in

Masih Punya Masalah dengan Demam Panggung, Sudah Coba Cara Ini?

Demam panggung bisa saja dialami oleh semua orang di segala usia. Bahkan untuk orang-orang yang memiliki jam terbang tinggi sekalipun, masih bisa mengalami demam panggung. Contohnya Adele, seorang diva yang pernah gugup ketika tampil di beberapa acara yang digelar di panggung besar seperti di Radio City Music Hall di New York.

Perasaan gugup itu memang wajar. Dalam kamus American Psychological Association, ‘Demam Panggung’ diartikan sebagai rasa cemas dan takut terhadap pencapaian yang akan seseorang dapatkan ketika tampil. Seseorang merasa cemas apakah yang diperlihatkan sesuai ekspektasi atau tidak.

Tanda-tandanya ketika seseorang mengalami demam panggung biasanya ia khawatir yang berlebihan, detak jantung jadi makin cepat, badan gemetar, mulut dan tenggorokan bisa sampai kering, tangan keringat dingin, mual dan tidak enak di perut. Bahkan yang paling parah nih ya, bisa pingsan.

Demam panggung pernah aku alami sendiri di waktu SMA dulu. Malu sih, tapi jadi pembelajaran yang sangat berharga. Sedikit curhat, dulu di waktu SMA ada presentasi di salah satu mata pelajaran, biologi. Sangat antusias sebenarnya dengan yang satu ini. Hari paling ditunggu-tunggu ketika presentasi tiba. Dan giliranku di hari itu untuk menjelaskan di depan kelas. Tapi saking gugup dan semangatnya, belum waktunya presentasi sudah pingsan duluan. Asli, malu banget. Bangun-bangun sudah di UKS. Padahal jauh-jauh hari sudah mempersiapkan banyak hal untuk hari ini. Tapi waktu hari-H justru sesuatu yang tidak terduga terjadi. Hmm sungguh pengalaman yang berarti.

Masing-masing dari kita sebenarnya akan mengalami tiga zona, yaitu zona nyaman, zona pembelajaran, dan zona panik. Dalam buku Astrid Savitri, There’s No Second Chance, Jadi Pemain atau Penonton? Juga menjelaskan tentang tiga zona ini.

Di zona nyaman adalah satu zona yang menjebak diri kita untuk menjadi seseorang yang tidak punya tantangan dalam hidupnya. Merasa aman dan kurang ada perkembangan jika tidak mau keluar dari hal ini.

Zona pembelajaran membuat kita mengalami kecemasan, tetapi hal ini bisa diatasi seiring waktu karena situasi ini pernah dialami sebelumnya. Dengan berjalannya waktu kita jadi beradaptasi dan mempelajari cara-cara untuk mengatasi kecemasan yang pernah dialami.

Sedangkan zona panik  adalah situasi yang benar-benar baru kita alami saat ini. Mungkin sudah pernah sebelumnya, tetapi kita belum ketemu bagaimana solusi untuk menghadapi kecemasan ini. Tidak jarang seseorang yang berada pada zona ini mengalami kecemasan yang sangat tinggi, gugup, dan tidak karuan.

Masih Punya Masalah dengan Demam Panggung, Sudah Coba Cara Ini?
Presentasi Di Depan Umum. Sumber: Pexels.com

Ada beberapa cara untuk mengatasi demam panggung yang kita alami saat ini. Beberapa hal sudah pernah aku coba dan beberapa lainnya berdasarkan pengalaman teman dan sumber referensi lainnya. Barangkali sahabat ublik juga mau mencobanya, yuk simak penjelasannya berikut ini:

  • Memperluas Wawasan 

Hal yang bisa kita lakukan sebelum benar-benar tampil di depan panggung adalah memperkaya referensi yang kita miliki. Panggung di sini artinya kita mencoba untuk menunjukkan diri di depan orang lain, tampil untuk dilihat dan bisa jadi pusat perhatian orang-orang. Nah untuk menetralisir kecemasan yang kita alami ini, kita bisa coba untuk membaca buku, menonton video, atau bertanya pada orang yang lebih berpengalaman pada hal yang akan kita lakukan. Misalnya ketika kita diminta untuk menjadi moderator atau pembicara di suatu acara, untuk pertama kalinya tentu ini akan sangat gugup kan. Cari saja referensi bacaan yang menguatkan materi yang akan kita bawakan, menonton video sebagai gambaran “oh ini nanti aku bisa lakuin ini buat improvisasi”, tanya juga pada pakarnya biar kita lebih yakin menghadapi situasi nanti di hari H.

  • Berpenampilan Menarik

Hal yang buat PD untuk tampil di depan biasanya adalah penampilan yang menarik. Bukan berarti kita harus jadi orang lain. Setidaknya berpenampilan yang bersih, rapi, dan wangi masih tetap jadi standard bagiku biar tampil lebih PD di mana pun dan kapan pun. Bahkan ada pepatah yang mengatakan,

Pakaianmu memuliakanmu sebelum duduk, Perkataanmu/ilmumu memuliakanmu setelah duduk.

So, penting banget kan memperhatikan penampilan juga.

  • Latihan di Depan Cermin

Penting juga kita mencoba berlatih sebelum hari H datang. Bisa saja rasa gugup muncul ketika kita bertemu dengan orang-orang. Meskipun saat ini sering kegiatan atau sebuah acara yang diselenggarakan secara online tanpa bertatap muka secara langsung, tetap saja semuanya butuh persiapan yang matang. Maka cobalah untuk berlatih di depan cermin. Lakukan seperti ketika nanti kita benar-benar tampil di hadapan umum menjadi pembicara misalnya. Ini juga bisa meningkatkan percaya diri kita

  • Berani Salah

Pikiran yang paling keliru adalah kita tidak berani mencoba hanya karena takut salah. Padahal tiap orang pasti pernah melakukan kesalahan bukan? Tidak ada manusia yang sempurna. Justru  kita jadi makin tahu dan belajar sesuatu kalau kita melakukan kesalahan. So, lanjutkan saja dengan penuh keyakinan. Nggak usah mikir salah dan benarnya dulu. Lakukan saja dulu. Tantang dirimu dengan hal baru dan nikmati petuangan seru 🙂

  • Pelajari Teknik Pernapasan

Ada satu teknik pernapasan yang aku tahu dari Dr Andrew Weill dari Arizona. Teknik ini disebut teknik pernapasan 4-7-8. Dr Weill mengatakan teknik ini bertindak sebagai obat penenang alami untuk sistem syaraf, dengan cara mengurangi stress dan ketegangan dalam tubuh. Bagaimana caranya? Cukup mudah. Tutup mulut terlebih dahulu dan tarik napas melalui hidung dalam 4 hitungan. Tahan napas dan hitung sampai tujuh. Lalu keluarkan napas melalui hidung dalam satu napas selama 8 hitungan. Lakukan siklus ini sebanyak tiga kali atau sampai kita merasa tenang.

  • Berdoa

Langkah yang paling penting dari semua langkah di atas adalah berdoa. Biasanya sebelum melakukan berbagai hal terutama presentasi maupun tampil di depan umum, baca doa ini. Doa Nabi Musa ketika ingin bertemu dengan Firaun. Pasti sudah familiar kan dengan doa ini.

“Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii.”

Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku

Nah, itu tadi sahabat ublik sefruit tips yang bisa jadi referensi buat mengatasi demam panggung yang kita alami. Semoga sedikit membantu untuk meningkatkan rasa percaya diri untuk menjadi pembicara di depan umum, yang sampai sekarang pun sebenarnya aku masih berperang dengan diri sendiri. Tapi, semangat buat belajar setiap hari mengatasi hal ini harus terus diusahakan kan? Yok sama-sama.

Semangat sahabat Ublik 🙂

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terjebak dalam Zona Nyaman, Bagaimana Mengatasinya?

Perlukah Kita Puasa Dalam Menggunakan Media Sosial?