in

Memajukan Pendidikan Bangsa, PR Kita Bersama

Apa yang bisa kita lakukan untuk pendidikan bangsa ini?

pendidikan , bangsa

Kala perang dunia kedua, lebih tepatnya lagi setelah Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh sekutu, langkah pertama yang dilakukan pemerintah bangsa Jepang adalah menghitung jumlah guru dan dokter yang tersisa. Mereka membangun kembali bangsanya yang luluh lantak itu dari bidang pendidikan dan kesehatan. Hasilnya sangat menakjubkan. Selama kurang dari dua puluh tahun, Jepang berhasil sejajar dengan negara-negara maju lainnya di dunia. Bahkan sampai sekarang, Jepang menjadi salah satu negara yang menjadi kiblat kemajuan teknologi di dunia. Tentunya kita bertanya, “apa yang menyebabkan Jepang bisa menjadi salah satu negara yang maju?”

Jawabannya adalah pendidikan. Pendidikan menjadi salah satu kunci kemajuan suatu bangsa. Pendidikan juga menjadi faktor paling penting untuk meningkatkan sumber daya manusia di dalamnya. Bahkan, kemerdekaan bangsa ini pun tidak lepas dari peran para penggerak di bidang pendidikan. Para perintis pendidikan di masa silam berperan dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat. Dengan bertahap, mereka berusaha memberikan pemahaman, kesadaran, serta meningkatkan wawasan dan kecerdasan masyarakat Indonesia sehingga menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat seperti sekarang.

Baca juga:

Mengenal Ophuijsen: Bahasa Melayu Sekolahan
E-Learning dan Teknologi Pendidikan untuk Indonesia di Masa Depan
6 Tips Supaya Tidak Salah Pilih Jurusan Kuliah, Buatmu Calon Mahasiswa

Kemudian setelah puluhan tahun bangsa ini mengenyam kemerdekaannya, mencuat berbagai permasalahan terkait dunia pendidikan nasional. Mulai dari tidak meratanya kesempatan belajar, minimnya fasilitas pendidikan di daerah pedalaman, kurangnya guru yang berkualitas dan profesional, krisis karakter dan moral peserta didik, korupsi pejabat di dinas terkait, manajemen dan tata kelola pendidikan nasional yang masih belum menemukan arah yang jelas, dan sebagainya. Semua problematika tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi bangsa ini.

Selain itu, sebagai penulis, saya mengamati bahwa bangsa ini masih dalam proses menuju salah satu tujuan nasionalnya, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Cerdas tidak hanya dari segi intelektual, tetapi juga emosional, sosial, dan spiritual. Kita masih berjalan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang telah diatur dalam undang-undang. Lebih tepatnya lagi yang tertera dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003, tentang Pendidikan Nasional (Undang-Undang Sisdiknas) yang mengemukakan bahwa: “pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dari Undang-Undang tersebut, kita dapat menilai bahwa bangsa ini masih belum mencapai tujuan pendidikan nasional. Ditambah lagi permasalahan terkait krisis karakter sebagian kaum muda kita. Hal ini juga berkaitan langsung dengan pesatnya perkembangan zaman yang mulai mengikis nilai-nilai spiritual dan kebijaksanaan lokal yang lama berkembang di masyarakat. Percepatan arus globalisasi dan informasi yang belum mampu dihadapi dengan bijak telah membuat sebagian kaum muda kehilangan jati diri, identitas, dan menjauh dari nilai-nilai moral. Di sinilah peran penting pendidikan yang kembali dipertanyakan oleh pelbagai kalangan. Apalagi sebagian generasi kita dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa asing, menguasai teknlogi, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan global. Dalam hal ini, saya berpendapat bahwa perlu kiranya bangsa ini melakukan pembaruan yang relevan sesuai dengan kemajuan zaman tanpa harus meninggalkan sendi-sendi moralitas.

pendidikan , bangsa
Apa yang sudah dihasilkan oleh pendidikan bangsa kita? (Sumber gambar: Unsplash/Daniel Watson)

Soedijarto (1999) memberikan rekomendasi bagi pembaruan pendidikan yang relevan dengan tuntutan pembangunan yang intinya berkesimpulan bahwa: (1) Pelaksanaan pendidikan belum secara terencana dan sistematik diberdayakan untuk melaksanakan fungsi dan mencapai tujuan pendidikan nasional secara optimal; (2) Pendidikan nasional sebagai wahana sosialisasi dan pembudayaan berbagai warisan budaya bangsa, nilai-nilai kebudayaan nasional dan nilai-nilai yang dituntut oleh masyarakat global yang dikuasai oleh IPTEK, dan persaingan global yang belum sepenuhnya terlaksana; (3) Pendidikan nasional yang sudah dilaksanakan secara merata belum berhasil mengembangkan insan pembangunan yang mampu mengolah dan mengelola sumber daya alam, mengelola modal, mengembangkan teknologi, menghasilkan komoditi yang mutunya mampu bersaing dan mampu mengembangkan sistem perdagangan; (4) Pendidikan nasional belum sepenuhnya mampu mengembangkan manusia Indonesia yang religius, berakhlak, berwatak kesatria, dan patriotik; (5) Agar pendidikan nasional benar-benar mampu melaksanakan fungsi dan mencapai tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, perlu dikembangkan dan dilaksanakan program pendidikan pada semua jenis dan jenjang yang dapat berfungsi sebagai lembaga sosialisasi dan pembudayaan berbagai kemampuan, nilai, sikap, dan akhlak yang dituntut oleh masyarakat Indonesia yang maju, adil, makmur serta demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Saya juga hendak menilai dan mengkritisi kenapa dunia pendidikan kita seolah berjalan di tempat. Salah satu penyebabnya adalah kurang optimalnya peran guru sebagai pendidik. Bukan sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi memberikan keteladanan serta memimbing dan mengarahkan peserta didik agar menjadi manusia yang cerdas, religius, nasionalis, patriotik, kreatif, dan memiliki kamampuan untuk menghadapi tantangan global. Akhir kata, saya berharap kita tetap membangun optimisme terhadap kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Percayalah, selama ada kemauan masyarakat dan kehendak penguasa untuk berbenah, secara perlahan dunia pendidikan kita akan semakin maju dan berkembang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

mahasiswa , aktivis

[Ruang Fiksi] Pergolakan Hati Seorang Aktivis