya dalam jumlah pos investasi yang terlalu banyak. Selain jumlah pembeliannya yang sedikit, risiko juga akan menjadi besar manakala dalam jangka panjang sekalipun ada pos investasi yang masih tertahan pencairannya, sementara pos yang lebih likuid hanya mendatangkan keuntungan yang sedikit pula.

Ditulis oleh Rahma Roshadi

hanya guru ngaji biasa yang sesekali nulis buku atau artikel

One Comment

Leave a Reply
  1. Kalo boleh nambahin sedikit, investasi dilakukan sesuai dengan profil aja ya. Trus usahakan untuk tidak hanya berinvestasi di satu jenis investasi saja, agar tidak mengalami kerugian yang besar. Dan overall, saya sangat setuju dengan artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

berangkat , KKN

Sebelum KKN, Sebaiknya Kamu Persiapkan 7 Hal Ini

Nikmati Proses Hidupmu Selepas SMA dengan 7 Tips Ini